
"Sayang...Apa kamu ada masalah,kenapa merokok"tanya Tia begitu Brian kembali duduk di sampingnya.
"Tidak"ucap Brian sambil menyuapi Tia makan.
"Apa itu kebiasaan mu"tanya Tia sambil mengunyah makanannya.
"Tidak juga"ucap Brian dan Tia mengambil sendok dari tangan Brian saat Brian ingin menyuapinya lagi.
"Siapa dia"tanya Tia langsung sambil gantian menyuapi Brian makan.
"Kamu tadi menelponnya sambil mengisap rokok mu hingga asap nya naik ke atas seperti awan"ucap Tia lagi seraya memasukkan makanan ke dalam mulut Brian hingga penuh.
__ADS_1
"Sayang....jangan banyak banyak.Eeits...Tunggu!Kamu cemburu ya"ucap Brian sambil mencegah tangan Tia yang ingin memasukkan kembali makanan ke dalam mulut Brian."Dia orang suruhan aku yang ku suruh untuk mencari video yang di simpan Siska yang di gunakan untuk mengancam aku.Karena itu aku ingin mencari tahu segalanya.Aku berharap video itu tidak ada padanya"ucap Brian.
"Apa masalalu mu begitu buruk"tanya Tia penasaran.
"Aku bebas karena aku pria tampan dan kaya raya.Disetiap tempat aku memiliki wanita di sisi ku,mereka tergila gila padaku juga uangku.Banyak dari kalangan model mengejar ku termasuk Siska.Tapi itu masalalu dan sekarang aku sudah berubah"ucap Brian.
"Apa kamu menyentuh mereka semua para wanita mu itu"tanya Tia mulai berkaca kaca.
"Briaaannnn.....Sialan kau"umpat Tia sambil melempar sendoknya pada Brian namun Brian langsung menghindar dan tertawa.
"Sayang...Aku besok akan berangkat ke Jerman"ucap Brian saat tawanya sudah reda.Menggemgam kedua tangan Tia dengan erat seraya menatap istrinya itu.
__ADS_1
"Aku akan ada rapat di sana dan tidak bisa di wakilkan,hanya empat hari.Aku janjì akan cepat pulang"ucap Brian lagi.
"Kenapa mendadak begini"ucap Tia tidak percaya.Bela belum selesai operasi dan dia di tinggal sendiri begini tidak tahu situasi apa ke depannya karena belum ada kabar dari Fardan di rumah sakit.
"Ada masalah dalam kontrak kerja sama dengan rekan bisnis ku di sana.Jadi harus aku sendiri yang menyelesaikan nya.Aku tidak mungkin mengajak mu ikut,sementara kamu sendiri kurang sehat juga Bela masih di rumah sakit.Aku akan minta mama untuk menemanimu di sini"ucap Brian seraya memeluk Tia dan mengusap rambutnya.
"Aku bisa menjaga diriku sendiri,tidak usah menyuruh mama kemari.Kasihan nanti papa tidak ada yang mengurus"ucap Tia pelan.
"Baiklah jaga diri baik baik juga anak kita di sini"ucap Brian sambil mengusap perut Tia dengan lembut.
"Aku akan merindukan mu"Brian mengecup kening Tia berulang kali.Mereka pun menghabiskan malam sambil bercerita sembari menunggu kabar dari Fardan di rumah sakit.Tepat pukul sepuluh malam Fardan pun memberi kabar jika operasi sudah selesai dan saat ini sudah di pindahkan ke ruang rawat atas permintaan Fardan agar dia bisa langsung melihat Bela anaknya.
__ADS_1
"Ayo kita tidur,besok aku berangkat ke bandara setelah aku mengantarmu ke rumah sakit "ucap Brian dan menarik selimut kemudian tertidur sambil memeluk Tia.Nyaman itulah yang di rasakan keduanya saat saat seperti ini akan di rindukan keduanya nanti.