
Liburan di Bali.
Tia dan Brian sudah menempati resort yang mereka inginkan dengan segala keindahan alam dan pemandangan yang sejuk.Hamparan dan deburan ombak di pantai menambah indahnya alam itu.
Tia berjalan pelan sambil menenteng sepatunya,merasakan halusnya pasir pantai bercampur air laut yang sesekali menyapa tempat kakinya berjalan.
Senyumnya merekah tak kala melihat Bela berlari menghampirinya di ikuti oleh Fardan dan Siska di belakang nya.
"Mommy,hari ini Bela sangat senang"teriak Bela sambil berlari menghampiri Tia,Bela membentangkan ke dua tangannya sambil berputar-putar.
"Mommy juga sangat senang,sayang!"seru Tia dengan melemparkan sepatunya begitu saja.Mereka terlihat berputar bersama dengan menautkan tangannya satu sama lainya.
Sementara itu di ujung sana,Brian tampak masih kesal.Ia membiarkan mereka semua menikmati liburan dengan gembira.Brian duduk di pasir tanpa beralaskan apapun sambil bersandar di sebuah pohon kelapa.
"Liburan macam apa ini?Baby moon katanya,tapi mengapa yang liburan rame begini?"gumam Brian pelan sambil sesekali melempar butiran pasir pada sembarang arah.Brian kesal karena Tia istrinya itu mengajak mantan istri nya juga para sahabatnya beserta Fardan dan Reno juga Bela.
"Sayang,ke marilah!"teriak Tia sambil melambaikan tangannya.
Brian bangkit berdiri dan berjalan menghampiri Tia dan Bela.
"Ada apa"tanya Brian sambil membersihkan celana pendeknya dari pasir yang menempel.
__ADS_1
"Apa aku boleh berenang?"tanya Tia sambil mengandeng tangan Brian.
"Ngak"jawab Brian singkat.
"Boleh lah yah,hanya sebentar saja"rayu Tia sambil mengedipkan matanya.
"Tia, mengertilah kamu sekarang lagi mengandung anak kita! bagaimana mungkin aku membiarkan mu berenang di air laut begini"ucap Brian sambil mengalihkan pandangannya menatap lautan lepas.
"Brian,ada aku bersamanya"seru Siska saat melihat Tia sudah mulai menitikkan air matanya.
"Brian,jangan khawatir kami akan selalu bersama nya"ucap Tika lagi sambil memegang tangan Tia.
"Mommy berenang sama Bela di tepinya,biar gak takut"ucap Bela dengan polosnya.
"Mommy maunya di sana"Tia menunjuk arah pantai yang sedikit lebih dalam hingga sepinggang orang dewasa.
Brian kembali menatap Tia istrinya itu sambil membuang napas dengan kasar.
"Baiklah, tapi hanya sebentar"ucap Brian pada akhirnya sambil membuka bajunya dan meletakkan begitu saja.
"Benarkah sayang,tapi kenapa kamu buka baju"tanya Tia saat melihat Brian berjalan masuk ke dalam air.
__ADS_1
"Aku yang akan menemanimu,jadi kemarilah"ajak Brian.Ia tidak ingin membiarkan Tia berenang tanpa pengawasan dari nya.
"Terima kasih sayang"ucap Tia sambil menghampiri Brian dan menarik tangannya.
"Fardan,kamu temani Bela bermain di tepi"seru Brian karena tidak ingin terjadi sesuatu pada orang yang di sayanginya.
"Aku turut bahagia melihat mu Tia.Berbahagialah sampai selamanya"gumam Reno sambil meninggalkan mereka dan memilih duduk di tepi pantai.
"Mengapa tidak mau bergabung bersama mereka"ucap seorang wanita menghampiri Reno sendiri."Mengapa kau mengikuti ku?"tanya Reno.
"Jangan menggangguku,pergilah"ucap Reno lagi dengan ketus.
"Aku hanya ingin berbicara padamu"ucap wanita itu sambil menarik tangan Reno yang ingin menghindarinya.
"Sudah aku katakan aku tidak bisa membantumu,jadi mengertilah!"ucap Reno.
"Aku yakin hanya kamu yang bisa membantuku Reno?Dalam waktu dekat papa akan menikahkan aku dengan pria itu.Hanya kamu harapan ku satu-satunya"ucap Wanita itu lagi.
"Cari saja pria lain,karena aku tidak bisa"ucap Reno meninggalkan wanita itu sendiri.
"Reno,lihat saja apa yang akan ku lakukan padamu dan pada adikmu itu.Aku akan membuat kau menyesal"teriak wanita itu sambil melempar Reno dengan pasir.
__ADS_1