
Setelah selesai makan bersama, keluarga besar itu masih betah duduk bersama tidak ada seorang pun yang beranjak dari duduk nya namun semua peralatan makan sudah di pindah kan ke dapur.Kakek Tia mulai bercerita mengenang bagaimana persahabatan nya dengan kakek Brian terjalin hingga sampai tua.
"Jika aku boleh meminta pada Tuhan,aku ingin di lahirkan kembali dan menjadi sahabat Willy lagi"ucap kakek Tia.Semua mendengarkan kan dengan rasa haru.
"Kalian tau,mengapa kami sangat ingin menjodohkan Brian dan Tia Rania.Itu karena kami berdua sama sama tidak memiliki anak perempuan,aku memiliki Johan dan dia memiliki Wanda,itulah sebab nya kami memilih jika suatu saat kami memiliki cucu kami akan menjodohkan nya,dan perjodohan mereka sudah kami tetapkan,Brian saat itu masih kecil..entahlah sudah berapa tahun,aku pun tidak mengingat nya namun Tia Rania masih di dalam kandungan"ucap kakek Tia lagi sambil menatap cucu nya yang duduk di samping Brian.Tangan Brian menggemgam tangan Tia,semua keluarga menatap mereka dengan tersenyum dan mengangguk.
"So sweet sekali Kek,aku juga mau di jodohkan sama kak Roni seperti kak Brian sama kak Tia."Ucap Sefi sambil menyenggol Roni dengan siku nya lalu memeluk Lina mamanya di sebelah nya juga.
"Siapa juga yang mau sama anak kecil seperti mu,udah kecil matre lagi" ucap Roni,langsung mendapat cubitan di pinggang nya,karena Sefi duduk di samping nya.Semua jadi tertawa sedikit hiburan melihat Sefi merajuk.
Namun Reno hanya tersenyum terpaksa,Reno tidak terima apa yang sudah di dengar nya cerita dari kakek Tia
"Aku yang pertama mengenal Tia,seharusnya Tia milik ku,bukan Brian"ucap Reno dalam hati,hati nya sakit seketika.
"Baik lah aku mau istirahat dulu,kalian juga istirahat,selamat malam semua nya"ucap kakek Tia yang mulai merasa lelah duduk di karpet itu.Brian dan Roni pun membantu kakek Tia berdiri dan membawa nya ke kamar kakek Tia.
__ADS_1
"Terima kasih nak"ucap kakek Tia lalu berbaring di tempat tidur itu.Kemudian Brian keluar dari kamar itu menemui keluarga nya lagi di ruang keluarga.Namun hanya beberapa orang saja yang masih berbicara di ruangan itu.Orang tua Brian sudah istirahat di kamar nya begitu juga mertua nya,keluarga yang lain juga sudah masuk ke kamar nya masing masing.
Brian pun memutuskan untuk istirahat juga namun Roni memanggil nya.
"Brian"panggil Roni.
"Ada apa"sahut Brian.
"Brian,besok aku di ruang kerja kakek,ada yang harus kita bicara kan"ucap Roni pelan.
"Selamat malam juga"sahut Roni.Brian pun sedikit berlari menaiki anak tangga itu.Brian pun membuka pintu dan melihat Tia sudah terlelap.Brian mengganti baju dan celana nya dan memakai celana pendek dan kaus putih saja.Kemudian naik ke tempat tidur dan masuk ke dalam selimut,Brian menatap istri nya itu sambil mengusap rambut nya.
"Sayang,aku mencintai mu"ucap Brian lalu mengecup bibir Tia dengan lembut,Tia yang merasa terganggu tidur nya membuka mata nya.
"Kenapa"tanya Brian lembut melihat istri nya diam namun Tia menggeleng.
__ADS_1
"Aku hanya terkejut saja"ucap Tia.Kemudian Brian mengulang lagi ciuman nya.Brian mulai merubah posisi nya hingga Tia di bawah nya lalu mengukungnya.
"Sayang..apa kamu lelah"tanya Brian tampak ciuman Brian mulai menuntut namun Tia hanya mengangguk.
"Apa kita bisa melakukan nya,aku janji hanya sebentar"ucap Brian,kembali Tia hanya mengangguk saja.Pasrah dengan apa yang di lakukan suaminya malam itu.Namun bukan hanya sekali,sudah ketiga kali nya Brian melepas kecebong nya di dalam rahim istri nya itu membuat Tia semakin kelelahan hingga tertidur tanpa mengenakan apa pun,begitu juga Brian sudah berbaring di samping istri nya itu,menarik selimut dan menutupi tubuh mereka.
Terima kasih sudah baca karya author,cerita nya aku skip saja yah!takut dapat teguran.
kasih like dan komen juga yah.
Terima kasih
Terima kasih
Terima kasih.
__ADS_1