
Pagi hari yang dingin dengan rintik hujan yang menambah suasana menjadi semakin dingin.Tampak dua sejoli itu masih betah dalam selimut nya enggan untuk melepas pelukannya masing-masing.Suara ketukan pintu terdengar berulang kali dimana Uci dengan rasa takut mengetuk pintu itu sembari mengusap dadanya semoga tuannya tidak marah karena mengganggu tidurnya. Karena tidak kunjung di buka Uci kembali menemui Roni yang sudah menunggu nya di ruang makan sambil minum teh nya.
"Belum bangun juga mereka"tanya Roni saat melihat Uci datang dengan muka kusut.
"Belum tuan....Sepertinya mereka masih tidur,di luarkan hujan tuan jadi dingin gitu"ucap Uci.
"Apa hubungannya dengan hujan"ucap Roni sambil menekan nomor Brian di ponselnya.
"Yah ada dong tuan....Kalau dingin gini kan bisa peluk pasangan kita biar hangat.Oh iya tuankan gak punya pasangan mana tahu tuan masalah begituan"ucap Uci meledek Roni.
"Hng"Roni menatap Uci dengan menggelengkan kepala.
"Hallo..Ini sudah jam berapa.Cepatlah bangun kamu akan berangkat setengah jam lagi kebandara"ucap Roni merasa kesal setelah Brian menjawab telponnya.Brian melihat jam di ponselnya dan membangunkan Tia sembari mengecup bibir Tia berulang kali agar cepat bangun.Tia yang merasa terusik akhirnya bangun juga.
__ADS_1
"Astaga ini sudah jam berapa,kenapa baru bangunkan aku sih"Tia tampak panik dan berlari mencari handuknya kemudian masuk ke kamar mandi tampak peduli Brian mengikutinya masuk kekamar mandi.
"Sayang...Aku mau mandi,kenapa ikut masuk juga"ucap Tia terkejut saat Brian menutup pintu kamar mandi dan membuka bajunya juga.
"Aku juga belum mandi,kita mandi bersama saja"ucap Brian santai seraya membuka pakaiannya.Mereka pun mandi bersama dengan terburu-buru kemudian memakai pakaiannya dengan rapi,setelah di rasa cukup rapi mereka pun turun untuk sarapan bersama Roni yang sudah menunggunya sejak tadi.
"Kenapa lama sekali kalian,sampai lumutan aku nunggu kalian disini"ucap Roni saat Brian dan Tia datang menghampirinya.Brian hanya tersenyum kemudian duduk dan sarapan bersama.
"Sefi mana kak..Kenapa tidak ikut sarapan"tanya Tia pada Roni namun Roni hanya menggelengkan kepalanya saja.Mereka pun sarapan bertiga setelah itu mereka pun berangkat ke bandara terlebih dahulu mengantarkan Brian.
"Berapa hari disana!"tanya Roni seraya melihat kedepan.
"Aku hanya empat hari"jawab Brian tanpa melihat Roni.Brian hanya fokus menatap wajah istrinya sambil mengusap perut Tia dengan lembut.
__ADS_1
"Sayang..jaga dia baik-baik yah!Kamu juga harus makan yang banyak,jangan lupa susunya juga harus di minum"ucap Brian namun Tia hanya menganggukkan kepalanya saja begitu juga Roni hanya tersenyum melihat kekhawatiran Brian pada Tia.Hingga tidak terasa mobil pun sudah sampai di bandara,sebelum Brian keluar dari mobil,dengan lembut Brian memberi kecupan di kening Tia dengan sangat lama,tak ingin rasanya berpisah walau hanya sebentar saja.Tia memeluk suaminya itu dengan erat dan menghirup aroma parfum di bajunya agar hatinya ikut tenang dan membenamkan wajah nya pada dada bidang Brian.
"Aku akan merindukan mu"ucapnya pelan dan Brian pun mengangguk.
"Aku pergi yah"kembali Brian mengecup kening dan bibir Tia walau hanya dengan singkat Tia pun mengangguk dan melepas pelukannya.Setelah Brian masuk ke ruang tunggu,Tia dan Roni pun melanjutkan perjalanannya menuju rumah sakit.
Terima kasih Min....Sudah di tolak tadi....Lama aku nunggu di revisi akhirnya di tolak juga...Aku jadi mikir ulang lagi,sebagian sudah ku hapus.Lelah...
Terima kasih sudah baca karya author receh ini.Kasih like sama komen yah!Lov yu sekebon pisang.
Terima kasih.
Terima kasih.
__ADS_1
Terima kasih.