
Happy reading๐๐๐
Tia berjalan memasuki kamar nya dimana Cristian sudah terlelap.Setelah mengecup kening putra nya itu,Tia berjalan menghampiri suaminya di balkon kamar mereka.Brian duduk sembari memegang ponselnya di telinganya yang tengah berbicara dengan Roni.
"Kak,pulanglah jika pekerjaanmu sudah beres"terdengar suara Brian namun samar-samar saat Tia menghampirinya.
"Bastian bahkan selalu mencarimu,hampir tiap hari semenjak kepergianmu dia selalu merengek memintaku untuk mengajaknya keluar jalan-jalan.Aku jadi heran Bastian itu anak ku atau anakmu"ucap Brian sontak membuat Tia langsung melayangkan cubitan maut di perut Brian.
""Aw,sakit sayang"keluh Brian.
"Makanya kalau ngomong itu di pikirkan dulu"ucap Tia kesal.
"Berikan padaku,aku mau bicara"ucap Tia lagi sembari mengambil ponsel itu dari tangan Brian.
"Kak,apa kamu masih betah di sana?Pulang lah cepat,ada kabar baik untukmu"ucap Tia.
"Masih banyak pekerjaan yang harus ku lakukan disini.Mungkin untuk tiga bulan kedepan,aku masih disini juga"ujar Roni.
"Jangan menghindar kak,papa sudah berjanji untuk tidak menjodohkanmu dengan pilihannya.Jadi kakak sudah bebas memilih siapapun yang akan menjadi pilihanmu"ucap Tia.
__ADS_1
"Untuk sekarang aku sudah tidak peduli akan hal itu,mau sama siapapun papa menjodohkanku,aku akan terima!Tapi untuk saat ini aku masih akan fokus pada pekerjaan dulu"ucap Roni.
"Oh gitu yah"Tia menganggukkan kepalanya walau Roni tidak melihatnya.
"Kak,ini oleh-oleh untuk kalian.Sekalian ada juga buat Bastian dan Cristian"suara Sefi tiba -tiba terdengar di saat Tia masih berbicara di ponselnya.Tia menoleh pada asal suara tersebut dengan tersenyum ia pun menghampiri Sefi tanpa memutuskan sambungan telepon nya.
"Apa aku mengganggu kalian,aku hanya ingin memberika ini pada kakak juga kakak ipar"ucap Sefi.
"Terima kasih sayangku"ucap Tia senang sembari menerima pemberian Sefi namun ia lansung teringat oleh ponselnya yang masih tersambung dengan cepat iapun langsung memutus panggilan itu tanpa peduli Roni mendengarnya atau tidak.
Setelah memberikan oleh-oleh itu,Sefi pun meninggalkan kamar kakak nya itu.
"Sayang,kemarilah"seru Brian.
"Ada apa!"ucap Tia sembari menghampiri suaminya itu.
"Apa anak-anak kita sudah tidur?"Tanya Brian.
"Tentu saja,mereka sudah tidur!"ucap Tia kemudian duduk di samping suaminya itu.
__ADS_1
"Lihat lah sayang,Sefi membelikan parfum untukku"ucap Tia sambil menunjukkan pemberian Sefi tadi.
Brian mengambil parfum itu dari tangan istrinya kemudian menyemprotkannya di leher istrinya itu.
"Wangi sekali"ucap Brian sambil menghirup aroma parfum itu sembari menyondongkan wajahnya pada leher Tia.
"Hmm,wanginya lembut"ucapnya lagi.
"Kamu benar sayang,wangi sekali"timpal Tia.
"Jika anak-anak sudah tidur,apakah kita bisa melakukannya sekarang?"tanya Brian di sela-sela matanya yang terpejam sambil mencium leher istrinya itu.
"Bisakah kita melakukannya di tempat tidur?bukan di balkon"ucap Tia.
"Tidak,aku tidak mau melakukannya di tempat tidur,tuyul kecil itu nanti akan bangun"ucap Brian sembari melirik anaknya yang terlelap.
"Tuyul kecil? "Tia menatap Brian dengan kesal.
"Aku hanya bercanda sayang,Cristian adalah pria nomor tiga di rumah ini yang paling tampan"ucap Brian karena ia adalah pria yang pertama paling tampan.
__ADS_1
"Sudah,jangan lagi mengalihkan pembicaraan.Mari kita bermain di kamar mandi saja"ujar Brian langsung menggendong Tia untuk masuk ke dalam kamar mandi.