Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 146


__ADS_3

Happy readingπŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


"Tika,apa kita akan menonton?"tanya Siska saat Tika membawanya ke mall yang cukup terkenal dengan bioskopnya yang megah.Dan mereka berjalan menuju tempat dimana tiket itu di jual.


"Tentu saja,emang kita mau ngapain disini?kalau mau shoping mewah aku gak punya duit,mending kita nonton flim horor biar gimana gitu rasanya!"kekeh Tika saat melihat raut wajah Siska yang bingung.


"Sudah,gak usah bingung!Aku tahu jika kamu tidak pernah nonton flim horor karena kamu lebih suka blue flim kan!Tapi kali ini,aku yakin kamu akan rasakan nuansa yang berbeda"seloroh Tika seraya memesan tiketnya.


"Mbak,tiketnya dua sama minuman dinginnya dua terus makanan riangannya dua juga!"pesan Tika seraya mengangkat jari tangannya dua seraya menatap Siska yang sedang menggelengkan kepalanya.


"Ayo"ajak Tika setelah mendapatkan apa yang mereka mau.Mereka kemudian memasuki bioskop itu dengan berjalan santai.Mereka sudah di tunggu oleh Tia dan Sefi yang memang sudah lebih dulu berada di bioskop itu.


"Tika,kemari!"panggil Tia pelan seraya melambaikan tangannya saat melihat Tika dan Siska datang.


"Nah,itu mereka!ayo kita kesana!"ajak Tika saat ia sudah melihat Tia melambaikan tangannya.


"Kenapa mereka ada di sini?"bisik Siska sambil berjalan di samping Tika.

__ADS_1


"Justru Tia yang menyarankan kita datang kemari.Soalnya itu bumil lagi ngidam mau nonton flim horor"ucap Siska mereka pun menghampiri Tia dan Sefi.


"Apa kami terlambat"seru Tika saat sudah duduk di samping Tia.


"Tidak,flim nya saja baru di putar"ucap Tia seraya menyuruh Siska duduk dengan isyarat tangannya.


"Apa Brian mengijinkanmu menonton di bioskop?masalahnya dia kan seorang yang posesif,apa dia tidak khawatir dengan ke hamilanmu?"tanya Tika.


"Dia sedang meeting di mall ini juga,setelah selesai dia akan menyusul kita kemari"ucap Tia.


"Woi..kalian bisa diam,tidak!"seorang wanita di belakang mereka.Wanita itu mendorong kursi di depannya hingga Tika menoleh kebelakang.


"Galak amat"umpat Tika saat melihat raut wajah wanita itu sudah seperti ingin menelannya.


"Maaf bu"ucap Tika pada akhirnya dan bukannya mendapat jawaban yang pantas ia malah mendengar wanita itu mengumpatnya.


"Enak saja manggil ibu,sejak kapan aku nikah sama bapakmu.Dasar kampungan tidak tahu etika saat di tempat umum seperti ini"umpatnya dengan memandang ke arah empat wanita di depannya dengan sinis.

__ADS_1


Ingin rasanya saat itu juga meremas bibir wanita itu namun Tika menahannya dengan mengelus dadanya seraya mengucapkan mantra mujarapnya.


"Sabar Tika,sabar,sabar"batin Tika.


"Sudah jangan di ledeni,entar ibu itu terkena struk gimana"ucap Siska seraya menoleh kebelakang dengan sinis.


"Apa kamu bilang"ucap wanita itu yang di lihat masih seumuran dengan mereka namun karena kesal mereka pun memanggil wanita itu dengan sebutan ibu-ibu.


"Ciah,jadi naikkan darah tingginya,mana semakin banyak lagi kerutan di wajahnya.Sudahlah bisa gawat nanti jika dia pingsan di bioskop ini"Sefi ikut meledek wanita itu.


"Kalian semua,awas nanti.aku akan kasih kalian pelajaran!"ucap wanita itu seraya keluar dari bioskop itu.


"Tia kenapa kamu diam saja,biasanya juga yang paling suka ribut kalau di bioskop"timpal Tika saat melihat sahabatnya itu diam saja memperhatikan mereka.


"Aku gak mau saja jika anakku nanti mendengar maminya suka ribut,sudahlah mari kita fokus menonton lagi"ucap Tia karena tidak ingin melewatkan sedikitpun flim horor yang di sukainya itu.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2