
Pagi yang cerah tampak dua orang wanita cantik tengah menikmati sarapan nya di balkon tempat mereka menginap.Seorang yang bernama Tere asyik membaca berita terbaru.
"Wow tampan dan cantik mereka terlihat serasi sekali ternyata kau menikah juga,aku patah hati"ucap Tere sambil membaca dari salah satu Aplikasi ponselnya.dimana putra tunggal dari Wanda Alexander telah menikah.
"Apa sih heboh banget"ucap Siska masih cuek karena tidak peduli hidup orang lain.
"Coba lihat ini,Brian Alexander menikah dengan putri dari keluarga Pradipta"ucap Tere sambil memberikan ponselnya.
"Apa !jangan bercanda kamu,maksud mu Brian"ucap Siska tak percaya.Dan membaca langsung berita tersebut.Wajah Siska berubah dan meremas ponsel yang di pegangnya.
"Ini ponselmu"ucap Siska memberikan ponsel milik Tere.
"Apa kau mengenalnya"ucap Tere.
"Tidak"ucap Siska cepat dan pergi meninggal Tere sendiri yang masih duduk di balkon itu dengan bingung.
__ADS_1
"Tidak mengenal nya tapi kenapa wajah nya memerah begitu"Tere bicara sendiri.
Siska masuk ke kamar nya dan berusaha mengubungi Brian namun tak terhubung.
"Sial dia memblokir ku"umpat Siska yang kesal dan melempar kan ponsel nya begitu saja.
"Aku sudah kecolongan,aku pikir dia tidak berani bertindak,awas kau Brian aku akan memberikan mu pelajaran,aaaaggggrrrhh".Siska menghempas kan semua apa pun yang ada di meja hias nya itu.Dan memungut kembali ponsel nya yang terlempar jauh di ujung ranjang nya.
"Aku akan menemui Brian dan akan mengacaukan hidup mu"ucap nya dengan mengertakakn gigi putih nya.Lalu menelpon asisten nya untuk memesan tiket untuk nya pulang ke indonesia.
"Kenapa mendadak,kita masih ada pemotretan besok dan sudah ada janji sama pak Dodi yang tajir itu"ucap Rudi.
"Aku gak peduli,cepat kamu pesan tiket ku"Siska mulai kesal dengan asisten nya itu pasalnya Rudi pun tak mengetahui jika Siska sudah menikah.Rudi adalah asisten baru nya Siska.
"Kita nanti akan ganti rugi"berusaha mengingat kan Siska agar memikirkan lagi niat nya pulang karena nilai yang di dapat dari hasil pemotretan itu cukup lumayan apa lagi jika ada Dodi pasti akan ada bonus yang mereka dapat.
__ADS_1
"Aku bisa memecat mu sekarang juga,jadi jangan membantah ku"ucap Siska sedikit mengancam Rudi.Tidak mau kehilangan pekerjaan nya Rudi pun mengalah"Toh di ATM nya banyak duit nya"gumam Rudi.Karena Rudi juga lah yang di percaya Siska menyimpan segala isi dompet Siska.
"Baik lah akan aku pesan"ucap Rudi mengalah dan Siska pun mengakhiri pangilan nya.Setelah menelpon Rudi asisten nya,Siska keluar dari kamar nya dan menemui Tere yang masih setia duduk menikmati teh nya.
"Kamu kenapa"ucap Tere saat melihat siska duduk di samping nya.
"Aku akan pulang"ucap Siska.
"Kenapa,ada masalah"ucap Tere.
"Tidak,aku hanya mau jenguk Nenek ku saja,aku merindukan nya"ucap Siska berbohong.
"Bagaimana pekerjaan besok,dan kapan akan pergi"tanya Tere yang memasang wajah sedih padahal senang nya minta ampun pasalnya saingan nya berkurang satu.
"Masalah pekerjaan aku akan urus nanti dan aku akan berangkat nanti sore"ucap Siska.
__ADS_1
"aAku jadi sedih gak ada teman"ucap Tere memeluk siska dan tersenyum senang.