Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 111


__ADS_3

Setelah sampai di kediaman Alexander Tia turun dari mobil di ikuti oleh Revi dan Dea namun Brian langsung menuju rumah sakit.Tia membawa kedua adiknya Kevin masuk ke dalam rumah besar itu.


"Uci,tolong bawa mereka masuk ke kamar tamu ya,Revi dan Dea ikutlah bersama Uci dia akan menunjukkan kamar kalian "ucap Tia seraya menghampiri Siska dan Fardan di ruang tamu.Revi dan Dea menarik koper mereka masing-masing mengikuti Uci yang sudah berjalan.


"Hai"sapa Tia melambaikan tangannya tepat di depan wajah Siska,begitu sudah di dekat mereka Tia melihat ada rasa kecewa dengan Fardan saat menatap Siska.Mereka duduk saling berjauhan Siska menatap Fardan dengan serius begitu pula dengan Fardan bahkan sapaan Tia tidak di jawab mereka berdua.


"Fardan,apa kamu sudah bertemu Bela?"tanya Tia lagi membuatnya terkejut.


"Aku sudah bertemu Bela tadi dan sempat bermain sebentar,tapi sekarang Bela sedang istirahat lagi"Fardan mengalihkan pandangannya dan sekarang menatap Tia.

__ADS_1


"Tia,aku sudah putuskan membawa Bela berobat keluar Negri.Aku hanya ingin tinggal bersamanya karena hanya dia yang ku punya saat ini,aku mohon ijinkan aku membawanya bersamaku,aku tidak bermaksud memisahkan kalian berdua"ucap Fardan pelan.Siska hanya diam mendengarkannya tanpa melarang sedikit pun.


"Apa Bela mau?kamu sudah mengatakan kebenarannya pada Bela.Bagaimana jika Bela tidak mau?"Tia masih ragu menyerahkan Bela pada orang tua kandungnya.


"Aku mohon,bantu aku mengungkapkan kebenarannya Tia.Aku tidak berani mengatakannya sendiri"Fardan mengubah posisi duduknya bersimpuh di kaki Tia.Fardan sudah mengajak Siska bersama untuk mengakui jika mereka adalah orang tua kandungnya namun Siska menolaknya dengan berbagai alasan.Siska ingin jika Bela sudah besar ia yakin akan mencari ibu kandungnya sendiri.Egois memang sikap Siska tapi itulah kenyataannya ia juga tidak sanggup mengakuinya sendiri.


"Berdirilah Fardan,jangan seperti ini"ucap Tia namun Fardan masih bersimpuh di kakinya.


"Baiklah aku berjanji,sekarang berdirilah"Tia membantu Fardan berdiri kemudian menatap Fardan dan Siska bergantian.

__ADS_1


"Terima kasih"ucap Fardan pelan dan di jawab anggukan oleh Tia.


"Bagaimana dengan mu?Apa kalian sudah menyelesaikan urusan pribadi kalian"tanya Tia saat Siska menatapnya juga.


"Tidak ada lagi yang harus di bahas tentang hubungan ini karena memang pada kenyataannya kami memang tidak memiliki hubungan spesial"ucap Siska enteng tanpa beban sedikitpun.


"Padahal aku sangat berharap kalian bisa bersatu agar Bela memiliki keluarga seutuhnya,namun kalian sudah memilih jalan masing-masing.Berbahagialah kalian pada pilihan kalian sekarang semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi"ucap Tia pelan karena merasa kecewa dengan ke dua orang itu.


"Fardan,aku akan membantumu secepatnya agar kamu bisa membawa Bela berobat dan untuk pemulihannya aku percaya kamu akan memberikan terbaik untuknya"Tia menepuk bahu Fardan pelan kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.Tia masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri setelah itu istirahat.Tidur dengan memeluk guling kesayangannya sembari melihat foto Brian di ponselnya.

__ADS_1


"Aku sangat merindukanmu"ucap Tia mengusap wajah Brian di ponselnya.Tia ingin menelpon Brian namun di urungkan karena ia tidak ingin mengganggu dan ia juga tahu saat ini Brian sedang sibuk mengurus ibu Kinar di rumah sakit.Merasa cukup lelah ia pun tertidur sambil memeluk guling dan ponselnya.


__ADS_2