
Pintu di buka dan penjaga itu membiarkan Brian dan Tia masuk ke dalam rumah.Mereka di persilahkan duduk oleh Revi adik ke dua dari Kevin.
"Mereka adalah dosen Dea Ananda,aku beri waktu sepuluh menit untuk bicara"salah seorang penjaga memberitahu siapa tamu yang masuk ke rumahnya itu.Setelah penjaga itu keluar,Revi segera memanggil Dea yang kebetulan berada di kamarnya.Dengan berat hati Dea datang menghampiri Brian dan Tia.
"Maaf kalian siapa"tanya Dea yang tidak pernah melihat wajah Brian di kampusnya apa lagi sebagai dosennya.
"Dimana ibu Kinar"tanya Brian seraya berdiri mencari sekelilingnya dan dengan cepat Tia berlari mencari di setiap ruangan.
"Apa yang kalian lakukan?Dengar di luar ada penjaga aku akan memanggilnya jika kalian orang jahat"ucap Revi ketakutan.
"Sayang,ketemu!"ucap Tia saat membuka salah satu pintu kamar dan melihat ibu Kinar berbaring.
"Ayo!Tidak ada waktu menjelaskan pada kalian,sekarang yang kalian lakukan adalah diam saja yang pasti kami bukan orang jahat".ucap Brian menarik tangan kedua adik Kevin itu ikut masuk ke dalam kamar ibu Kinar.
"Astaga,apa yang terjadi"Brian menghampiri ibu Kinar dan menunduk mèngusap wajah ibu Kinar.Kondisi ibu Kinar yang melemah itu pun membuka matanya pelan dan memandang Brian.
__ADS_1
"Ibu Kinar,apa ibu mengenalku?"tanya Brian pelan.
"Kevin,dimana Kevin anakku"hanya itu yang terucap oleh ibu Kinar.
"Sayang,apa yang harus kita lakukan"tanya Tia takut apabila suatu saat penjaga itu masuk dan mencari mereka.
"Tenanglah,aku akan menghubungi kak Roni"Brian mengambil ponselnya dan menghubungi Roni yang sudah menunggu di sekitar rumah itu.
"Kak,bereskan penjaga itu,kita akan membawa ibu Kinar ke rumah sakit"ucap Brian dan langsung memutuskan panggilannya begitu saja.
"Kalian berdua,cepat bereskan pakaian juga berkas-berkas penting,jangan sampai ada yang tertinggal"ucap Brian menatap ke dua adik Kevin.
"Jangan takut,percaya saja pada kami"Tia mengelus rambut Revi dan memeluknya.Brian keluar dari kamar dan menemui Roni yang sudah berteriak memanggilnya.
"Mengapa lama sekali"seru Brian tidak sabaran saat melihat Roni dan anak buahnya berlari menghampirinya.
__ADS_1
"Sibotak itu sangat tangguh,aku sampai kewalahan menghajarnya"ucap Roni seraya menunjukkan luka di lengannya akibat sabetan benda tajam.
"Nanti kita obati,sekarang kita akan membawa ibu Kinar secepatnya"Brian berjalan masuk kembali ke kamar ibu Kinar.Mereka pun menggendong ibu kinar masuk ke dalam mobil Roni dan membaringkannya.
"Bawalah secepatnya dan kami akan mengikuti kalian dari belakang"ucap Brian sambil berjalan menuju mobilnya.Di dalam mobil sudah ada Tia juga Dea dan Revi adiknya Kevin yang menunggunya.Brian masuk dan mengikuti mobil Roni di depannya.
"Hubungi Kevin suruh dia menyusul ke rumah sakit"ucap Brian menatap Revi dari kaca spion mobilnya.
"Kak Kevin tidak akan mengangkat telpon dari ku kak,karena dia tidak ingin bicara dengan kami"ucap Revi pelan.Tampak Brian memijit pangkal hidungnya dengan kasar.
"Biar aku yang menghubunginya"ucap Tia tanpa menunggu jawaban suaminya itu.
Tia menempelkan benda pipih itu di telinga sebelah kirinya,menunggu Kevin menjawab telpon darinya.
"Hallo Kevin"ucap Tia setelah Kevin mengangkat telponnya.
__ADS_1
"Segera kerumah sakit sekarang,aku tunggu secepatnya"ucap Tia dan memberitahu alamat rumah sakit tempat ibu Kinar akan di rawat.
"Sayang,aku akan mengantar kalian dulu ke rumah,biar aku saja yang kerumah sakit"ucap Brian setelah Tia selesai bicara dengan Kevin.Tia hanya mengangguk karena ia juga merasa cukup lelah.