
Setelah selesai makan Tia pun pergi di antar Roni sampai di luar kantor karena Tia tidak mau naik mobil.
Tia melajukan motor nya menuju resort.Sementara itu di ruangan Brian tampak Roni sedang menjelaskan kenapa dia tidak mengantar Tia.
"Ayo lah Brian,kenapa kau jadi marah dengan ku,istri mu sendiri yang memilih naik motor nya sendiri,istri mu wanita yang mandiri,aku saja bangga dengan nya,kau tahu suatu saat jika aku menikah,aku akan mencari wanita seperti dia"ucap Roni membela diri.
"Aku sumpahin kau akan mendapat wanita yang sangat manja,dengar itu"ucap Brian sambil membuka berkas yang di tangan nya membaca nya dalam diam namun masih mendengarkan Roni berbicara.
"Aku mau wanita yang mandiri bukan manja,cantik juga tinggi"ucap Roni sambil membayangkan wanita pujaan nya.
"Bagaimana dengan Sefi,semua itu tidak ada pada nya,kau akan membuat nya patah hati"ucap Brian.
"Kenapa jadi Sefi sih,dia itu masih anak kecil"ucap Roni.
"Anak kecil,tapi di embat juga"umpat Brian.
"Hei..dia yang duluan nyosor,yah..aku embat lah"ucap Roni membela diri.
"Brian,ada yang mau aku katakan"ucap Roni lagi.
"Jangan mengalihkan pembicaraan,aku masih marah dengan mu"ucap Brian tanpa menoleh sedikit pun.
__ADS_1
"Astaga kau ini,aku cuma mau bilang tadi Siska kusuma datang"ucap Roni.
"Maksud mu dia datang kemari?"tanya Brian langsung menatap Roni dengan tajam.
"Cih,giliran perempuan saja kau cepat merespon nya"ledek Roni.
"Katakan dia dimana sekarang,kenapa kau tidak suruh dia menemui ku"ucap Brian.
"Sampai segitu nya kau merindukan nya,aku sudah menyuruh nya pulang,kau tahu apa jadi nya jika aku menyuruh nya tadi masuk sementara kau dan Tia sedang bersama"ucap Roni.
"huh,kau benar kak,terima kasih,aku hanya ingin masalah ku dengan dia cepat selesai,mana mungkin aku merindukan nya,jika dia datang lagi suruh dia menemui ku."ucap Brian kembali lagi melihat berkas berkas di depan nya.
"Brian bolehkah aku istirahat setelah ini?"tanya Roni.
"Reno?kenapa dengan dia"ucap Roni terkejut.
"Aku tidak tahu,tapi seperti nya aku mencurigai sesuatu"ucap Brian.
"Apa dia mengambil sesuatu atau dia menipumu dengan kerjasama ini"ucap Roni.
"Bukan kak,sebenarnya aku mencurigai ada masalah apa Reno dan Tia istri ku"ucap Brian.
__ADS_1
deg!
"Jadi Brian juga merasa seperti itu,bukan hanya aku saja yang penasaran"gumam Roni sambil menatap Brian.
"Jika aku bertanya dengan Tia,menurut mu apa dia akan jujur"tanya Brian.
"Tidak salah mencoba dulu,mungkin saja dia juga ingin cerita tapi tidak tahu harus mulai dari mana"ucap Roni.
"Kenapa kau tiba tiba mencugai nya"ucap Roni ingin tahu.
"Apa wajar menyentuh tangan wanita di dalam ruangan yang hanya ada mereka berdua,yah walaupun Tia menepis nya"ucap Brian.
"Wow..kau menguntit nya,sejak kapan kau berubah profesi menjadi penguntit"tanya Roni.
"Sialan kau kak,itu di sana lihat tidak!di ujung sana ada cctv"ucap Brian kesal sambil berdiri meninggalkan Roni di ruangan itu sendiri.
Terima kasih sudah baca karya author.kasih like dan komen yah.
Terima kasih
Terima kasih
__ADS_1
Terima kasih.