Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 33


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa saat akhirnya kakek Brian selesai di mandikan,mereka semua tampak berbaur satu sama lain,Brian tampak duduk di samping kakek nya sambil memberikan makan,Brian sangat telaten menyuap kakek nya dengan bubur buatan Widia.


"Brian tinggal lah bersama kakek di sini"pinta kakek Brian sambil membuka mulut nya menerima suapan terakhir.


"Bagaimana dengan pekerjaan ku,Brian akan sering datang untuk melihat kakek,sebulan sekali Brian akan datang"ucap Brian meletakan sedok dalam mangkuk keramik karena kakek Brian sudah selesai makan dan Tia yang duduk di samping Brian dari tadi itu pun berdiri mengambil mangkuk yang di letak kan Brian tadi lalu menyimpan nya.


"Ma,Tia keluar sebentar ya"ucap Tia permisi pada mertua nya.


"Mau kemana sayang,biar di temani Sefi ya"ujar Widia.


"Iya kakak ipar,Sefi ikut"ucap Sefi.


"Hanya sebentar ma,Sefi gak usah ikut,itu bangun kan aja kak Roni ganggu dia sampai terbangun"ucap Tia berlalu keluar dari ruangan itu. Tia membiarkan Brian bicara berdua dengan kakek nya,karena Brian bicara sangat serius hingga Brian tidak tau jika istri nya keluar, setelah Tia menutup pintu, Sefi pun beranjak dari duduk nya lalu membangunkan Roni yang tidur seperti kerbau.


"Kak Roni,ayo bangun!aku lapar,ayo kita makan masakan tante Widia"ucap Sefi sambil menarik selimut dari badan Roni,dan Roni mendengar makanan yang di masak oleh Widia langsung beranjak dari tidur nya.


"Ayo makan"ucap nya sontak membuat yang ada di ruang itu tertawa termasuk kakek Brian.


"Mau makan apa kak"ucap Sefi tertawa karena sudah berhasil menjahili Roni,Sefi tau jika Roni sangat menyukai masakan Widia,apalagi sudah sebulan ini Roni tidak makan masakan Widia.

__ADS_1


"Dasar anak kecil,ganggu orang tua aja"ucap Roni.


"Akhirnya mengaku juga kalau udah tua,maka nya cari istri kayak kak Brian"ucap Sefi,Brian yang baru sadar kalau Tia tidak ada di ruangan itu pun langsung bertanya.


"Sefi kakak ipar mu kemana"tanya Brian.


"Satu jawaban,satu lembar"ucap Sefi mengangkat satu jari telunjuk nya.


"Setuju gak"ucap Sefi lagi.


"Hmm kemana pergi nya"tanya Brian.


"Keluar kemana"ucap Brian kesal.


"Dua jawaban,mana ku tau cari aja sendiri"ucap Sefi tersenyum lalu Brian keluar ingin mencari Tia istri nya namun di cegah oleh Sefi.


"Bayar dulu kak,enak aja mau kabur"ucap Sefi membuka lebar telapak tangan nya.


"Dasar mata duitan,nih! Jawaban mu pun gak jelas"ucap Brian memberikan dua lembar uang merah ke tangan Sefi dari dompet nya lalu pergi keluar.

__ADS_1


"Terima kasih kak"ucap Sefi namun tak di hiraukan Brian.


"Apa kabar kek"ucap Roni menghampiri kakek Brian.


"Dasar anak nakal,tukang molor"ucap kakek penepuk tangan Roni.


"Itu salam juga tante sama om mu juga baru datang"ucap kakek Brian lagi.


"Baik lah kek"ucap Roni menghampiri tante dan om Jodi nya.


"Apa kabar tante,om"ucap Roni sambil mencium satu persatu tangan mereka.


"Kami sehat-sehat saja nak"ucap Jodi.Roni sudah menjadi bagian dari keluarga mereka sejak masih kecil.


"Jam berapa tadi om sampai"tanya Roni.


"Kami berangkat jam empat subuh,sampai di sini jam setengah tujuh,itu semua karena adik mu Sefi mengenggek terus supaya cepat-cepat sampai kemari"ucap Jodi mereka pun berbincang layak nya seorang anak dengan orang tua nya.


Sementara itu di ruangan dokter,Tia memeriksakan diri nya yang tampak pusing karena perjalanan di mobil,dan dokter memberikan beberapa resep obat dan vitamin untuk Tia.Lalu Tia keluar dan menuju apotik untuk menebus obat nya,langkah nya terhenti ketika seseorang memanggil nama lengkap nya.

__ADS_1


"TIA RANIA PRADIPTA"panggil seseorang di belakang nya.


__ADS_2