
Happy reading..!
Sudah pukul sebelas malam Sita mulai tidak bisa menahan kantuknya,matanya seolah -olah di tarik paksa untuk terlelap.Sita menahan rasa kantuknya itu sambil menunggu Kevin yang belum pulang dari kantornya.Sesekali ia terlihat menguap sambil merenggangkan tangannya namun bukannya rasa kantuknya menghilang malah semakin ia ingin merebahkan tubuhnya begitu saja.Sita seorang wanita yang selalu menjaga pola tidurnya yang biasanya tidur jam delapan malam kini ia harus begadang hanya untuk menunggu Kevin pulang.
"Aku benar-benar tidak tahan!"ucap Sita bicara sendiri kemudian ia bangkit dari tidurnya dan mencuci wajahnya di kamar mandi.
"Semoga aku bisa tahan"Sita berjalan ke sofa dan menyalakan televisi.Sita memilih menyaksikan sinetron dari pada bengong sendiri di kamar itu.Suara-suara dari televisi membuatnya semakin mengantuk seolah ia sedang di nyanyikan lagu nina bobo dan pada akhirnya Sita pun tertidur.
Berberapa menit kemudian,pintu di buka dan Kevin masuk ke dalam kamarnya.Meletakkan tasnya begitu saja dan membuka sepatunya.
"Mengapa ia tertidur di sofa"gumam Kevin sambil menekan remote untuk mematikan televisi.
Dengan ragu ia menggendong Sita dan membaringkannya di tempat tidur.
__ADS_1
"Astaga,apa dia gak pernah makan?"gumam Kevin saat menggendong tubuh Sita.
"Tapi dia terlihat semakin kurus"dengan pelan Kevin mengecup bibir Sita hingga melu matnya sebentar.Kevin menatap wajah Sita dan tidak ada pergerakan sedikitpun.Setelah Kevin membaringkan Sita di tempat tidur kemudian Kevin masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Dan beberapa saat kemudian ia keluar dari kamar mandi dan memakai baju nya.Rasa penat seharian bekerja di kantor membuatnya ingin sekali cepat-cepat tidur namun niatnya terhenti saat Sita merubah posisi tubuhnya menghadap Kevin.Dengan pelan Kevin mengecup kembali bibir Sita dengan lembut.
"Manis sekali"ucapnya sambil melu matnya kembali.Sita mengalungkan tangannya tanpa sadar membalas ciuman Kevin.
"Aku berharap semua ini kenyataan,Oh indahnya jika ini benar-benar terjadi"gumam Sita dan mengira jika ia sedang bermimpi senyum Sita mengembang dan Kevin melihat senyum itu kemudian Kevin melu matnya begitu lama karena Sita juga membalasnya.
"Aku tidak ingin membuka mataku,aku takut akan kecewa jika semua ini bukan kenyataan"gumam Sita namun beberapa saat kemudian ia membuka matanya lebar-lebar saat mendengar suara Kevin yang cukup jelas baginya.
"Astaga,apa aku ketahuan sudah menciumnya"gumam Kevin.
"Vin,kamu sudah pulangggg"ucap Sita gugup.Kevin terlihat menautkan kedua alisnya karena ia bingung.
__ADS_1
"Kamu pikir sekarang sedang bermimpi"ucap Kevin.
"Maaf,aku kira memang sedang bermimpi,apa kamu sudah makan malam?biar aku siapkan sekarang yah!"ucap Sita menawarkan diri untuk melayani Kevin di ruang makan.
"Ah,selamat syukurlah jika ia mengira semua itu mimpi"gumam Kevin.Karena hampir tiap malam ia mencuri ciuman dari bibir Sita tanpa ketahuan.
"Gak perlu,aku sudah makan di luar"ucap Kevin menatap Sita.Sita terlihat kecewa atas penolakan Kevin.
"Benarkah"ucap Sita.
"Apa kamu baru pulang"tanya Sita namun dengan cepat Kevin merubah posisi tidurnya menjadi terlentang.
"Sudah sejak tadi"ucap Kevin."Aku sangat lelah dan mengantuk,selamat malam!"ucap Kevin sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
"Selamat malam"balas Sita dengan pelan.Sita menarik selimut hingga ke dadanya dan ia pun ikut tidur terlelap.