
TIA panggil aku Tia.Hari ini awal aku bertemu dengan pria dingin itu.Hari ini aku akan ke rumah sakit untuk mendonorkan darah dimana aku selalu mendonorkan darahku.Itu ku lakukan sebagai panggilan naluriku karena kita sebagai manusia harus saling membantu.Kehidupan ku bebas dalam arti yang baik,bebas melakukan apapun yang ku mau asalkan bisa menjaga diri.Sebelum berangkat ke rumah sakit,mama mengajakku sarapan bersama sambil menanyakan kegiatan apa saja yang akan ku lakukan hari ini.Tapi hari ini justru mama yang sudah merencanakan kegiatanku,ahh mama ku memang terbaik.
"Tia !nanti setelah pulang dari rumah sakit kamu singgah di panti ya,mama titip ini buat anak anak panti".Menyerahkan amplop berwarna putih pada Tia.
"Ada lagi ma"selidik Tia,sambil tersenyum. Pasalnya Tia sudah paham betul sifat mamanya,kalau Tia keluar dari rumah pasti ada aja pesanan mama nya ini.
"Ada dong sayang,belikan mama roti di tempat langganan mama ya!terus entar kamu cepat pulang,jangan kelayapan nanti malam kita ada tamu".
"Ya ma"sahut Tia minum teh nya sambil melirik papa nya yang geleng geleng kepala.
"Tia berangkat ya ma,pa" beranjak dari kursi dan pergi meninggalkan ruang makan.
"Mang Dadang,bukain pager dong Tia mau berangkat naik motor saja". Teriak Tia pada satpam rumah nya.
__ADS_1
"Baik non"sahut mang Dadang.
Tia membawa motor nya dengan berlahan sambil merasakan sejuknya udara di pagi hari.Di persimpangan lampu merah Tia pun berhenti karena lampu merah yang menyala sambil mendengar lagu dari Radio,Tia asyik bernyanyi kecil tiba tiba ada yang menepuk tangan nya,Tia pun menoleh."Apa!ada apa kenapa mukul tangan saya,sembarangan nyentuh orang"bentak Tia.
"Motor kamu ngalangin mobil saya,kamu berhenti terlalu depan mobil saya mau belok."sahutnya sambil mengeluarkan kepala, matanya tertuju pada kaki Tia,matanya menelisik dari kaki hingga kepala Tia."Cih!pakaian sudah rapi tapi masih pakai sendal tidur"ujarnya lagi.
Spontan mata Tia melihat kakinya"ya ampun ceroboh banget sih"gumamnya.
"Bukan urusan mu ini model sekarang tahu"jawab Tia sambil memundurkan sedikit motor nya untuk menutupi rasa malunya.
"Terpaksa mampir dulu nih beli sepatu,gak mungkin juga ke rumah sakit pakai sendal tidur"ucap nya dalam hati.
Dua puluh menit pejalanan Tia akhirnya sampai di rumah sakit,Tia langsung ke ruangan PMI,mengecek tensi nya dan juga kesehatannya.
__ADS_1
"Beres,kita bisa mulai ya mbak"sahut dokter yang menangani Tia.
"Iya dokter" jawab Tia sambil memejamkan matanya.beberapa saat kemudian selesai lah Tia.
"Jaga kesehatan nya ya mbak biar sering sering kemari dan terima kasih"ucap dokter setelah menangani Tia.
"Hehehe iya dokter"jawab Tia tersenyum sambil pemisi pamit.
Panti asuhan tempat saat ini Tia berada.Tia di sambut oleh anak anak dan ibu panti.
"Bu Retno ini mama tadi titip ini untuk keperluan dapur"kata Tia sambil memberikan amplop putih itu.
"Sampaikan ucapan terima kasih saya pada ibu ya nak"jawab ibu Retno mengulur tangan menerima amplop tersebut.
__ADS_1
"Ibu Retno di mana Bela?saya tidak melihatnya di sini"tanya Tia karena Bela anak kecil berusia lima tahun itu berhasil mencuri perhatian Tia beberapa bulan ini.Tetapi kondisinya tak seperti anak anak lain.