Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 51


__ADS_3

Kicauan burung di pagi hari terdengar bersahutan menyambut sinar mentari di upuk timur,semua orang sudah terbangun,ada yang membuat kan sarapan,ada juga yang sibuk membuat teh.para lelaki sudah duduk berkumpul bersama,kedisiplinan dan kekompakan sudah mendarah daging bagi mereka.


"Roni apa mobil nya sudah siap,jangan sampai ada yang ketinggalan"tanya Wanda setelah Roni datang dan duduk di dekat nya.


"Sudah Pah,air juga bunga nya sudah Roni masuk kan juga"jawab Roni.


"Ayo semua nya,kita sarapan,tapi ambil sendiri ya"panggil Lina kepada semua keluarga.


Mereka pun menuju ruang makan dan mengambil masing masing sarapan nya.Ada yang duduk di kursi juga ada yang di karpet kecil yang di bentangkan di ruang makan.


"Kakek,ini bubur nya sudah siap"ucap Tia membawa semangkuk bubur untuk kakek nya yang sudah duduk menunggu nya dari tadi.


"Wah...terima kasih sayang"ucap kakek Tia tersenyum senang.

__ADS_1


"Pelan pelan makan nya yah kek,masih panas bubur nya"ucap Tia sembari memberikan sendok untuk kakek nya.


"Kakak ipar....Kak Brian gak mau ambil sarapan nya sendiri,katanya kakak yang harus buat kan"teriak Sefi dari samping Brian karena Sefi duduk di karpet.Tia pun melihat ke arah Sefi dan Brian.Namun Brian hanya tersenyum kikuk sambil menoyor kepala Sefi berulang kali.


"Kak,apa sih!nanti Sefi oon gimana...Pake noyor segala,Sefi kan menyampaikan isi hati kakak,seharus nya bilang terima kasih kek"ucap Sefi sambil mengusap kepala nya.


Tia pun menghampiri mereka dan memberikan sarapan untuk Brian.


"Kenapa tidak sarapan dari tadi"ucap Tia pelan sembari duduk di samping Brian.


"Tuh kan benar,apa yang Sefi bilang"ucap Sefi meledek kakak nya itu.Namun Brian hanya tersenyum.


"Biar aku ambil sarapan ku juga"ucap Tia ingin berdiri namun Brian mencegah nya.

__ADS_1


"Sayang kita makan dari piring ini saja,nih...Kamu makan sambil suapi aku"ucap Brian sambil memberikan sendok untuk istri nya itu.


"Gak usah malu kakak ipar...Anggap dunia ini milik kalian berdua,yang lain pada ngontrak"ucap Sefi terkekeh.


Akhirnya mereka pun sarapan bersama membuat seorang Reno mengepal kan tangan nya.


"Tia kenapa kau lakukan itu di depan ku"gumam Reno.


Setelah selesai sarapan,keluarga besar Alexander dan Pradipta pun berangkat ke makam kakek Brian untuk jiarah bersama sebelum pulang ke kota mereka masing masing.Setelah sampai di pemakaman mereka pun berdoa bersama dan mencuci wajah mereka dengan air yang sudah di bawa dari rumah dan meletak kan bunga krisan putih kesukaan kakek Brian di pas bunga yang sudah di siap kan di atas makam kakek Brian.Kesedihan masih terasa bagi keluarga yang di tinggalkan namun kehidupan terus berlanjut tanpa menoleh kebelakang,Biar lah semua menjadi kenangan manis,tidak boleh terpaku oleh kesedihan berlarut larut apalagi sampai membuat kesehatan menurun,ada pepatah mengatakan'mati satu tumbuh seribu'itu lah kehidupan ini.


Terima kasih sudah baca karya author,maaf kalau masih ada tipo.Kasih like nya juga yah,kalau mau komen juga boleh.


Terima kasih

__ADS_1


Terima kasih


Terima kasih.


__ADS_2