
Pagi pagi sekali kedua orang tua Brian sudah bangun,jam di tangan nya masih menunjukkan pukul setengah enam pagi,Wanda Alexander langsung pergi mandi dan sudah rapi begitu juga Widia.
"Ma,jam berapa mereka sampai"tanya Wanda Alexander pada istri nya melihat anak dan menantu nya sedang terlelap di atas tempat tidur setelah Widia membangun kan Brian dan menyuruh nya membawa Tia ke tempat tidur yang mereka tempati tadi.
"Jam satu pa"jawab Widia lalu berjalan melihat mertua nya.
"Papa,tidur nya nyenyak sekali tidak seperti biasa nya,apa dia tau jika Brian sudah datang"ucap Wanda pada istri nya.
"Itu nama nya ikatan batin pa"jawab Widia tersenyum sambil memberikan segelas susu hangat dan memberikan beberapa helai roti di mampan.Widia biasanya menyiapkan sarapan untuk suami nya namun karena beberapa hari ini mereka ada di rumah sakit terpaksa wanda suami nya sarapan dirumah sakit sebelum berangkat kerja. Beberapa saat kemudian masuk seorang dokter dan dua orang perawat untuk memeriksa kakek Brian.
"Selamat pagi"sapa dokter tersebut dengan ramah lalu berjalan ke arah kakek Brian di ikuti dua perawat.
"Selamat pagi juga dokter"jawab widia.
"Wah,seperti nya hari ini banyak yang jaga ya"ucap dokter itu sembari memeriksa kakek Brian lalu mengarahkaan pandangan nya pada ruangan itu,biasa nya hanya Widia seorang yang menjaga pasien nya itu.
"Iya dokter,mereka anak dan menantuku"ucap Widia,dokter itu pun mengangguk mengerti.
__ADS_1
"Selamat pagi pak Willy Alexander"sapa dokter itu lagi ketika melihat pasien nya terbangun.
"Pa..pagi juga"jawab Willy pelan lalu melihat menantu nya yang berdiri di belakang dokter,Widia yang di lihat pun langsung mengerti dan mendekat.
"Iya pa,apa papa mau minum"ucap Widia namun Willy menggeleng.
"Brian mana"ucap nya pelan,karena dalam dua hari ini hanya cucu nya itu yang di cari.
"Lihat cucu mu sedang tidur,dia menjaga papa tadi malam,Widia bangun kan dulu ya pa"ucap Widia namun di cegah oleh kakek Brian.
"Baik lah,kondisi pak Willy masih sama seperti kemarin tapi aku lihat seperti nya hari pak Willy sangat bahagia,sebentar lagi perawat akan membersihkan tubuh bapak ya"ucap dokter itu setelah memeriksa kakek Brian lalu dokter itu bersama perawat nya permisi keluar.
"Widia menantu ku,buat kan aku teh,aku sangat rindu teh buatan mu"pinta Willy pada menantu nya.
"Baru beberapa hari di rumah sakit sudah rindu teh buatan istri ku"ucap Wanda sembari berjalan mendekati papa nya.
"Cih!Kau ini kenapa belum pergi kerja"ucap Willy ketus pada anak nya pasalnya setiap dia bangun tidak pernah melihat anak nya itu karena sudah berangkat kerja.
__ADS_1
"Papa lupa ya,ini kan hari minggu"ucap Wanda sambil menyengir kuda menunjuk kan gigi nya.
"Ini pah,teh nya"ucap Widia sambil meletakkan nya di meja samping ranjang Willy.
"Terima kasih nak"ucap nya.wanda pun membantu kakek Brian untuk duduk menyandar dan widia menaikkan sedikit ranjang itu dan menaruh sebuah bantal di punggung kakek Brian.
"Selamat pagi semua nya"ucap seorang wanita sambil mendorong pintu masuk lah seorang pria dan dua orang anak nya.
"Pagi mbak"ucap Widia melihat yang datang adalah kakak ipar nya dan kakak nya juga kedua keponakan nya yang tampan dan cantik lalu memeluk mereka satu persatu,begitu juga dengan Wanda juga merangkul kakak ipar nya itu,mereka adalah keluarga dari istri nya.
"Bagaimana mana kabar nya om"ucap kakak Widia yang bernama Jodi sambil membungkuk mencium punggung tangan mertua adik nya itu.
"Sudah lebih baik nak,terima kasih sudah datang"ucap nya pelan.Mereka pun berbincang namun seorang anaknya Jodi yang tampan itu melihat wajah seseorang yang tertidur itu dengan terkejut.
Deg
"Apa itu dia"gumam nya dalam hati.
__ADS_1