
Happy reading❤❤
Di kediaman Alexander.
Suara tawa menggema di ruang tamu itu tak kala Reno yang sedang kesal.Reno saat ini merasa kesal saat baby Bastian meluncurkan air mancurnya tepat di wajah Reno,saat Sefi sedang berusaha membuka popok baby itu.Reno yang sengaja ingin menggoda bayi mungil itu malah mendapat semprotan di wajahnya.
"Makanya kak,tadi bukannya sudah Sefi larang untuk tidak menciumnya "goda Sefi namun Reno berusaha membersihkan wajahnya.
"Artinya Reno sebentar lagi akan mengikuti jejak kita juga"ucap Fardan.
"Tentu saja,kak Reno kan sudah 'TUA' juga"tekan Sefi.
"Emangnya Reno mau nikah sama siapa?"tanya Tia ikut tertawa saat melihat Reno masih kesal.
"Cewek resek yang kemarin mungkin"ujar Siska.
"Cewek yang mana,kenapa aku tidak tahu"sambung Brian.
"Yang di bandara waktu itu"ujar Siska mengingatkan.
"Bukankah dia--"ujar Brian sambil menatap Reno.
"Jangan pikir yang aneh-aneh.Aku tidak ada hubungan apa pun dengannya"potong Reno.
"Kak,Sefi gak bisa lanjutkan membersihkannya.Bastian pup nya sangat banyak"Sefi langsung berdiri setelah baru saja membuka popok baby Bastian tersebut.
__ADS_1
"Katanya mau belajar ngurus bayi,baru pup saja sudah nyerah"ucap Tia sembari mengambil alih untuk mengganti popok baby Bastian.
"Anak kecil ngurus anak kecil dong"ejek Tika.
"Sembarangan! Kecil begini sudah bisa buat anak kecil sendiri loh"ujar Sefi sontak langsung mendapat toyoran di kepalanya berulang kali.Namun seorang pria yang sejak tadi hanya diam saja tersenyum simpul mendengar ucapan dari wanita yang di cintainya itu.
"Kak,"renggek Sefi sembari merapikan rambutnya.
"Anak kecil,tahu apa kamu"ucap Reno kesal.
"Sefi sudah bukan anak kecil lagi,Sefi sudah dewasa kak"ucap Sefi.
"Benarkah?kalau begitu duluan lah menikah biar mama gak perlu menuntut aku lagi"ucap Reno menggoda adiknya itu.
"Ckk,sembarangan.Sefi mau selesaikan kuliah dulu kak"ujar Sefi.
"Sama siapa?Sefi gak punya pacar"ucap Sefi pelan.
"Yang kemarin ngantar kamu kemari itu siapa"ucap Tika mulai memanaskan kompor yang sudah mulai berasap.
"Jangan kompor deh!Nanti ada yang terbakar"sambung Tia sembari menahan tawanya.
"Sudah!Sefi mau pulang"Sefi kesal karena sudah menjadi bahan ejekan para kakak nya itu.
"Bastian sayang,onty pulang yah"Sefi mencium bayi mungil itu berulang kali sebelum kembali pulang ke rumah kakaknya Reno.
__ADS_1
"Kak,ayo kita pulang"ajak Sefi sembari melirik kakaknya Reno.
"Roni akan mengantarmu,kakak masih ada perlu sama Brian"ucap Reno yang memang masih ingin membahas sesuatu dengan Brian.
"Aku naik taxi saja"ucap Sefi saat pandangannya beradu dengan Roni.
"Kenapa dia belum beranjak"batin Sefi saat Roni belum juga berdiri dari tempat duduknya.Dengan kesal Sefi pun pamit dan keluar dari rumah itu.
"Kejarlah,sebelum dia pergi jauh"ucap Reno tiba-tiba.
"Baiklah,sekalian aku mau menjemput Lidya"ucap Roni kemudian pergi menyusul Sefi.
"Ada apa dengan mereka"tanya Reno langsung pada intinya setelah melihat Roni dan adiknya sudah pergi.
"Maksudmu?"tanya Brian belum paham apa maksud pertanyaan Reno padanya.
"Sefi biasanya sangat ceria,dia tidak pernah murung dan sekarang bahkan dia pindah ke rumahku.Aku tahu Sefi sejak dulu selalu ingin tinggal bersamamu"ucap Reno.
"Aku juga bisa melihat ada sesuatu di antara mereka"ujar Reno lagi.
"Katakanlah,aku berhak tahu yang sebenarnya tentang adikku sendiri"ucap Reno.
Terima kasih untuk pembaca setiaku.
Maaf tidak update sudah seminggu karena author sedang berduka.Tidak bisa fokus karena pikiran juga hati sedang tidak baik-baik saja.
__ADS_1
Semoga kalian sehat semua begitu juga dengan author di sini.
Terima kasih.