Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 126


__ADS_3

Seorang wanita dengan balutan daster ala emak-emak zaman now berdiri dengan berkacak pinggang sembari satu tangannya menahan perutnya agar balutan yang ia buat sebaik mungkin itu tidak terjatuh.Rambut panjangnya di ikat ke atas sedemikian rupa bahkan dengan percaya dirinya ia memakai sendal jepitnya berjalan menghampiri Kevin.


"Hentikan semua ini"seru wanita itu lagi sambil mengatur napasnya yang hampir habis karena berlari dari kejaran para penjaga di luar.Ia tidak tahu jika penjaga yang mengejarnya sejak tadi pun kebingungan sebelum berhasil di ringkus oleh Roni dan Brian.Mengapa seorang ibu hamil bisa lari sekencang itu?.


"Siapa kamu,beraninya masuk ke acara pernikahan putriku"ujar Gilang dengan wajah yang marah.Seraya melihat keberadaan penjaga yang tidak satupun ada di tempat itu.Karena Roni dan Brian sudah mengamankan mereka di luar ketika para penjaga itu mengejar wanita hamil itu.


"Maaf pak tua,aku tidak ada urusan dengan dirimu"seru wanita itu tanpa mempedulikan tatapan Gilang yang seakan ingin menelannya hidup-hidup.


"Aku hanya ingin pertanggung jawaban pria itu yang akan menjadi menantumu,dia sudah membuat perutku bagaikan gunung yang mau meletus dan dia ingin lari dari tanggung jawabnya"ujar wanita itu lagi seraya berjalan menghampiri Kevin dan Gracia.Mata semua orang mengikuti kemana arah wanita itu berjalan.


Kevin menatap wanita itu tak percaya,bagaimana ia begitu beraninya masuk ke dalam kediaman Gilang dan mengatakan jika ia sedang hamil saat ini.


"Astaga,ada apa dengan nya dan sejak kapan perutnya jadi besar begitu,Kapan juga aku membuatnya.Gak mungkin juga perutnya di pompa tapi dia sangat cantik apa adanya dengan balutan daster begitu?"batin Kevin dengan tidak memutus arah pandangannya pada perut wanita itu.


"Kamu dasar pria brengsek beraninya menghamiliku dan menikah dengan wanita lain,apa kau tega melihat anak ini lahir tanpa seorang ayah?"tanpa di duga wanita itu menendang Kevin berulang kali dan menghajarnya memukul dengan satu sendal jepitnya."Hei..hentikan"seru Kevin namun tidak membuat wanita itu langsung menghentikan pukulannya malah semakin membuat Kevin terjongkok karena amukan wanita itu.


"Ini kesempatanku menghajarmu,membalasmu karena kau benar-benar pria bodoh,rasakan ini.Dasar pria tidak peka"gumam wanita itu dengan senang.


"Astaga!Sayang ini keluar dari jalur rencana B"ucap Tia pelan sambil menepuk keningnya.Tia berjalan menghampiri mereka sambil menggandeng tangan Brian.Rencana utama mereka tidak bisa di gunakan karena bu Kinar tidak kuat untuk ikut ke rumah itu,penyakit lamanya kambuh lagi sehingga mereka melakukan rencana B namun wanita yang berperan dalam rencana itu sangat menghayati rencananya.


"Sudahlah yang penting pernikahan ini batal,bukan?"ucap Brian santai.


"Tuan Brian Alexander,anda sudah datang?Maaf untuk ketidak nyamanan ini"Gilang langsung menghampiri Brian danTia begitu berjalan masuk ke ruangan itu.Raut wajah Gilang sedetik kemudian berubah begitu wanita itu berlari ke arah mereka.

__ADS_1


"Mau apa wanita ini kemari"gumam Gilang.


"Tia,itu dia pria yang menghamiliku"ucap wanita itu menunjuk ke arah Kevin.


"Tuan bisa jelaskan apa yang wanita ini maksud"tanya Gilang dengan menahan emosinya.


"Maafkan aku tuan Gilang,kehadiran kami di sini selain menghadiri pernikahan putri anda dengan keponakan anda,kami juga ingin mencari siapa pria yang lari dari tanggung jawabnya pada sahabat istriku.Kami tidak menyangka jika pria itu adalah calon suami dari putri anda tuan"ucap Brian dengan serius.Gilang langsung panik rencananya sudah berantakan.


"Sialan kau Kevin,aku akan memberi pelajaran padamu juga pada ibu dan adik-adikmu"gumam Gilang sambil mengepalka tangannya.Gilang belum tahu jika Kinar serta kedua putrinya tidak lagi berada dalam gemgaman nya.


"Tuan Brian saya ingin bicara berdua dengan anda,apa anda bersedia"tanya Gilang membuat Brian langsung menyetujuinya.Gilang dan Brian terlihat serius membahas sesuatu tidak jauh dari tempat itu hanya terhalang oleh kaca besar hingga mereka mengakhiri pembicaraan mereka dengan berjabat tangan.


"Maaf,apa aku bisa membantumu mengobati lukamu"tanya gracia pelan karena takut jika Kevin menolak.Kevin diam sesaat kemudian menganggukkan kepalanya sambil menatap wanita hamil yang berdiri di samping Tia.


"Apa pernikahan kita akan batal?"tanya Gracia di sela-sela ia mengoleskan salep pada tangan Kevin.Kevin kembali menatap Gracia dengan sendu.


"Cia.."panggil Kevin membuat Gracia langsung memeluk Kevin.Gracia sudah tahu jawaban Kevin dari cara Kevin memanggilnya.Cia adalah panggilan kesayangan Kevin padanya ketika kecil dulu itulah panggilan yang di beri Kevin karena ia sudah menganggap Gracia sebagai adik sama seperti Revi dan Dea.


"Kak Kevin,Cia senang kakak memanggil nama itu lagi"seru Gracia seraya menghapus air matanya.


"Aku tahu paman memaksamu melakukan semua ini.Percayalah aku akan membawa kalian bebas dari cengkraman paman Gilang"ucap Kevin seraya mengusap rambut Gracia.


"Awas kamu yah,setelah semua ini selesai aku akan memberimu pelajaran bahkan sampai perutmu membesar seperti itu"gumam Kevin menatap tajam pada wanita yang tengah berbisik tepat di samping Tia.

__ADS_1


"Tia,aku cemburu melihat mereka berpelukan"ucap Sita.Sita adalah wanita hamil itu,ia ikut ambil peran dalam rencana B yang di buat Brian dan Roni.Dan atas bujukan Tia juga Sita mau melakukannya.


"Dia bahkan tidak peduli padaku juga pada perutku yang membesar ini"lanjut Sita sambil mengelus perutnya.Mendengar ucapan Sita yang absur itu Tia langsung mencubit Sita hingga ia menjerit.


"Aauww Tia sakit banget"jeritnya membuat Kevin menatapnya kembali.


"Pegang perut mu dengan kuat jangan sampai terjatuh bisa ambiyar nanti rencana kita"bisik Tia.


"Aku lupa,maaf"ucap Sita sambil mempererat tangannya untuk menahan perutnya.


"Tia,apa aku harus hamil anaknya Kevin saja biar dia jatuh cinta denganku"bisik Sita lagi.


"Otakmu cuci dulu sana pakai deterjen sampai bersih terus kasih pengharum sama pelicin biar kinclong"ucap Tia pelan.


"Emang kain,pakai di cuci segala"ucap Sita.Kedua wanita itu asyik berbicara sambil berbisik dan sesekali terlihat menahan tawanya.


"Sayang"panggil Brian membuat kedua wanita itu terkejut tiba-tiba sudah berdiri di belakang mereka.


"Apa sudah selesai"tanya Tia tidak sabaran ia ingin mendengar apa saja yang di bicarakan Brian dan Gilang tadi.


"Penikahan akan tetap berlangsung,pak penghulu mulailah sekarang"ucap Gilang mengeraskan suaranya.Semua langsung menatap Gilang tidak percaya bagaimana ia memutuskan melanjutkan pernikahan ini sementara Kevin menghamili wanita lain,itulah yang ada di benak mereka masing-masing.


"Bagaimana ini kak"bisik Gracia pelan.

__ADS_1


"Kamu"tunjuk Gilang pada Sita wanita yang berdiri di samping Tia.


__ADS_2