
"Tia"pangil Brian dan Tia pun menghenti kan kaki nya lalu menoleh.Melihat siapa yang datang Tia terkejut dan buru buru menghapus air matanya.
"Brian"jawab Tia.Melihat Tia mematung memandang nya,Brian langsung mendekap tubuh Tia.Brian masih bingung bela itu siapa nya Tia tapi yang Brian tau saat ini Tia sangat gelisah,Tia butuh bahu nya.Dan Brian memeluk Tia,mengusap lembut rambut Tia.
"Maaf,tadi pagi aku sudah membaca pesan mu,tapi aku tidak datang"ucap nya sambil menahan isak tangis nya.
"Tidak apa,aku sudah di sini untuk menjemput mu"ujar Brian.
"Harus kah ku tanya kan siapa Bela?apa Bela anaknya Tia?apa Tia sudah pernah menikah? Kalau iya dengan siapa?siapa suaminya dan kemana suaminya"begitu banyak pertanyaan yang ada dalam hati Brian saat ini.
"Aku mengenalnya sejak umur dua tahun,aku sangat menyayangi nya,dia anak yang kuat"suara Tia sangat pelan tapi masih bisa di dengar Brian.Saat ini Brian dan Tia sudah duduk Tia masih betah dalam pelukan Brian.
__ADS_1
"Bela anak yang di tinggal kan ibu nya,setiap kali dia sakit selalu memanggil ibu nya bela merindukan ibu nya."ujar Tia lagi.Membuat Brian memandang Tia,cerita Tia terjawab sudah pertanyaan yang ada di dalam hati Brian.
"Ku pikir Bela itu anak mu"ujar Brian.
"Maksud kamu apa,aku sudah pernah menikah gitu"Tia tampak kesal dan berusaha lepas dari pelukan Brian,tapi Brian semakin mangeratkan pelukan nya.Mata mereka bertemu,Brian yang melihat mata Tia yang masih sayup dan bibir Tia tanpa lipstick tak tahan hingga Brian mengecup lembut bibir tersebut.Dan Tia tampak terkejut matanya membulat sempurna.Brian tampak biasa saja."Bukan begitu maksud ku"ujar Brian.Suara langkah seseorang manghentikan mereka Dan Tia melepaskan pelukan Brian lalu menghampiri orang tersebut.
"Bu Retno sudah urus semua nya".tanya Tia
"Rumah sakit butuh tanda tangan orang tua nya"ujar bu Retno lagi.Lemas sudah Tia mendengar nya.
"Baik lah bu aku akan berusaha mencari keluarga nya"jawab Tia.Kembali duduk di samping Brian.Tia tampak cemas,melihat Brian masih di situ Tia menyuruh Brian pulang,tapi Brian tidak mau pulang duluan.Dan Brian mengambil ponsel dari saku celana samping nya,Brian mengubungi mamanya agar tidak usah menunggu nya dan Tia.
__ADS_1
Dua jam sudah mereka menunggu dan Bela sudah di pindah kan ke ruang rawat.Sedikit merasa lebih baik Tia mengajak Brian pulang dan mereka meninggal kan bela di jaga oleh Siti karena bu Retno juga sudah pulang.
"Kita bisa lihat gaun nya sekarang"tanya Tia setelah masuk ke mobil dan duduk di samping Brian.
"Aku tidak memaksa kan mu sekarang,nanti sore kita bisa pergi melihat nya"Brian melihat Tia jauh dari kata baik tidak ingin membuat Tia kelelahan.
"Tidak apa,pulang dari butik aku akan langsung istirahat",ujar Tia.
"Baik lah"Brian pun melajukan mobil nya menuju butik langganan mamanya.tampak Tia memang kelelahan Tia pun tertidur di dalam Mobil Brian.
"Katanya tidak lelah tapi sekarang ketiduran",ujar Brian yang melihat Tia sudah ketiduran.
__ADS_1