
Happy reading 💗💗💗💗
Di sebuah apartment mewah itu tampak seorang pria dan wanita sedang bercumbu ria memadu kasih berdua tampa mereka sadari seorang wanita tengah berdiri melihat semua itu seraya mengepalkan tangannya.
"Dean,yaeah lebih cepat!Aku sudah tidak tahan lagi"ujarnya seraya melebarkan ************ nya lebih lebar lagi.Dimana agar pria itu dapat menjelajahinya dengan mudah.
"Sabar sayang, kita bermain sedikit lambat agar terasa mantap"ujar pria itu seraya melihat wajah wanita di bawahnya.
"Kau memang yang terbaik, karena itu aku tidak melepaskan mu sejak dulu!"ujar wanita itu membanggakan pria yang sudah mengukungnya di bawah.
Brak
Terdengar sesuatu di gebrak dengan keras membuat Dean dan wanita itu segera menghentikan aktivitas mereka.
Keduanya menoleh ke asal suara dan..
"Siska?"seru Dean dengan terkejut.Begitu juga dengan Siska saat melihat siapa wanita yang tengah bermain dengan tunangannya itu.
"Tere?kau dan Dean?"ucap Siska terputus saat melihat sahabatnya ketika berada satu agensi di permodelan di Jerman kini berada di kamar tunangannya bahkan sekarang tengah berada di bawah Dean.
__ADS_1
"Siska, sedang apa kau disini?"ujar Teresa yang sering di panggil Tere itu dengan santai seraya menarik selimut agar menutupi tubuh mereka.
"Dean,kau sudah keterlaluan.Aku tidak ingin melihat mu lagi.Hubungan kita putus sampai disini"Siska melepas cincin di jari manisnya tanpa menjawab perkataan Tere karena ia sudah terlanjur sakit hati.
Siska melempar cicin itu ke sembarang arah kemudian ia keluar meninggalkan apartment Dean.
"Siska tunggu!Aku akan menjelaskan,semua ini hanya salah paham"teriak Dean saat ia ingin beranjak menyusul Siska tangan nya di tahan oleh Tere.
"Kamu mau kemana? kita terus kan permainan ini dulu sampai selesai, setelah itu kamu baru bisa pergi menyusulnya"tahan Tere dan dengan terpaksa Dean melanjutkan permainan mereka yang sempat tertunda.
Setelah keluar dari apartment Dean, saat ini ia tengah duduk di sebuah taman seraya menatap keramaian dengan tatapan kosong.Air matanya tidak mau berhenti, Siska meratapi nasibnya yang malang.
"Hei,apa kau sudah lama menunggu ku?"seru Tika saat sudah sampai dan ia langsung menepuk punggung Siska dari belakang kemudian duduk di samping Siska.Siska menelpon Tika begitu ia sudah sampai di taman itu berharap Tika mau memaafkannya.
"Maafkan aku Tika"ucap Siska sambil menunduk karena ia sudah merasa bersalah.
"Apa kau menangis?Ada apa ini seorang Siska ternyata bisa menangis juga!"ujar Tika seraya menggenggam tangan Siska.
"Tika,aku sungguh menyesal dan aku ingin minta maaf padamu dengan tulus karena sudah membuat mu sakit hati dengan merebut Dean dari mu"ucap Siska.
__ADS_1
"Iyah,kamu sudah aku maafkan sejak dulu.Dengar, kamu tidak merebut Dean dari ku tapi Dean nya saja yang keganjenan maunya main perempuan.Dan apa sudah terjadi sesuatu?Apa kamu hamil anaknya hingga kamu menangis seperti ini!"ujar Tika dengan bingung mengapa Siska tiba-tiba minta maaf kepadanya.
"Sembarangan!Aku tidak mungkin hamil anaknya.Karena ketika melahirkan Bela,aku sudah menutup rahimku"terang Siska.
"Jadi ada apa dengan mu?Apa sesuatu sudah terjadi?"tanya Tika masih penasaran.
"Dean selingkuh dengan temanku sendiri, kau benar dia bukan pria yang baik.Maaf sudah mengabaikan perkataan kalian selama ini"ucap Siska sambil menunduk.Tika terdiam seraya menghela napas panjang.
"Astaga,pria itu masih saja belum berubah.Dia tetap masih seorang pria yang brengsek tidak tahu diri"umpat Tika menahan emosinya.
"Siska, sudah tidak usah di pikirkan.Mungkin sekarang kamu sedang di hadapkan oleh keputusan yang benar.Jangan membuang waktumu hanya untuk memikirkan hal yang tidak penting itu.Ambillah keputusan yang kamu anggap baik untuk mu sendiri terutama keputusan untuk mengakui Bela dan mengabulkan keinginannya saat ini.Sudah waktunya bagimu untuk mendekatkan diri dengan anak mu satu-satunya itu.Jalinlah hubungan yang baik dengan nya,selagi Tuhan memberikan waktu untuk mu"ucap Tika panjang lebar.
"Kamu benar Tika,aku sungguh menyesal?"Tika memeluk Siska seraya menepuk punggungnya.
"Apa kamu sudah merasa lebih baik"tanya Tika saat Siska sudah melepas pelukannya.
"Iyah,aku sudah merasa lebih baik"ucap Siska.
"Kalau begitu tersenyumlah,dan sekarang mari kita pergi mencari kesenangan,kita akan mencari sesuatu yang bisa membuat hati ini gembira"ajak Tika.Siska tersenyum kemudian mereka pun pergi meninggalkan taman itu.
__ADS_1
Terima kasih.