
Disebuah kantin di ujung rumah sakit tampak Brian,Tia dan Fardan sedang duduk di kursi panjang dan berbicara apa yang terjadi pada Siska.Brian menjelaskan pernikahannya dengan Siska dan anak yang di tinggalkan Siska yang saat ini sedang di operasi.Fardan tampak menyesal apa yang terjadi beberapa tahun yang lalu dimana dia dengan sengaja melakukan nya hingga tanpa Fardan tahu Siska hamil anaknya.
"Jadi apa hubungan mu dengan nya,kenapa kau begitu khawatir dengan Siska"tanya Brian.
"Aku tidak tahu Siska akan hamil.Aku masih ingat akulah yang pertama melakukannya pada Siska.Setelah malam itu dia pergi membawa cek kosong yang sudah aku tanda tangani.Dia mengisi cek itu dengan nilai yang tidak wajar,dia merampokku dengan halus.Sejak saat itu aku terus mencarinya namun saat acara di rumah kalian aku melihatnya lagi,dan mulai saat itu aku mengikutinya dan mengancamnya untuk mengganti rugi uang yang dia ambil.Aku tidak tahu jika dia punya anak dariku bahkan dia membuangnya di Panti asuhan dan saat ini dia sedang sakit parah"Fardan tidak tahan hingga dia menitikkan airmatanya.
"Penyesalan akan berguna jika kalian menyadarinya"ucap Tia dingin menatap kedua pria di depan nya.
"Sayang...Aku benar benar menyesal dan aku akan memperbaiki semuanya"ucap Brian mengusap punggung tangan Tia.
"Aku juga menyesal,aku akan menikahi Siska jika operasinya selesai dan akan membawa Bela bersamaku"ucap Fardan.
"Tidak bisa begitu!Jika kalian ingin menikah...Ya menikah saja jangan ambil Bela dariku!Aku tidak mau"ucap Tia dingin.
__ADS_1
"Sayang jangan begitu!"ucap Brian terhenti karena ponsel Tia berdering.Tia pun mengangkat ponselnya dan menjauh dari Brian dan Fardan.
"Hallo,Sefi ada apa?"jawab Tia.
"Kakak ipar....Aku sudah sampai di rumah,tapi mbak Uci bilang kakak di rumah sakit.Kakak di rumah sakit mana biar Sefi datang"tanya Sefi.Tia pun memberitahu Sefi dimana dia berada dan mengakhiri panggilan nya begitu saja.
Dirumah tampak Sefi sedang menyiapkan makanan untuk Tia dan juga beberapa bungkus roti juga turut di masukkan ke dalam tempat bekal yang akan di bawanya kerumah sakit.Reno yang baru saja keluar dari kamarnya menuju dapur melihat adiknya sedang sibuk di dapur.
"Ngapain kamu,baru nyampe di rumah ini sudah membuat dapur kacau saja"ucap Reno sambil mengambil air minum dan menuangnya dalam gelas.
"Aku mau ke rumah yang baru ku beli itu,aku mau lihat dulu apa ada yang mau di perbaiki"ucap Reno.
"Makanya beli rumah itu yang baru jangan yang bekas"ledek Sefi dan langsung mendapat lemparan tomat di kepalanya.
__ADS_1
"Kak...Kenapa pakai tomat sih lemparnya,Sefi paling senang kalau di lempar pakai duit"ucap Sefi seraya mengusap kepalanya.
"Duit mulu yang ada di pikiran mu itu.Kamu mau kemana bawa bekal begitu kayak anak kecil saja"ucap Reno.
"Kerumah sakit"jawab Sefi sambil berjalan melewati Reno.
"Kak..Anterin dong"Sefi berhenti melangkah lalu menoleh ke belakang lagi.
"Suruh Roni saja,aku mau pergi juga"ucap Reno.
"Jangan dong...Aku nebeng sama kakak yah"renggek Sefi mengikuti langkah Reno.
"Kak Tia sedang sakit,apa kakak gak mau sekalian jenguk kakak ipar"ucap Sefi lagi namun membuat Reno menghentikan langkahnya membuat Sefi terjungkal kebelakang.
__ADS_1
"Kak..."teriak Sefi.
"Makanya kalau jalan di perhatikan jangan mulut saja yang bicara.Ayo cepat biar kakak antar ke rumah sakit"ucap Reno sambil berjalan cepat keluar dari rumah.