
Di dalam ruangan rumah sakit tempat kakek Brian di rawat,tampak empat orang itu tengah menyantap makanan nya masing masing,Brian dan Roni makan sambil membicarakan pekerjaan mereka,sementara Tia makan dengan diam dan Reno sesekali menatap Tia dengan kagum.
"Tia ini untuk mu,makan yang banyak"ucap Roni,di sela sela pembicaraan nya dengan Brian,roni menyempat kan bicara dengan Tia.Namun tangan nya di tepuk oleh Brian saat Roni ingin meletakkan sayuran di piring Tia.Brian pun menatap Roni dengan tajam.
"Kondisikan tangan mu kak"ucap Brian menatap Roni dengan dahi mengkerut.
"Apa!Hanya sayur kok"ucap Roni menggeleng kan kepala nya.Reno yang melihat itu pun tak mau kalah.Reno juga mencari perhatian Tia.
"Hmm..Tia aku mau sambel nya"ucap Reno sambil mengangkat piring nya.Tia pun menatap Reno dengan mata melotot.
"Reno..."ucap Brian dan Roni bersamaan dan Reno pun pura pura bingung.
"Kenapa?Ada yang salah"ucap Reno,memandang mereka berdua.
"Aku sudah selesai,kak Roni bereskan nanti ya"ucap Tia mengambil segelas air lalu meminum nya,setelah itu bangkit berdiri dan berjalan melihat kakek Brian.
__ADS_1
"Hah!Kenapa harus aku"ucap Roni.
"Aku juga selesai,kak Roni antar Reno pulang ke rumah jika sudah selesai makan nya"ucap Brian lalu menyusul istri nya.Roni pun menatap Reno dengan penuh tanya.
"Kenapa pulang ke rumah mama Widia"tanya Roni langsung.Pasal nya Reno tidak pernah menginap di rumah keluarga Alexander,biasanya Reno datang hanya untuk bermain sebentar tidak pernah menginap.
"Kenapa?Apa kau keberatan,rumah itu rumah tante ku!Apa yang salah?"ucap Reno.
"Aku merasa ada yang tidak beres"ucap Roni.
"Cepat lah,kenapa lama sekali makan mu"ucap Roni kesal.
"Aku sudah selesai"ucap Reno kemudian mereka membereskan tempat makan nya dan akan membawa nya kembali pulang.
"Brian kami pergi"ucap Roni berjalan duluan keluar dan Reno pun menyusul keluar sambil membawa tas nya.
__ADS_1
Begitu Reno dan Roni pergi pulang,Brian dan Tia pun duduk di sofa samping ranjang kakek Brian sambil mengerjakan pekerjaan nya masing masing.Tia berbicara dengan asisten nya Kevin juga sekretaris nya Sita melalui video call.
"Sita,tolong kamu periksa apa perbaikan di taman sudah di mulai,aku belum bisa pulang"ucap Tia.
"Baik!Aku dan Kevin akan ke sana"ucap Sita,begitu lah yang di dengar oleh Brian walaupun dia juga sibuk mempersiap kan metting nya sebentar lagi,tapi telinga nya masih bisa mendengar dengan siapa istri nya bicara.Brian pindah dari duduk nya ke arah balkon dimana tempat itu sepi,karena tidak ingin mengganggu kakek nya yang tertidur.Brian memulai rapat dengan seorang pemegang saham di Jerman,mereka pun berbicara sembari menunjuk kan beberapa kertas di layar laptop nya dimana mereka rapat juga di hadiri beberapa orang kepercayaan Brian yang ada di jerman.
Drttt...drttt....ponsel Brian berdering saat Tia sudah selesai bicara dengan asisten nya,Brian meninggalkan ponsel nya di sofa.Tia yang melihat Brian sibuk,memutuskan mengangkat ponsel itu.Mak lampir tertera di layar ponsel memanggil.
"Hallo"ucap Tia.
"Ada Brian,aku mau bicara"ucap wanita itu.
"Dengan siapa"tanya Tia.
"Hmmmm...Teman!Yah aku teman nya"ucap nya gugup.
__ADS_1