
"Sayang,ada telpon dari Fardan.Apa kamu mau bicara?"tanya Brian saat melihat ponselnya berdering.Tia menutup laptopnya dan menghampiri suaminya itu.
"Angkat saja,mungkin ada yang penting!"Tia duduk di samping suaminya sembari menyandarkan kepadanya di dada bidang suaminya itu.Memejamkan matanya dan menghirup lebih dalam aroma parfum di baju Brian.
"Hallo Fardan,ada apa"tanya Brian sambil melirik Tia yang asyik dengan kegiatannya tanpa terganggu sedikitpun.
"Oh begitu.Baiklah,di rumah ada Siska juga.Kamu boleh datang kerumah sekarang"ucap Brian dan mengakhiri pembicaraan mereka.Brian mengelus rambut Tia dengan lembut dan menunduk lalu mengecup bibir Tia sekilas.
"Apa seperti ini lebih nyaman?"tanya Brian sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Sayang,jangan menggodaku"ucap Tia malu dan membenamkan wajahnya pada dada bidang itu.
"Fardan mau lihat Bela ke rumah.Dan katanya ingin bicara serius dengan Siska"ucap Brian memberitahu jika Fardan ingin datang kerumahnya.
"Aku tahu,cepat atau lambat dia akan membawa Bela dari ku.Bela juga berhak tahu semuanya,Bela berhak bahagia bersama orang tua kandungnya"ucap Tia lirih.
__ADS_1
"Sayang,kamu memang benar.Walaupun mereka membawa Bela bersamanya,kamu juga masih berhak untuk menyayanginya,mengunjunginya juga,karena kalian itu sudah di takdirkan saling menyayangi satu sama lain.Aku yakin Bela itu sangat menyayangimu"Brian memeluk istrinya sambil mengecup kening Tia.Namun tiba-tiba pintu di buka dari luar,Sita masuk tanpa menyapa kedua orang itu dan langsung duduk di kursi kerjanya dengan membuka bukunya sambil membolak-balikkan kertas itu satu persatu.Dengan perasaan yang tidak menentu sambil menghapus sesekali matanya yang sudah tidak tahan membendung air yang ingin mengalir itu.Tia dan Brian tampak bengong melihat tingkah Sita karena tidak biasanya ia bersikap seperti itu.
"Pasti karena Kevin lagi"ucap Tia pelan yang mengerti situasinya.
"Putus cinta?"tanya Brian dengan setengah berbisik.
"Belum di ungkapkan saja sudah ditolak,tapi aku yakin Kevin punya alasan melakukan itu semua"mereka berdua saling berbisik.
"Jodohkan saja sama kak Roni,pasti kak Roni mau"usul Brian dan membuat Tia langsung menolaknya.
"Kenapa tidak boleh sayang,apa kamu menyukai kak Roni"tanya Brian sambil menatap Tia tajam.
"Hais,ngomong apa si !Mana mungkin aku suka sama kak Roni,dia itu sudah aku anggap sebagai kakak aku sendiri.Sayang,matanya jangan gitu,aku takut"ucap Tia sembari menyentuh kedua pipi Brian dan menatapnya lembut.Brian memejamkan matanya sekilas dan kembali menatap istrinya itu namun dengan lembut sembari tersenyum.
"Jadi kenapa tidak boleh Sita di jodohkan sama kak Roni"tanya Brian sekali lagi.
__ADS_1
"Nanti Sefi bakalan patah hati"ucap Tia pada akhirnya.
"Apa mereka pacaran?"tanya Brian tidak terkejut sedikit pun.
"Sayang,kamu gak marah mereka ada hubungan"tanya Tia bingung.
"Ini bahkan kabar gembira,karena sebentar lagi kita bakalan mengadakan pesta si bujang lapuk itu"ucap Brian senang karena dia akan meledek habis-habisan Roni yang sudah termakan omongannya sendiri,kala itu tidak mengakui jika ia tertarik dengan Sefi yang masih belia.Tia masih bingung tak kala Brian sudah menarik tangannya dan mengajaknya pulang.
"Sayang,ayo kita pulang"ajak Brian sambil tersenyum senang.
"Sita,tidak usah memikirkan Kevin,aku akan memperkenalkanmu dengan sepupuku Reno"ucap Brian sambil berjalan menggandeng tangan istrinya itu.Tersenyum pada Kevin yang sudah berdiri di pintu ketika ingin masuk.Ya,Brian sengaja mengeraskan suaranya agar Kevin dapat mendengar ucapannya.
"Hah"Sita masih bergeming tak mengerti dengan ucapan Brian dan beberapa saat tersadar saat Kevin sudah di depannya.
"Jangan pernah berpikir untuk dekat dengan pria manapun"ucap Kevin dingin menatap Sita tajam.
__ADS_1