
Seminggu sudah berlalu dimana keluarga Kevin dan ibunya sudah mengambil kembali hak mereka,dan mereka pun saat ini sudah kembali ke rumah utama walaupun kesehatan ibu Kinar belum pulih seutuhnya mungkin ada pengaruhnya juga dengan usia yang semakin menua.
Kevin mulai hari ini akan mengambil alih posisi ibunya di perusahaan itu,ia menggantikan Kinar ibunya untuk mengurus perusahaan peninggalan papanya.
Sementara Sita,ia masih betah bekerja dengan Tia karena ia tidak ingin melepas pekerjaannya yang sudah lama ia jalani.
Kevin tidak mempersalahkan hal itu karena ia juga cukup berhutang budi pada keluarga Alexander.Berbeda dengan hubungan pernikahan mereka saat ini sungguh tidak ada perubahan sedikitpun.
Pertemuan mereka pun semakin jarang,mereka di sibukkan oleh pekerjaan masing-masing.Begitu Kevin pulang dari kantornya,Sita sudah terlelap.Namun saat pagi menjelang Sita sudah pergi bekerja karena ia akan mengerjar targetnya bulan ini.Bonus yang ingin ia dapatkan selama ini sudah ada di depan matanya,tinggal selangkah lagi ia harus berusaha mendapatkannya.Apa lagi pengganti Kevin sebagai asisten nya Tia belum ada yang bisa menggantikannya hingga Sita mengambil pekerjaan Kevin juga.
Pagi ini seperti biasa Sita dan Tia sudah berada di resort mereka berdua berangkat bersama karena Tia si ibu hamil merindukan naik motor bersama Sita.Alhasil Sita harus menjemput Tia kerumahnya.Brian tidak tahu jika istrinya itu naik motor karena ia masih tertidur akibat begadang semalaman.
"Mbak Tia,apa kakinya mulai bengkak"tanya Sita begitu mereka masuk ke dalam liff.Tia terlihat memakai sepatu tapak tahunya sambil berusaha menahan pinggangnya.
"Ngak ko Sita,cuma pegal saja"ucap Tia sambil tersenyum.
__ADS_1
"Coba lihat perutku,sudah kelihatan gendutnya kan"ucap Tia lagi sambil mengelus perutnya.
"Sudah berapa bulan"tanya Sita sambil menyentuh perut Tia.
"Gak ingat aku sudah berapa bulan,karena begitu dia di cetak langsung jadi kok,tapi kalau suamiku yang kamu tanya dia pasti ingat semuanya,usianya berapa bulan?kapan di buatnya?atau di buat dimana?Brian pasti inga itu"ucap Tia sambil nyengir kuda.
"Apaan sih! anak sendiri gak ingat berapa bulan"gerutu Sita.
Liff tampak terbuka pertanda mereka sudah sampai di depan ruangannya.
"Sita,bagaimana denganmu?apa kalian sudah pernah melakukannya?Maksudku malam pertama kalian bagaimana?cerita dong"tanya Tia sambil mengikuti Sita dari belakang karena langkah Sita cukup cepat.
"Kamunya saja mungkin gak bisa merayu Kevin,secara Kevin itu kan dingin banget orangnya.Gak pernah tersenyum lagi,kalau bicara pun seadanya saja"ucap Tia sambil menuju meja kerjanya dan meletakkan tasnya di atas meja.
"Iya memang benar itu,kayaknya cuma aku doang yang cinta sama dia.Tia apa hubungan seperti ini bisa bertahan yah"ucap Sita seraya duduk di kursinya dengan lemas membayangkan hubungannya dengan Kevin untuk kedepannya.
__ADS_1
"Kamu menyesal nikah sama Kevin"tanya Tia namun Sita menjawab dengan gelengan kepalanya.
"Sita,aku minta maaf.Semua ini karena ide konyol itu yang terlintas begitu saja untuk langsung menikahkan kalian berdua.Tapi percaya lah aku bisa melihat kalau Kevin juga mencintaimu.Jadi bersabarlah semua itu butuh proses!"ucap Tia.
"Sekarang yang harus kamu lakukan adalah ,tunggu dia ! Jam berapa pun dia pulang dari kantornya pastikan kau belum tidur.Siapkan segala keperluannya dan cari perhatian darinya.Dengan begitu aku yakin Kevin akan merasa di perhatikan oleh mu."ucap Tia menerangkan.
"Tapi semua keperluannya di kerjakan oleh adik-adiknya.lagian mana bisa aku menahan mataku kalau memang sudah mengantuk."kilah Sita.
"Astaga kau ini.Aku bilang tahan dulu matamu itu.Kerjakan apa yang membuat rasa ngantukmu hilang jangan main ponsel mulu kalau di tempat tidur itu bisa membuat mata semakin lelah.Dan jika adiknya Kevin yang mengerjakan keperluan nya itu mungkin karena mereka segan denganmu,karena mereka merasa kamu cukup lelah bekerja di luar.Jadi mulai sekarang berubahlah Sita,lakukan tugasmu sebagai istri nya Kevin.Karena kamu sekarang adalah nyonya Kevin Wijaksono bukan Sita Pohan lagi"ucap Tia meyakinkan Sita.
"Akan ku lakukan"seru Sita kembali bersemangat.
"Ya sudah apa sekarang kita sudah bisa bekerja?"seru Tia sambil tersenyum.
"Baik boss cantik,kita mulai bekerja hari ini biar cepat pulangnya"ucap Sita semakin bersemangat.
__ADS_1
Mereka berdua kemudian bekerja memeriksa berkas-berkas yang sudah menumpuk dan mengadakan rapat bersama para staf mereka.Juga mereka menyempatkan diri terjun langsung ke lapangan untuk melihat pembangunan area tempat untuk bersantai dengan keluarga atau kerabat jika ingin menginap di resort mereka. Hingga sampai pukul lima sore barulah mereka pulang ke rumah masing-masing.
Terima kasih.