Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 114


__ADS_3

Tia berjalan masuk ke dalam rumah setelah menenangkan diri di taman belakang,hatinya sedikit tenang begitu melihat bintang-bintang di langit.Langkah Tia terhenti begitu melihat tiga orang itu berada di depan pintu kamarnya sedang berusaha membuka pintu itu sambil memanggil namanya.


"Kalian sedang apa"tanya Tia begitu bersuara saat ke tiga orang itu tidak memperhatikannya.Dan mereka pun bersamaan menoleh ke belakang dimana Tia sudah berdiri.


"Astaga,sayang"Brian langsung memeluk Tia karena merasa khawatir.


"Mommy Tia"Bela ikut memeluk Tia walau hanya sampai batas pinggangnya saja.Tia mengusap rambut Bela dengan lembut seraya menatap Siska yang juga ada di situ.


"Kalian bertiga sedang apa di sini"tanya Tia lagi.


"Mommy,Bela mau tidur di samping mommy Tia,Bela gak bisa tidur karena mbak Uci sibuk telponan sama pacarnya"renggek Bela.Tia menatap Siska lagi seakan ingin bertanya juga Siska pun langsung membuka suara.


"Anak kecil minggir dulu,tante juga mau bicara sama mommy Tia mu"ucap Siska ingin menarik tangan Bela namun Bela tidak mau melepaskannya.


"Siska sebaiknya di bicarakan besok saja,aku mau istirahat"ucap Tia pada akhirnya karena Bela dan Brian tidak mau melepasnya.

__ADS_1


"Ya sudah,aku pergi ke kamar ku dulu.Selamat malam"ucap Siska meninggalkan mereka.


"Ayo,Bela mau tidur sama mommy yah!"ajak Tia menarik tangan Bela masuk ke dalam kamarnya.Mereka bertiga tidur bersama setelah Brian membacakan dongeng untuk kedua wanita yang di sayanginya itu.


...****************...


Di apartment Roni.


Sefi tampak merapikan tempat makanan yang di bawanya setelah Roni selesai makan.Jam di tangan nya sudah menunjukkan pukul sepuluh malam,Roni duduk di ranjang sembari melihat Sefi merapikan dan membersihkan sisa makanan nya.


"Kak,Sefi harus pulang ini sudah larut malam"ucap Sefi menghampiri Roni.


"Tugasku masih banyak kak,aku hanya membawanya sebagian saja tadi.Dan besok Sefi ada kuliah pagi"ucap Sefi kemudian duduk di sebelah Roni.Sebenarnya Sefi sudah sangat mengantuk karena tugas nya yang terlalu banyak,ia ingin cepat pulang dan beristirahat.


"Aaakk.."Roni berpura-pura kesakitan saat ia dengan sengaja menekan luka di tangannya.

__ADS_1


"Ada apa kak,Apa begitu sakit "tanya Sefi khawatir.


"Sakit sekali,apa kamu tega meninggalkan aku kesakitan begini?bagaimana jika nanti aku haus,siapa yang akan mengambilkannya untukku"ucap Roni menatap Sefi dengan dalam tersenyum senang di hatinya karena berhasil membuat Sefi bimbang.


"Kemarilah"ucap Roni agar Sefi semakin dekat dengannya.Sefi mendekat dan dengan pelan Roni membaringkannya di sampingnya dengan satu tangannya.


"Kak"panggil Sefi dengan suara seraknya karena Roni memeluk pinggangnya.


"Hmm"jawab Roni sambil menatap wajah Sefi.


"Pakai bajumu,aku tidak mau terjadi lagi seperti waktu itu"ucap Sefi pelan.


"Aku tidak bisa memakai baju ku sendiri,jadi biarkan saja seperti ini.Apa kamu takut aku menerkammu?"Sefi hanya menggeleng.Roni mengecup bibir itu yang sejak tadi sudah menggodanya.Dengan lembut Roni melu matnya hingga keduanya beradu di dalam,menyesapnya berulangkali mengabsen setiap jajaran yang ada di dalamnya."Ah,andai saja tanganku ini tidak sakit aku pastikan aku tidak akan melepasmu malam ini"gumam Roni masih memainkannya dengan lembut.


"Kak"seru Sefi setelah Roni melepaskannya sesaat namun satu tangan Roni sudah membuka kancing kemeja yang di pakai Sefi.

__ADS_1


"Ada apa"ucap Roni dengan napas yang memburu.


"Aku.."belum sempat Sefi meneruskan ucapannya dengan cepat Roni melu mat kembali bibirnya hingga suara aneh keluar dari mulut Sefi membuat Roni semakin semangat melakukannya.


__ADS_2