Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 80


__ADS_3

Sementara itu di ruang tamu tampak orang tua dari Tia dan Brian sedang menunggu sambil berbicara apa yang harus di lakukan.


"Ma..Panggil Brian kemari.Kenapa lama sekali dia di kamar.Apa mereka bertengkar lagi"Wanda dengan raut wajah khawatir jika putranya bertengkar lagi.


"Aku akan panggilkan Brian pa!"Widia berjalan menaiki tangga menuju kamar Brian dan mengetuk nya berulangkali.Karena Brian tidak kunjung membuka pintu akhirnya Widia membukanya sendiri.


"Astaga...Anak ini kami sudah menunggu nya lama tapi lihatlah malah tertidur pulas!Sebaiknya aku tidak menggangu mereka".Widia kembali menutup pintu dan keluar dari kamar setelah menelihat anak dan menantu nya itu.


"Brian tidur pah"Widia menghampiri suaminya."Sebaiknya kita pulang saja tidak baik kita mencampuri urusan rumah tangga anak kita.Jika mereka sendiri masih bisa menyelesaikan nya biarkan mereka menyelesaikan nya sendiri"Widia menatap suaminya kesal karena sudah memukul Brian tadi.


"Wanda kau tadi sangat keterlaluan.Mengapa kau memukulnya hingga babak belur begitu"Johan menyampaikan isi hatinya tidak terima juga menantunya di hajar di depan matanya.


"Aku sangat emosi tadi"Wanda tersenyum tanpa merasa bersalah.


"Mbak Widia benar kita pulang saja"Rosa merangkul tangan suaminya seraya mengusap dada suaminya.

__ADS_1


"Tapi aku masih merindukan putri kita ma!"Johan tampak tidak tega meninggalkan putrinya.


"Mama tahu,papa khawatir sama putri kita.Tapi putri kita sudah menikah ada Brian yang menjaga nya.Ayo kita pulang"Rosa mengajak pulang Johan juga Kakek Tia.


"Sekali lagi selamat untuk kita yang akan menjadi nenek!Kami berangkat yah"Rosa pamit pada besan nya itu.Mereka pun pulang dengan mobil masing masing meninggalkan anak anak mereka menyelesaikan masalah nya sendiri.


♡♡♡


"Kalian siapa?"dengan wajah terkejut Siska menghampiri mobil yang menyerempetnya.


"Aku tidak mau.Bagaimana jika kalian orang jahat"Siska masih bergeming di tempatnya sembari melirik ke dalam mobil.


"Aku akan membayar kerusakan mobil anda nyonya.Tapi setelah anda berbicara dulu denganTuan saya"Siska tampak berpikir dan menyetujuinya.Siska masuk ke dalam mobil dan dengan cepat di tutup oleh pria itu.


"Hei....Keluarkan aku!Kenapa kau menguncinya!Dasar berengsek...Aku akan memberimu pelajaran"Siska berusaha membuka pintu mobil itu namun suara bariton seorang pria menghentikannya.

__ADS_1


"Akhirnya aku menemukan mu juga"Pria itu menatap Siska dari atas hingga ke bawah secara intens.


"Siapa kamu?!Aku tidak mengenalmu!Jadi keluarkan aku dari sini"Siska menatap pria itu dengan tajam.


"Menarik!Kau benar benar melupakan ku!Apa kau mau ku ingatkan atau kau mengaku saja".Pria itu tersenyum licik.


"Sumpah aku tidak mengingatmu dan tidak mengenalmu,jadi berhentilah turunkan aku"Siska semakin ketakutan karena mobil sudah melaju meninggalkan mobil nya yang terparkir.


"Ciihh!Dasar wanita.Apa kau sudah lupa dengan cek kosong yang ku berikan padamu.Kau mengisinya sendiri dengan angka yang besar.Sepuluh milyar kau mengisinya sepuluh milyar?Apa kau bilang sudah lupa"Pria itu merentangkan semua jari tangan nya seraya menatap Siska dengan tajam.


"Aku tidak berpikir jika kau akan merampok ku dengan cara yang licik.Aku memang mendapatkan keperawanan mu tapi bagaimana mungkin pelacur sepertimu bisa menipuku"Siska tampak terkejut setelah apayang di katakan pria itu.


"Jadi dia adalah ayah dari Bela?Mengapa aku tidak mengingat wajah nya!Sialan apa karena saat itu aku mabuk"gumam Siska sejenak kemudian tubuh Siska lunglai dan pingsan.


"Astaga...Dia pinggsan lagi"Pria itu pun tidak peduli dan meneruskan membawa Siska ke hotel tempatnya menginap.Pria itu membawa Siska masuk ke hotel dengan alasan istrinya sedang tidak enak badan.Tanpa rasa curiga pelayan hotel itupun mengijinkan nya masuk membawa Siska ke kamar pria itu.

__ADS_1


__ADS_2