Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 118


__ADS_3

Di kediaman Alexander.


"Ma,apa ini makan malam biasa maksudku apa ada sesuatu nantinya karena setahu Tia keluarga Mahendra itu sangat kaya,apa mereka mau makan masakan rumahan begini"Tia merasa tidak percaya diri dengan apa yang di lakukannya,memasak untuk keluarga Mahendra yang terkenal angkuh itu di rumahnya saja mereka di layani oleh chef handal.


"Sayang,jika mereka tidak mau menyentuh makanan ini,kita suruh saja pulang.Bereskan!"Ucap Widia enteng tak ingin mempermasalahkan nya agar menantunya itu tidak terlalu memikirkannya.Widia menata makanan itu di meja dan merapikannya agar terlihat sempurna".Walaupun masakan rumahan tapi tidak kalah enaknya dengan masakan seorang chef"batin Widia dengan senang memuji masakkan menantunya itu.Entahlah semenjak hamil Tia memang suka sekali memasak di dapur kegiatannya di habiskan hanya untuk belajar memasak walaupun hanya di pandu oleh buku resep masakan.


Di ruang tamu sudah terlihat keluarga Mahendra baru saja datang dan dengan sedikit berlari Widia menghampiri mereka.


"Apa kabar tuan Candra Mahendra"sambut Wanda Alexander dengan ramah.


"Wanda Alexander,saya sangat sehat sekarang.Lihatlah saya bahkan lebih sehat ketika anda memberi kabar jika anda menerima keputusan saya ini"ucap Candra Mahendra menyambut uluran tangan Wanda.


"Selamat malam nyonya Linda Mahendra,apa kabar! silahkan duduk"ucap Widia mempersilahkan nyonya Mahendra duduk.Sementara seorang putrinya tampak sudah duduk sejak tadi tanpa memperdulikan ke dua keluarga itu sedang berbincang.


"Gadis cantik,siapa namamu"tanya Widia menatap wanita itu tidak senang namun berusaha tersenyum karena melihat tingkahnya tidak sopan.


"Lidya tante"ucapnya sambil memainkan game di ponselnya tanpa melihat lawan bicaranya.


"Lidya yang sopan kamu.Berdiri dan salam mereka"bisik Linda pada putrinya itu.


"Mama,apa itu perlu"renggek Lidya dan kemudian terpaksa menuruti perintah mamanya karena Linda sudah sangat kesal melihat putrinya yang tidak sopan itu.


"Selamat malam semua"sapa Brian ketika baru pulang dari kantor dan di ikuti oleh Roni di belakangnya.

__ADS_1


"Kalian sudah datang,kemarilah"ucap Widia menyuruh kedua putranya itu untuk menyambut uluran tangan Candra dan istrinya.


"Apa kabar Om dan tante"sapa mereka berdua.


"Brian kabar Om sangat baik nak,dan kamu Roni calon menantuku,kemarilah"ucap Candra membuat Roni terkejut.


Deg


"Calon mantu katanya,mati aku tahu begini aku gak bakalan mau ikut tadi"batin Roni mulai tidak enak.


"Roni perkenalkan dia Lidya putri kami yang ketiga dan Lidya ini Roni yang akan menjadi tunanganmu"ucap Candra memperkenalkan Lidya wanita itu masih setia pada ponselnya sambil menjawab ucapan papanya tanpa melihatnya.


"Iya papa,Lidya mendengarnya"ucap Lidya acuh.


"Ini menantuku Tia Rania,istrinya Brian"ucap Widia memperkenalkan Tia yang baru saja datang membawa mampan berisi minuman di dalam gelas dan meletakkannya di meja.


"Wah menatumu sangat rajin sekali,andai saja putriku ini seperti dia"ucap Linda langsung memeluk Tia dengan senang dan Lidya yang mendengar ledekan mamanya sempat melirik sebentar.


"Dia bukan hanya rajin,dia juga sangat baik dan pintar memasak juga"ucap Widia membanggakan menantunya sambil melihat ekpresi Lidya yang sudah mengerutkan keningnya.


"Silahkan di minum teh nya tante"ucap Tia setelah Linda melepas pelukannya.Linda adalah wanita yang sangat baik dan ramah berbeda dengan putrinya yang sangat angkuh meniru sifat papanya karena Candra sangat memanjakan putri ketiganya itu.


Setelah mereka semua duduk barulah Candra mengungkapkan maksud kedatangan mereka ke kediaman Alexander.

__ADS_1


"Aku ingin menjodohkan Roni dengan putriku Lidya,apa kamu keberatan Wanda"ucap Candra sangat antusias karena ia sangat berharap salah satu putra dari keluarga Alexander bisa menjadi menantunya.


"Kalau menurutku ku kita tanyakan saja pada yang bersangkutan langsung,karena aku juga berharap begitu"ucap Wanda dengan senyum di bibirnya.Dia sebenarnya sangat senang jika Roni sudah mendapat jodohnya.Roni diam membisu begitu juga dengan Brian dan Tia yang mengetahui untuk siapa perasaan Roni saat ini.


"Bagaimana nak Roni,apa kamu setuju bertunangan dengan Lidya"ucap Candra namun Roni masih diam menatap ke arah pintu masuk melihat Sefi di sana sudah berdiri mematung.Karena Roni tak kunjung menjawab membuat Lidya yang fokus dengan ponselnya sejak tadi langsung menatapnya tajam.


"Pah,Lidya sudah bilangkan dia gak bakalan mau bertunangan sama Lidya"ucap Lidya pada akhirnya.


"Kamu ini,Roni saja belum menjawab pertanyaan papa"sahut Candra yang masih menunggu jawaban Roni.


Sefi berjalan melewati mereka semua tanpa menyapa mereka namun Widia yang sadar ada seseorang yang berjalan di belakangnya lansung menoleh.


"Sefi,kamu sudah pulang sayang"ucap Widia membuat Sefi menghentikan langkahnya.Brian dan Tia langsung melihat Sefi dan mengerti mengapa Roni diam saja sejak tadi.


"Sayang,bagaimana ini"bisik Tia pelan pada suaminya itu.


"Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi,pasti akan ada yang patah hati"bisik Brian.


"Sayang,kamu cepat ganti baju yah,biar kita makan malam bersama"ucap Widia menghampiri Sefi.


"Iya tante,Sefi ke kamar dulu"ucap Sefi tanpa melihat Roni yang sudah menatapnya sejak tadi.


"Ya sudah nanti kita lanjutkan pembicaraan ini lagi,bagaimana jika kita makan malam terlebih dulu"ucap Widia mengajak mereka makan malam bersama.

__ADS_1


Salam sehat selalu buat para pembaca setia Tia Rania Dan Brian.


__ADS_2