Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 84


__ADS_3

Tia mengikuti Brian masuk ke dalam kamar,dengan rasa gugup Tia duduk di ujung tempat tidur.Brian menatap Tia dengan bingung kenapa Tia memilih duduk jauh darinya.


"Mendekatlah"ucap Brian seraya menepuk tempat tidur di sampingnya.


"Maaf..Aku tidak bermaksud menyembunyikan segalanya dari mu karena aku pikir tidak perlu membahas yang sudah lama berlalu.Aku juga tidak memiliki perasaan lagi dengan nya.Jadi aku rasa aku tidak perlu menjelaskannya lagi"tanpa menatap Brian,Tia mengatakannya dengan menunduk.


"Aku sudah tahu,untuk apa menjelaskannya lagi.Jadi kemarilah"ucap Brian tersenyum.


"Hee..."Tia menatap Brian bingung.


"Aku sudah mencari tahu semuanya,mana mungkin suamimu ini tidak tahu masalalu istrinya"Brian mendekat karena Tia masih bergeming di tempatnya.


"Jadi kenapa menyuruhku ikut ke kamar"tanya Tia.


"Masalah Siska.Aku mau tahu kenapa dia meminta uang dua belas milyar pada mu.Apa Siska mengancam mu?ucap Brian menatap sendu istrinya itu.


"Tidak....Dia tidak mengancamku.Itu hanya bayaran nya saja karena aku memintanya mendonorkan hatinya untuk Bela,dia setuju asalkan aku membayarnya"ucap Tia gugup.


"Cih...Wanita itu sudah keterlaluan.Untuk kesembuhan anaknya sendiri dia meminta bayaran?Apa Bela separah itu"tanya Brian.Tia pun hanya mengangguk.Melihat istrinya itu ingin menangis Brian langsung memeluknya.

__ADS_1


"Aku akan membayarnya.Kapan Bela akan operasi"tanya Brian seraya mengusap lembut rambut Tia.


"Seminggu lagi.Sebelum operasi aku harus membawanya terus untuk periksa"ucap Tia.Brian hanya mengangguk namun ponselnya tiba tiba berdering dan Brian pun mengangkatnya tanpa melepas pelukannya.


"Katakan ada apa"Brian menatap istrinya sambil bicara.


"Anak buahku bilang mereka melihat Fardan membawa Siska ke kamar hotelnya kemarin.Aku curiga apa mereka bekerja sama"ucap Roni di seberang.


"Cari tahu secepatnya"ucap Brian tampak berpikir bagaimana Siska mengenal Fardan rekan kerjanya.


"Baiklah"ucap Roni mengakhiri panggilan nya.


"Aku sangat senang Sefi mau tinggal dengan kita.Tapi apa Reno mengijinkan nya karena kak Roni sering menginap disini"ucap Tia.Brian tampak tersenyum.


"Sefi adik aku juga,mana mungkin Roni berani menggodanya.Sefi dan Reno jika pun mereka tinggal bersama mereka tidak akan pernah akur"ucap Brian.


"Bukan Roni yang menggoda Sefi.Tapi Sefi lah yang menggoda Roni.Aku melihat Sefi ada perasaan sama kak Roni"ujar Tia lagi.


"Biarkan mereka menyelami cinta mereka"ucap Brian mencium leher Tia dengan lembut.

__ADS_1


"Sayang....Aku mau"ucap Brian dengan suara berat.


"Mau apa!"dengan sedikit menghindarkan kepalanya Tia menatap Brian.


"Mau makan kamu,mau jenguk anak kita di dalam.Katanya dia rindu sama papa nya"ucap Brian tersenyum melanjutkan kegiatannya.Brian menggendong Tia dan membaringkan nya di tempat tidur.Brian bertumpu pada lututnya seraya membuka semua pakaiannya.


"Astaga"ucap Tia sambil menutup matanya saat melihat milik Brian sudah menegang.


"Kenapa di tutup,lihatlah aku hanya milikmu seorang"ucap Brian membuka tangan Tia agar bisa melihatnya.Brian melahap bibir Tia dengan tangan yang bekerja membuka atasan yang dipakai Tia.


"Aku mencintaimu"ucap Brian sesaat menghentikan ciumannya.Kemudian melanjutkan nya kembali.Menyusuri hingga ke bagian dada dan mengulum ujung nya hingga suara merdu itu pun terdengar.Dengan lembut Brian turun ke bawah hingga ke perut dengan bibir nya sambil berbicara.


"Papa jenguk adek yah"ucapnya seraya turun kebawah lagi dan membuka pakaian bawah Tia.Menariknya dan meletakkannya begitu saja.Brian menunduk dan membuka lebar pangkal paha kemudian memasukkan lidahnya kedalam,mengecap irisan buah di dalam nya dan memainkan lidahnya di dalam.Tia menutup mulutnya menahan gejolak yang ingin keluar.


"Sayang....Aaaaakkhhh....Hentikan aku mau keluar"ucap Tia pada akhirnya seraya menghapit kepala Brian dengan pahanya.Dengan lembut lidah Brian terus bermain di dalam sampai terasa sudah berdenyut hingga mengeluarkan cairan sirup yang manis.Brian menyudahinya saat kaki Tia sudah lemas dan terbuka tidak lagi menghimpit kepalanya.Kemudian Mengangkat kembali kaki Tia ke atas pundaknya dan memasukkan miliknya dengan lembut,Brian bermain sangat lembut karena dia tahu istrinya sedang hamil muda."Aku mencintaimu"ucap Brian seraya mengusap wajah Tia yang terlihat memerah."Aku juga mencintaimu"ucap Tia menyentuh tangan Brian di wajah nya dan menciumnya tanpa menghentikan kegiatan Brian yang sedang menindihnya."Aaaahhhkkkkk....Tia....Aaaaahhhhh.....Aku mencintaimu"ucap Brian saat sesuatu sudah keluar di bawah sana.Brian langsung berbaring di samping istrinya itu dan mengecup keningnya berulang kali.


"Terima kasih sayang...Kamu sudah mencintaiku dan memberikan segalanya untukku"ucap Brian lagi namun Tia hanya mengangguk dan langsung terlelap.Brian bangkit berdiri dan menyelimuti istrinya kemudian pergi membersihkan diri.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2