Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 121


__ADS_3

Kasih like sama komen yah apalagi kalau ada 💣💣 like sama 🌷 author pasti senang updete tiap hari.


Happy reading!


Hari ini adalah hari di mana persidangan perceraian antara Brian dan Siska di gelar.Brian dan Siska hadir namun tidak dengan Tia,ia memilih pergi berangkat bekerja dari pada harus menunggu di rumah.Hanya Widia dan Roni yang terlihat menemani Brian selain pengacaranya begitu juga dengan pihak Siska yang menemaninya bukanlah keluarganya maupun kekasihnya melainkan hanya Fardan seorang.Dan setelah selesai acara persidangan perceraian mereka Siska pun memilih pulang ke apartment nya lagi.Dengan rasa kecewa yang mendalam karena Dean tidak ingin menemaninya dengan alasan pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan Siska pun mempersilahkan Fardan untuk masuk ke apartmentnya.


"Fardan ini cek sepuluh milyar,aku mengembalikan uangmu waktu itu"ucap Siska begitu mereka duduk di sofa bersama.Dan inilah alasan Siska menyuruh Fardan ikut ke apartmentnya agar ia bisa mengembalikan uang Fardan.


"Apa kamu sangat serius dengan ucapanku?Bagaimana jika aku tidak menerimanya lagi"ucap Fardan menatap cek itu.


"Fardan jangan mempermainkanku,kamu sendiri yang meminta uang itu kembali"Siska tidak ingin perjuangannya sia-sia untuk mendapatkan uang itu sebab ia sudah mengorbankan anggota tubuhnya untuk itu.


"Siska,ayo kita menikah.Biarkan kita melupakan masa lalu kita dan kita akan memulai kehidupan masa depan yang lebih baik lagi.Dan biarkan aku menebus kesalahanku !"ucap Fardan menatap Siska.


"Fardan aku sudah memiliki kekasih dan lihat cincin ini dia bahkan sudah melamarku"ucap Siska dengan tegas.

__ADS_1


"Jika dia serius dengan mu,mengapa dia tidak datang untuk menemanimu di persidangan tadi"Fardan kembali mengingatkan Siska.


"Dia sangat sibuk Fardan"ucap Siska.


"Siska pikirkan kembali perkataanku tadi.Mari kita menikah setelah itu kita akan hidup bahagia.Bela akan senang jika ia tahu kalau kedua orang tuanya masih ada.Aku menunggu keputusanmu dalam seminggu ini,jika saat itu kamu belum memutuskan apa yang baik untuk kita kamu jangan pernah menyesal karena mulai saat itu aku akan menganggapmu tidak ada dan tidak pernah hadir di hidupku dan aku akan membawa Bela jauh darimu hingga ia tidak akan pernah bertanya lagi siapa ibu kandungnya"ucap Fardan kemudian pergi meninggalkan Siska sendiri tanpa membawa cek yang di letakkan Siska di meja itu.Siska diam membisu memikirkan perkataan Fardan seraya mengelus cincin di tangannya.


"Apa yang harus ku lakukan"gumam Siska.


Sementara di kantor Brian tampak Roni sibuk dengan ponselnya.Berulang kali ia menekan nomer Sefi namun tidak ada tanda-tanda aktif sama sekali dan hanya terdengar suara operator yang menjawab."nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan,silahkan tinggalkan pesan anda setelah nada berikut.Tutt"Roni melemparkan ponselnya hingga ponsel itu hancur dalam sekejap.


Sebelum berangkat ke persidangan perceraian Brian Roni tidak sempat melihat Sefi di rumah itu dan ia mengira jika Sefi masih belum bangun oleh sebab itu ia fokus menyusun dan mempersiapkan berkas yang di berikan Brian.Namun begitu selesai persidangan ia mendengar jika mama Widia sedang bicara dengan Sefi dan menanyakan mengapa Sefi tidak pulang semalam.Hingga Roni memberanikan diri menayakan dimana Sefi saat ini berada kepada mama Widia dan ternyata Sefi pergi mendaki gunung bersama teman-temannya.


"Bisa gila aku jika begini terus,apa aku harus menyusulnya?ucap Roni gelisah namun tiba-tiba pintu di ketuk dari luar.


Tok..Tok.

__ADS_1


"Permisi pak,ini Berkas dari perusahaan yang ingin bekerja sama dengan kita.Pak Brian bilang harus di periksa lebih dulu setelah itu serahkan pada beliau"ucap seorang wanita yang kebetulan bawahan Roni.Roni mengambil berkas itu dan membacanya.


"Gilang Matondang,sepertinya aku tidak asing dengan nama ini"gumam Roni sambil membuka lembaran demi lembaran berkas itu.Kemudian membawa berkas itu ke pada Brian yang kebetulan sedang berbicara dengan rekan kerjanya di ruang rapat.


Roni masuk setelah mengetuk pintu kemudian menghampiri Brian dan membisikkan sesuatu.Brian tampak tersenyum karena sudah menduga jika orang itu dalam waktu dekat ini akan mengajukan kerja sama dengannya.


"Baiklah Tuan sepertinya anda sangat sibuk jadi sebaiknya saya pamit"ucap seorang rekan kerja Brian dan setelah ia pamit dan pergi Roni pun menyerahkan berkas itu padanya.


"Gilang Matondang apa ini pamannya Kevin"tanya Roni yang sudah mengingat siapa pemilik nama itu.


"Benar kak,aku sudah menunggu ia mengajukan kerja sama ini karena saat ini perusahaannya mulai menurun"jawab Brian.


"Baiklah aku sudah paham apa yang ada di pikiranmu,mari kita bermain sedikit dengannya"ucap Roni dan Brian pun menganggukkan kepalanya.


Bestie kasih like sama komen dong....Apa lagi yang bacanya maraton jangan lupa tinggalkan jejaknya yah👍👍👍.

__ADS_1


Terima kasih love sekebon bunga💞💐💐


__ADS_2