Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 120


__ADS_3

"Sayang"panggil Tia yang belum bisa memejamkan matanya karena membayangkan sesuatu.


"Ada apa,kenapa belum tidur"ucap Brian.Brian yang sedang memangku laptopnya itu karena mengerjakan pekerjaannya kemudian menutupnya dan meletakkan di meja.Brian menghampiri Tia di tempat tidur dan langsung masuk ke dalam selimut.


"Sayang,aku gak bisa tidur,aku sangat lapar"ucap Tia sambil memeluk tubuh Brian.Terlihat Brian sedang melihat jam di dinding kamarnya menunjukkan angka setengah dua belas malam.


"Ayo kita ke dapur,kita cari sesuatu yang bisa kamu makan"ucap Brian sambil menyibakkan selimut dan berdiri.


"Sayang,masak nasi goreng yah.Tapi kamu yang masaknya"ucap Tia ragu dan Brian tampak berpikir.


"Siap big boss.Ayo"ucap Brian namun Tia tidak kunjung mengikutinya dan Brian kembali menoleh kebelakang melihat istrinya masih duduk di tempat tidur.


"Ada apa lagi sih"ucap Brian kembali menghampirinya.


"Gendong"tangan Tia langsung menarik Brian.


"Kenapa tiba-tiba manja banget kamu sayang?tapi aku suka"ucap Brian langsung menggendong Tia seperti koala.Mereka ke luar menuju dapur dan Brian menurunkan istrinya itu duduk di meja.


"Sayang,duduk di sini biarkan aku yang memasak untukmu"ucap Brian sambil mengecup kening Tia.Kemudian Brian mengambil bahan apa saja yang harus di gunakan sesuai intruksi dari Tia karena sebenarnya Brian tidak bisa masak.


"Pakai cabenya dikit saja terus gak usah di buat seledrinya"ucap Tia begitu brian mengeluarkan bahan masakannya dari dalam pendingin.

__ADS_1


"Ada lagi yang kurang,ambilkan telur satu lalu buat telur mata sapi"ucap Tia lagi.


"Ini telur ayam sayang,bagaimana bisa berubah menjadi telur mata sapi"ucap Brian begitu mengambil sebutir telur dan menunjukkannya pada istrinya.


"Telur ceplok atau apalah itu namanya yang penting di goreng"ucap Tia sambil memegang perutnya saat Brian mulai memasak nasi goreng untuknya.Tia sudah membayangkan bagaimana nikmatnya makan nasi goreng buatan suaminya itu.


"Kalian sedang apa,kenapa ribut sekali"Widia terbangun begitu mendengar suara berisik dari dapur,suara sendok goreng yang berdenting karena diadukan dengan wajan penggorengan di tambah lagi suara Brian yang terus bertanya apa saja yang lebih dulu untuk di masak.


"Mama"seru Tia dan ingin turun dari meja tempatnya duduk namun dengan cepat di cegah oleh Brian.


"Eeits..Jangan turun,diam di tempat dan perhatikan suami tampanmu ini yang sedang masak"ucap Brian sambil mencegah Tia dengan sendok penggorengan yang menunjuk ke arah istrinya itu.


"Bisa dong ma!"ucap Brian percaya diri.


"Mama gak yakin deh sama rasanya,sini biar mama bantu"ucap widia ingin membantu anaknya itu.


"Ma,tapi Tia mau makan masakannya Brian"ucap Tia dengan merasa tidak enak hati saat melihat Widia ingin menggantikan Brian.Dan Widia yang mendengar penolakan Tia langsung mengerti.


"Astaga,kenapa mama lupa"ucap Widia yang langsung ingat bahwa menantunya sedang hamil.Widia langsung tersenyum saat melihat Tia sedang menundukkan kepalanya.


"Brian masak yang benar dan sesuai dengan selera Tia.Jangan sampai membuat menantuku kelaparan dan satu lagi selamat mama yakin beberapa bulan ke depan kamu akan kelimpungan tiap malam"ujar Widia sambil tersenyum.

__ADS_1


"Maksud mama apa"Brian belum mengerti namun Tia sudah tersenyum senang melihat kebingungan suaminya itu.


"Istri kamu ngidam di malam hari jadi siapkan dirimu untuk begadang tiap malam"ucap Widia sambil mengisi air hangat ke dalam gelas.


"Benarkah sayang"tanya Brian dan dengan cepat Tia menganggukkan kepalanya.


"Selamat malam sayang,mama tidur dulu yah"ucap Widia pada menantunya itu.Widia kembali masuk ke dalam kamarnya sambil membawa segelas teh hangat untuknya.


"Nasi goreng cinta sudah siap"Brian menyajikan nya di piring dengan telur mata sapi buatannya.


"Apa boleh di makan sekarang"tanya Tia tidak sabaran.


"Silahkan di makan tuan putri"Brian mempersilahkann Tia makan setelah menyuruhnya untuk pindah duduk di ruang makan.Tia memakan makan nasi gorengnya dengan lahap dalam sekejam tidak tersisa.


"Apakah masakanku begitu enak sampai kamu memakannya begitu lahap"ucap Brian memperhatikan istrinya itu.


"Sangat enak sayang,badanku akan cepat gendut jika tiap malam makan masakanmu"ucap Tia sambil mengambil air minum dan meminumnya.


"Terima kasih papa"ucap Tia menirukan suara anak kecil hingga membuat Brian tersenyum.


"Baiklah setelah kamu selesai makan giliran kamu yang aku makan"ucap Brian mengajak Tia kembali ke kamar meninggalkan dapur yang sudah berantakan seperti kapal pecah,biarkan Uci besok pagi terkejut melihat keadaan dapur saat ini.

__ADS_1


__ADS_2