
Tia tampak tidur dengan tenang,tadi nya Tia hanya ingin memejamkan matanya hanya sebentar saja karena di perjalanan mereka terjebak macet.Bosan melihat mobil di depan tak kunjung jalan dan Brian yang sibuk bicara dengan Roni membahas pekerjaannya membuat Tia memilih tidur.Brian melajukan mobil nya dengan lambat dan sesekali melihat wajah Tia."Biarkan seperti ini!aku tidak ingin dia mengetahui nya tentang pernikahan ku dengan wanita itu"gumam Brian yang tak ingin Tia menolak nya jika dia tau yang sebenarnya.
Satu jam perjalanan akhirnya sampai lah mereka di butik tersebut.Dan sebelum masuk Brian terlebih dahulu membangun kan Tia.
"Tia kita sudah sampai,ayo turun"ajak Brian menepuk pundak Tia agar terbangun.Mereka pun turun bersama dan berjalan beriringan.
"Selamat siang mbak,kita mau coba gaun pengantin yang sudah di pesan oleh tante Widia"ujar Tia ke salah satu Pelayan butik tersebut.
"Mbak Tia ya"sahut Pelayan tersebut
"Mari ikut saya mbak dan mas nya boleh ke ruang sebelah ya karena sudah di tunggu juga."Pelayan tersebut menunjuk ke ruang sebelah dan Brian pun menghampiri ruangan tersebut.
"Wah,bagus banget ini mbak dan kita akan pilih ini aja,tolong di buka lagi"sahut Tia menyuruh Desainer dan Pelayan tersebut membuka sleting belakang gaun nya.
"Kenapa buru buru di buka!seharus nya keluar dulu kasih lihat calon suaminya"
"Gak usah mbak,ntar kalau nikah kan dia bisa lihat"Tia malas menemui Brian sambil menenteng gaun nya,kan ribet pikir Tia.
__ADS_1
"Langsung di rapikan ya mbak biar sekalian Tia bawa pulang"ujar Tia lagi dan keluar dari ruangan tersebut dan melihat Brian yang sudah duduk menunggu nya.
"Sudah siap"tanya Brian.
"Iya"
"Langsung pulang atau makan siang dulu"
"Langsung pulang saja"sahut Tia dan mereka pulang setelah menerima gaun nya yang di kemas dalam kotak merah persegi panjang tersebut.
Setelah sampai di depan gerbang rumah Tia.Brian menghentikan mobil nya karena Tia menyuruh nya menurun kan nya di depan gerbang saja,terpaksa Brian menurun kan di depan gerbang itu,padahal Brian ingin masuk dan sekalian menemui calon mertua nya."Kenapa"tanya Brian yang bingung dengan Tia.
"Terima kasih"ucap Tia ingin turun sebelum membuka pintu mobil, Brian menarik tangan Tia dan tiba tiba Brian mengecup bibir Tia sekilas dan sukses membuat jantung Tia berdebar.
"Ya,sudah turun lah,aku juga akan ke kantor"ucap Brian."Hmm,baik lah"ucap Tia gugup keluar dari mobil Brian sambil membawa gaun nya.
Setelah mobil Brian menghilang,Tia pun menghampiri abang penjual es cendol yang sedang melayani pembeli nya.
__ADS_1
"Untung si abang cendol belum jauh"guman Tia.Pasalnya dari tadi Tia sudah haus dan membayangkan minum yang segar segar dan kebetulan sudah mau sampai rumah nya ada penjual es yang lewat jadi lah Tia menyuruh Brian menurun kan nya hanya di depan gerbang.
"Bang es nya satu ya,di bungkus dan kasih sedotan nya karena aku mau minum nya sambil jalan"ujar Tia.
"Siap neng"jawab penjual es tersebut.
"Neng tinggal di sini ya"tanya penjual es tersebut sambil membuat es pesanan Tia.
"Iya,itu rumah yang pager biru"jawab Tia menunjuk rumah nya.
"Ooh anak nya bu Rosa ya"tanya nya lagi.
"Kok,tau"
"Ya tau lah neng,ibu itu mah baik banget sama kami para pedagang kecil begini selalu di bantu"ujar nya lagi.
"Ini neng es nya saya kasih bonus satu lagi"sahut penjual es itu ramah.
__ADS_1
"Terima kasih"ujar Tia dan berlalu pergi sambil minum es nya hingga pak satpam membuka gerbang Tia masih minum es nya."pak nanti jemput motor saya di panti ya,ini kunci nya"Tia memberikan kunci motor nya pada satpam tersebut.