Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 7


__ADS_3

Rasanya enggan untuk bangun,karena kantuk nya tak kunjung hilang.Tia terpaksa beranjak dari tempat tidur nya.


"Biar mama yang bereskan tempat tidur mu kamu mandi saja"sambil melipat selimut Rosa mengedarkan pandangan nya pada seisi kamar Tia yang jauh dari kata rapi karena kulit kacang dan bungkus makanan berserakan di kamar Tia.


"Anak gadis gak ada rapi nya"gerutu Rosa sambil berjalan keluar."Bik,bibik tolong bersihkan kamar Tia ya"Rosa menyuruh assisten nya untuk membersihkan kamar Tia.


"Segar banget"akhirnya Tia selesai mandi,dan bergegas memakai pakaian kerja nya hari ini hari sabtu.Setiap sabtu Tia selalu membawa acara sebagai penyiar radio dan sekalian ingin bertemu dengan sahabat nya tika.Tia turun dari kamar nya menuju ruang makan,karena melihat mamanya sedang duduk sambil bicara di telpon.Rosa tersenyum melihat putri nya datang.


"Ada kabar bahagia kenapa gak di kasih tau si!"ujar Rosa


sambil menghadapkan kamera seluler nya pada putri nya.

__ADS_1


"Selamat ya sayang,mommy gak nyangka loh kamu langsung terima lamaran Brian"ucap Widia.Rosa dan Widia dari tadi yang membahas pertemuan anak mereka tadi malam.Sebenarnya ke dua wanita itu sempat kecewa karena rencana mereka gagal untuk menguntit anak anak nya.Tapi kabar tadi pagi Brian mengatakan Tia setujuh untuk menikah.


"Menikah!setujuh?lamaran!maksud nya apa ma"sahut Tia yang kebingungan.


"Tia sayang kok muka nya gitu si!Brian sudah kasih tau semua nya dan secepat nya akan tunangan dulu katanya tadi"ujar Widia sambil tersenyum pasal nya dia mengira jika Tia malu.Hingga pembicaraan selesai Tia masih terlihat syok.


"Apa apa an ini aku bahkan belum membuat persyaratan nya"gumam nya dalam hati.


"Sebaiknya aku akan bertanya langsung,tapi dimana kantor nya aku bahkan tidak tau."sambil bicara sendiri Tia melajukan motor nya.


"Telpon,tadi malam dia nelpon"baru ingat jika tadi malam Brian menelpon nya untuk bertemu.Sambil menepikan motor nya sebentar Tia mengeluarkan ponsel nya dari dalam ransel nya.

__ADS_1


Tuuuuttt...pangilan panjang tanda belum di angkat nya sambungan telpon nya.Coba lagi tertera di layar.


Tuuuuttt...sekali lagi tersambung.


"Hallo"di seberang mengangkat.


"Aku perlu bicara dengan mu dimana kamu,kirim alamat mu aku akan ke sana"Tia yang tak peduli lagi langsung bicara.


"Alexander grup lantai sepuluh,jalan xxx."ujar nya. Yang mengangkat adalah Roni pasal Brian sedang rapat di ruangan nya.Sebenarnya dia bingung tapi setelah melihat tertera nama panggilan calon istri,tanpa ragu Roni langsung memberi alamat nya.Perjalanan Tia cukup jauh.


"Satu jam perjalanan,gila ini cukup jauh sampai pegal tangan ku"menggerutu sendiri sambil membuka jaket nya,sampai di lobi Tia bertanya pada resepsionis."Aku ingin bertemu dengan salah satu pengawai di sini di lantai sembilan ingin mengantar berkas ini"sahut Tia.Terpaksa berbohong supaya Tia tidak butuh membuat janji lagi.Dan benar saja Tia langsung di perbolehkan masuk.Tia berjalan menyusuri gedung tersebut dan sampai ke lantai sepuluh.Mulus tak ada yang menghalangi dia masuk karena semua sibuk dengan urusan masing masing.Dan Tia yang melihat ruangan Brian masuk begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2