
Setelah menempuh tiga jam perjalanan Roni yang menyetir sendiri merasa
mengantuk.Untuk menghilang kan rasa kantuk nya Roni pun mencari spbu terdekat untuk istirahat sebentar sambil minum kopi di warung samping tempat mobil mereka parkir.Roni keluar dari mobil tanpa membangunkan dua insan yang tertidur namun sesaat setelah pintu mobil tertutup,Brian pun terbangun karena mendengar suara pintu mobil tertutup,dan melihat mobil mereka berhenti lalu melihat sekitar.
"Pasti kak Roni sedang istirahat"gumam Brian,lalu melihat Tia yang tertidur masih pada posisi nya semula Brian mengusap rambut nya dari sedikit membungkuk untuk mencium rambut Tia namun Tia tidak terganggu sedikit pun,lalu Brian melirik jam di tangan nya.
"Sial masih dua jam lagi"umpat nya prustasi karena pergerakan kepala Tia membuat nya tidak tahan.Berlahan lahan Brian mulai menyentuh pipi Tia,menusuk nya dengan jari telunjuk nya dan mulai menunduk lagi ingin mencium nya namun tiba tiba Roni datang dan langsung membuka pintu mobil itu.
"Astaga,sudah tercemar mata indah ku ini,kalau sudah bangun kenapa tidak ikut minum kopi tadi"ucap Roni.Brian yang terkejut melihat Roni datang membawa dua cup kopi dan memberikan nya pada Brian.
"Ini minum dulu,nanti dilanjut kan begitu kita sudah sampai"ujar Roni lagi.
"Suara mu pelan kan,nanti Tia terbangun"ucap Brian sambil menerima kopi dari tangan Roni.
__ADS_1
"Brian apa kau sudah ada rasa untuk nya,apa kau mencintai nya"ucap Roni melihat Brian.
"Ya,kak aku sudah mencintai nya,tapi aku tidak tau bagaimana perasaan nya"ucap Brian pelan sambil meminum kopi nya.
"Berjuanglah"ucap Roni memberikan semangat.dan Brian hanya mengangguk kan kepala nya.
"Apa kita bisa lanjut kan perjalanan ini lagi"ucap Roni lalu melajukan Mobil,Brian tidak tertidur lagi dia berusaha mengajak Roni bicara agak tidak mengantuk lagi.
"Kapan kak Roni menikah"tanya Brian.
"Belum ada jodoh,dan aku masih ingin sendiri"ujar Roni lagi.Disela sela mereka bicara ponsel Tia berdering dan Brian pun mengambil nya melihat siapa yang menelpon Brian ingin membangunkan Tia namun di cegah oleh Roni.
"Angkat saja,kau kan suami nya"ucap Roni.
__ADS_1
"Tapi ini ponsel pribadi nya aku gak akan ikut campur"tegas Brian.
"Siapa yang menelpon istri orang jam segini,kau harus tau juga"ucap Roni.
"Dery,nama nya Dery di sini"ucap Brian menunjuk layar ponsel Tia yang menyala terus.
"Ya sudah,angkat saja siapa tau itu rival mu"ucap Roni terkekeh karena melihat wajah Brian mengeraskan rahang nya.Brian pun akhirnya menjawab panggilan itu.
"Halo Nona,maaf mengganggu aku sudah dapat informasi tentang ibu nya bela"ucap Dery di seberang telpon.
"Ada apa"ucap Brian yang merasa lega karena ia mendengar hanya masalah pekerjaan saja bukan kata kata sayang yang di dengar seperti yang di katakan Roni pada nya tadi yang mengatakan Dery adalah rival nya.
"Maaf tuan,saya akan menelpon besok saja,selamat malam"ucap Dery mengakhiri panggilan nya dan Dery baru sadar jika Tia sudah menikah.
__ADS_1
"Sial kenapa aku lupa jika nona sudah menikah,apa suami nya marah karena aku menelpon larut malam begini"umpat Dery pasalnya Dery sebelum Tia menikah mau jam berapa pun dia mengubungi Tia itu tidak masalah buat Tia.