
Didalam ruangan kakek Brian tampak seorang dokter dan perawat sedang mengecek kesehatan Willy Alexander dengan sesekali melirik ke arah Brian yang duduk sambil memangku laptop nya Brian bekerja dengan serius tanpa terganggu oleh ada nya orang lain di ruangan itu.
Tia langsung duduk di samping Brian begitu melihat ada dokter yang memeriksa kakek Brian.
"Apa mereka udah bangun sayang"tanya Brian menghentikan pekerjaannya sejenak dan menatap istri nya itu.
"Sudah"jawab Tia.
"Apa mereka baru masuk"tanya Tia yang melihat seorang dokter dan perawat sedang memeriksa keadaan kakek Brian.
"Hmm"jawab Brian sambil melihat ke arah dokter tersebut bertepatan dengan dokter itu juga melihat Brian dan tersenyum lalu berjalan ke arah mereka.
"Kenapa dokter nya sekarang cantik banget,apa dokter nya ganti"gumam Tia yang terus menatap dokter itu yang sedang berbicara dengan suami nya.
"Baik lah,seperti yang saya jelaskan tadi,begitu tuan Willy bangun kalian boleh memberikan beliau makan setelah selesai minum obat nya terlebih dahulu dan kami permisi"ucap dokter itu dan keluar dari ruangan kakek Brian bersama perawat itu juga.
"Ada apa sayang"tanya Brian yang melihat istri nya itu dengan mengerutkan kening nya.
"Ada berapa dokter yang menangani kakek"tanya Tia.
__ADS_1
"Ada tiga dokter yang selalu bergantian memeriksa kakek"ucap Brian.
"Oh..Kompak sekali tadi sampai senyum senyum gitu dokter nya"ucap Tia.
"Sayang,kamu cemburu!"tanya Brian menggoda istri nya dengan senang.
"Tidak"jawab Tia menggeleng kan kepala nya dan Tia langsung berdiri ingin Melihat kakek belum sempat Tia melangkah,tangan Tia di tarik oleh Brian dan langsung terjatuh di pangkuan Brian.
"Aku senang,kamu cemburu seperti ini"ucap Brian menyentuh kedua pipi Tia dengan tangan nya yang dingin.
"Kenapa tangan mu dingin sekali"ucap Tia sambil menurunkan tangan Brian dari pipi nya dan menggemgam tangan itu dengan erat.
"Karena aku kedinginan"ucap Brian kemudian memeluk Tia dan ingin mencium istri itu namun terdengar deheman seseorang dan Brian pun mengurungkan niat nya itu.
"Nanti aja mesra mesraan nya,aku sangat lapar"ucap Roni langsung duduk dan mengambil roti lalu melahap nya.
"Itu sarapan ku"ucap Brian ketus tanpa mau menurun kan istri nya dari pangkuan nya.
"Tia buatkan lagi,aku sangat lapar"ucap Roni kemudian meneguk teh Brian hingga habis karena dia meninggalkan teh nya di ruangan Reno tadi.
__ADS_1
"Kak Roni masih mau roti nya,biar aku buat kan"ucap Tia cepat karena Tia ingin turun dari pangkuan Brian,namun Brian menahan nya.
"Biar dia buat sendiri,enak saja nyuruh istri ku"ucap Brian menatap Roni sekilas lalu menatap istri nya lagi.
"Cih!Pelit sekali,cuma roti juga"ucap Roni berdiri dari duduk nya tersenyum senang.
"Tia,aku mau menjemput sarapan,mungkin mama Widia sudah masak,kamu mau aku bawakan"tanya Roni melihat Tia yang tersenyum canggung lalu Tia hanya mengangguk.
"Baik lah,aku pergi dulu dan Brian kalau mau ciuman sebaiknya pintu nya di tutup banyak yang lewat,apalagi kalau Reno yang datang,bisa kepengen dia"ucap Roni tertawa sambil berjalan ke arah pintu dan pergi pulang.
"Sialan kamu kak"teriak Brian.
"Sayang,aku turun ya"ucap Tia yang sudah merasa tidak nyaman dari tadi.
"Cium dulu"ucap Brian.
Terima kasih sudah baca karya author.Kasih like nya juga ya,gratis kok.
Terima kasih
__ADS_1
Terima kasih
Terima kasih.