
Happy reading..☺☺
Setelah Brian menjelaskan hubungan antara Sefi dan Roni kepada Reno,kini Reno baru paham mengapa adiknya itu tampak berubah akhir-akhir ini.
Reno tampak mengepalkan tangannya,ingin rasanya ia menghajar habis wajah Roni hingga ia bisa sadar.
"Reno,tenanglah! Tidak ada yang salahkan dengan cinta.Cinta itu tidak memandang usia atau apapun.Cinta itu hadir dengan sendirinya.Dan kamu jangan menyalahkan siapapun di antara mereka,karena mereka sendiri sudah cukup menderita dengan hadirnya perasaan itu."ucap Brian.
"Jika Roni benar-benar mencintai adik ku,mengapa dia tidak mau memperjuangkannya?Apa kekurangan adik ku sehingga dia membuatnya menderita?"kesal Reno karena ia tidak tahu pada kenyataannya adiknya lah yang menggantung perasaan Roni.
"Biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka sendiri,kita tidak tahu kedepannya seperti apa! Dan jangan menyalahkan Roni dan Sefi untuk hadirnya perasaan mereka"ujar Brian lagi.
"Aku memang kakak yang tidak berguna,aku tidak bisa menjaga adik ku sendiri"sesal Reno.
"Brian,Sefi sudah mengurus semua keperluannya untuk kuliah di luar negri.Besok aku akan mengantarnya"ujar Reno lagi membuat Brian menarik napas panjang.
"Baiklah,biarkan kan dia pergi! Mungkin dengan begitu dia bisa melupakan perasaannya"ucap Brian.
"Yah kau benar"ucap Reno.
__ADS_1
"Tapi bagaimana jika kak Roni mengetahui hal ini"tanya Brian.
"Jika dia tidak mau berjuang,biarkan saja.Dan jangan memberitahunya kemana Sefi akan pergi"ujar Reno.
" Dan satu lagi Brian! Tolong bantu aku untuk mencari tahu jepit rambut siapa ini"Reno memberikan sebuah jepit rambut berwarna ungu berpadu dengan biru ke tangan Brian.
"Ini hanya jepit rambut biasa,kenapa? Apa ada masalah"tanya Brian sembari memperhatikan bentuk jepit rambut tersebut.
"Sebulan yang lalu,aku melakukan suatu kesalahan yang tidak ku sengaja.Saat itu aku mabuk berat dan kau tahulah selanjutnya,Aku tidur dengan seorang wanita dan begitu aku bangun wanita itu sudah pergi begitu saja.Aku sendiri tidak tahu siapa dia,hanya jepit rambut ini satu-satunya cara untuk menemukannya"terang Reno.
"Astaga,kau ini! cctv,apa kau sudah mengeceknya?"tanya Brian.
"Jika hanya modal jepit rambut,pasti akan sulit mencarinya.Banyak di luaran sana jepit rambut seperti ini"ujar Brian sembari mengirim foto jepit rambut itu kepada anak buah Roni.
Setelah berbicara panjang lebar antara Brian dan Reno mereka kemudian kembali bergabung bersama Fardan dan Siska dimana mereka masih bersama Tia dan Tika.
"Reno,ini untukmu"Tika memberikan sebuah surat undangan ke tangan Reno.Reno tampak memperhatikan undangan itu sembari membolak-balikkannya.
"Undangan siapa?"tanya Brian sembari berjalan menghampiri istrinya.
__ADS_1
"Pertunangan Tika"jawab Tia.
"Sejak kapan ada yang mau sama kamu"sambung Reno.
"Maksudmu apa"Tika membulatkan matanya seakan ingin menerkam Reno.
"Maksudku,kapan kamu akan bertunangan..Hehehe!"kilah Reno sambil tertawa.
"Revan,apa kamu masih ingat dengan nama itu"tanya Tia namun Reno tampak berusaha mengingatnya.
"Anak kelas tiga jurusan IPA dulu dia sempat bergabung sama kami ketika masih SMA"ucap Tia yang langsung membuat ekspresi Brian berubah seketika.
"Pria yang mengaku akan menjadi pacar kamu waktu itu"tekan Brian sembari menatap istrinya.
"Ia benar,kamu mengingatnya dengan baik sayang!"ucap Tia sembari menampakkan giginya,Tia tak mampu menahan diri saat melihat wajah suaminya yang sudah tampak kesal.
"Huh..Suami pencemburu.Sayang Tika akan bertunangan dengannya minggu depan,jadi kenapa wajahmu seperti itu"ledek Tia.
"Selamat yah,semoga kita bisa melupakan masa lalu masing-masing"ucap Siska sembari tersenyum dan menepuk bahu Tika.
__ADS_1
"Tidak apa,dengan adanya masa lalu kita bisa melangkah ke depan dengan belajar dari masa lalu"ujar Tika.