
Ada di kamar sama Siti,Bela lagi demam,tadi udah di periksa sama dokter"ujar bu Retno.
"Ya udah,Tia ke kamar Bela dulu ya" Tia berlari kecil agar cepat sampai ke kamar Bela.
" Siti,gimana ke adaannya apa demam nya udah turun"menanyakan keadaan Bela setelah masuk dan duduk di samping ranjang mungil milik bela.
"Sudah mendingan non,Bela tadi sempat memanggil mama nya terus,mungkin Bela rindu mamanya"sahut Siti.
Tia hanya mendengarkan siti dan mengangguk tangan nya membelai pipi Bela yang imut.
"Sayang cepat sembuh ya" gumam nya.Belaian tangan Tia membangunkan Bela"aunty Tia"panggilnya.
"Iya sayang ini aunty mana yang sakit"jawab Tia.
"Aunty kapan mama Bela datang,Bela rindu mama,aunty"hati Tia bagai tersayat mendengar pertanyaan bela.
"Mama Bela kan lagi pergi cari uang yang banyak biar bisa bawa Bela biar bela hidupnya tercukupi sayang" Tia menahan air matanya agar tak keluar.
Bela mengangguk tanda setuju jika yang di katakan Tia memang benar tapi sesaat kemudian,"aunty carikan mama Bela,Bela mohon"sambil menangis.
__ADS_1
"Aunty janji akan cari mama Bela,tapi Bela harus sembuh dulu ya!"bagaimana Bela sampai di sini selama ini Tia gak pernah tau dan ibu mana yang tega meninggal kan anaknya di panti.
Hingga sore barulah Bela tidur itu pun karena di temani oleh Tia.
Bu Retno masuk"nak Tia ini udah sore,ibu tadi nelpon dan di suruh pulang".
"Iya bu Tia mau pulang dan tolong temani Bela ya bu" pesan Tia sebelum pulang.
"Bu,apa ada data Bela di panti ini bu"tanya Tia.
"Ada!semua anak ada data nya".
"Kapan nak Tia butuh akan ibu siap kan".
"Secepat nya bu,sekarang Tia pulang dulu,mama sudah nunggu di rumah" Tia pamit dan pergi dari panti dengan motor nya.Tak lupa juga Tia membeli pesanan mamanya.
"Sudah pulang nak,cepat siap siap ya,bentar lagi tamu kita datang"ibu Tia langsung menyuruh Tia ke kamar nya begitu melihat anak gadis nya pulang sambil menata makanan di atas meja.
"Iya ma,dan ini pesanan mama"sambil meletakkan roti pesanan mamanya dan memeluk mamanya dari belakang.
__ADS_1
"Kamu kenapa ada masalah"selidik mamanya.
"Gak ma,cuma mau peluk mama aja".
"Anak mama,kalau ada masalah lebih baik di cerita kan,biar cepat kelar itu masalah"sambil berbalik dan memeluk putrinya.
"Iya ma,Tia siap siap dulu ya"Tia melewati papanya yang baru keluar dari kamar,pak Johan yang melihat itu pun kepo.
"Ada apa ma,mewek gitu muka nya" tanya pak Johan.
"Urusan wanita pah"jika jawaban nya itu maka pak Johan tidak mau bertanya lagi.
"Nyonya tamu nya udah datang"asisten rumah memberi tahu jika tamu mereka sudah sampai.
"Iya bik,buatin minum ya nanti bawa ke ruang tamu"jawab Rosa ibunya Tia.
"Ayo pa kita sambut tamu kita" mengandeng tangan pak Johan.
"Selamat malam Wanda Alexander,apa kabar?"sambut pak Johan sambil mengulurkan tangan nya.
__ADS_1
"Johan Pradipta,kabarku sangat baik,lihat sendiri kan bahkan aku masih lebih tampan dari mu"menyambut uluran tangan pak Johan.