
Masih di kantin rumah sakit Tia masih saja berdebat dengan Fardan yang ingin mengambil Bela darinya.Setelah selesai berbicara dengan Sefi dj telpon Tia kembali ke tempat duduknya.
"Brian...Tolong kasih pengertian pada istrimu.Aku hanya menginginkan anak ku yang sudah di telantarkan ibunya sendiri.Brian...Aku akan ambil jalur hukum jika memang kamu tidak bisa membujuknya"Fardan menatap Tia yang menatapnya juga dengan raut wajah yang tidak bersahabat.
"Keputusan ada di tangan istriku.Aku tidak bisa berbuat apapun"Brian menghela nafas panjang saat melihat wajah mereka berdua.
"Kalian ini...Sudahlah nanti saat Bela sudah sembuh kita akan membicarakannya.Sekarang kita berdoa saja untuk operasi Bela semoga lancar.Ayo sekarang kita lihat mereka"ajak Brian pada Tia dan Fardan.Mereka kembali ke ruang tempat dimana Bela di operasi.
"Dokter...Apa operasinya lancar?Bagaimana kondisi Bela sekarang"tanya Tia saat melihat seorang dokter keluar dari ruang operasi.
__ADS_1
"Ada yang ingin aku bicarakan,kalian bisa ikut aku"dokter itupun berjalan ke ruangannya di ikuti oleh Brian dan Fardan karena Tia memilih menunggu saja di depan ruang operasi.
"Aku tidak yakin akan berjalan lancar karena hati pendonor tidak lah sehat.Apa selama ini pendonor sering minum berakkohol atau sering memakai obat terlarang"tanya dokter itu pada Brian dan Fardan yang sama sama tidak tahu jawabannya.Kedua pria itu saling bertatapan kemudian menggelengkan kepalanya.
"Sebelumnya saya sudah memberi tahunya,namun wanita itu memaksa untuk mendonorkan hatinya.Berdoa saja supaya ada ke ajaiban"dokter itu memberitahu hasil pemeriksaan hati Siska dan dimana Siska memaksanya untuk melakukan operasi besar itu.Hanya Siska yang tahu alasannya.Brian dan Fardan tampak lemas saat keluar dari ruangan dokter itu.
Sementara itu di Tia tampak sedang berbicara dengan Sefi dan Reno di depan ruang operasi.Reno menatap Sefi tidak percaya karena berhasil mengerjainya dengan mengatakan Tia sedang sakit.Dengan menenteng sebuah keranjang buah dan seikat bunga Reno berdiri di samping Tia dengan rasa kesal mengumpat pada adiknya itu.
"Terima kasih Reno..Aku terima bunga dan buah nya yah.Bukan aku yang sakit tapi Bela,Sefi tadi langsung menutup telponnya tanpa bertanya dulu siapa yang sakit"Tia mengambil bunga dari tangan Reno karena merasa tidak enak hati untuk menolaknya.Reno pun memberikan bunga itu pada Tia bertepatan saat Brian melihatnya.Brian berjalan dengan cepat meninggalkan Fardan di belakangnya dan tanpa peduli Fardan memanggil namanya.
__ADS_1
"Sayang.....Ada apa ini"Brian menatap Tia dengan tajam dan langsung merangkul Tia dengan posesif.
"Eemm...Reno membawa bunga untuk Bela.Jadi aku terima saja"Tia tersenyum simpul saat Reno menatapnya.
"Jika kamu juga ingin bunga,aku akan membelikan nya untuk mu"Brian mengambil bunga itu dari tangan Tia dan memberikan nya pada Fardan saat Fardan sudah berada di sampingnya.
"Fardan...dia sepupu aku namanya Reno.Dia memberikan bunga ini untuk Bela jadi pegang lah"sembari memperkenalkan Fardan pada Reno.Brian memberikan bunga itu ke tangan Fardan.
"Terima kasih untuk bunga nya dan aku Fardan"ucap Fardan mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Reno juga.
__ADS_1
"Reno kau adalah sepupuku.Tidak akan ku biarkan kau mendekati istriku.jangan sampai semua itu akan membuat hubungan keluarga kita akan hancur.Kita masih keluarga jadi berhentilah mengharapkan istriku"gumam Brian sembari menarik Tia agar semakin mendekat dengan nya.