
Happy reading...
Siska tampak merasa canggung saat mendekati Bela dan Tia.Ia kemudian duduk di samping Fardan namun tatapan matanya tidak teralihkan dari Bela.Begitu juga Bela tidak memutus tatapan matanya saat melihat Siska mendekat padanya.
"Aku harus bilang apa?"batin Siska bingung 😕
"Maaf"hanya itu yang terucap dari bibir Siska kemudian menunduk karena ia tidak tahu harus berkata apa pada Bela.
"Sayang, maafkan kami!kami adalah orang tua yang tidak bertanggung jawab.Jujur papa baru tahu hal ini karena mama mu tidak pernah memberitahukan akan kehadiran mu atas kesalahan yang pernah kami perbuat"ucap Fardan.
"Apa pria ini ingin menyalahkan ku?"gumam Siska sambil melirik Fardan dengan kesal.
"Jika sejak dulu mama mu memberitahu jika aku memiliki anak dari nya mungkin papa sudah mencari mu sejak dulu"ucap Fardan lagi.
"Apa kau ingin menyudutkan ku?"tanya Siska pada akhirnya karena ia tidak ingin di salahkan.
"Menurut mu seperti apa?memang semua ini adalah salah mu,bukan?"balas Fardan.
__ADS_1
"Kau tidak tahu apa-apa Fardan.Kau tidak tahu betapa sulitnya aku dulu mencari keberadaan mu!kau pikir mudah mengandung anak tanpa menikah selama sembilan bulan dan aku harus bersembunyi di sudut kota agar semua orang tidak tahu jika aku hamil di luar nikah.Bahkan keluarga ku mengusirku dari rumah hingga saat ini mereka tidak lagi peduli padaku.Semua ini salah siapa?apa ini hanya salahku?kau pikir dengan uang pemberian mu waktu itu cukup untuk aku bertahan?Tidak !Bahkan uang segitu tidak cukup untuk membiayai operasi lahirnya anak mu!"ucap Siska panjang lebar seraya menghapus air matanya yang tidak mau berhenti.
"Kau tidak tahu sulitnya hidup ku saat itu"ucap Siska lagi di tengah-tengah isak tangis nya.
"Bagaimana aku tahu apa yang kau alami waktu itu, karena aku juga sudah mencari mu sampai lama.Tapi apa? kau menghilang begitu saja bagai di telan bumi"ucap Fardan.
"Apa kalian sudah selesai berdebat?"tanya Brian membuka suara.
"Kami tidak berdebat.Aku hanya memberitahu sebenarnya pada pria brengsek ini"jawab Siska sambil berdiri dan memilih duduk menjauh dari Fardan.
"Jika aku pria brengsek lalu kau wanita apa?"balas Fardan tidak mau kalah ikut berdiri mengikuti Siska.
"Aku minta kalian berdua secepat nya untuk menikah!"ucap Brian membuat kedua orang itu terkejut.
"Aku tidak bisa"ucap Siska menolak permintaan Brian.
"Kenapa,apa aku kurang tampan?"timpal Fardan seraya menatap Siska dengan kesal.
__ADS_1
"Aku sudah punya kekasih.Dan kau tidak ada apa-apa nya di banding dengan dia"ucap Siska sinis.
"Dean maksud mu?dia bukan pria yang baik"ucap Fardan.
"Apa bedanya dengan mu"balas Siska.
"Justru sangat berbeda,aku lebih tampan dan lebih kaya dari dia"ucap Fardan berbangga diri.Tampak Siska menatap Fardan dengan intens.
"Memang benar sih.Dia lebih tampan"batin Siska dan sesaat kemudian ia menggeleng pelan kepalanya.
"Begitu kita pulang dari sini, kalian harus menikah secepatnya.Hanya itu cara agar Bela mempunyai orang tua yang utuh agar dia bisa merasakan kasih sayang kalian berdua,bukan begitu sayang?"ucap Tia sambil mengusap rambut Bela.
"Tante Siska sama Om Fardan harus menikah jika ingin Bela memaafkan kalian"ucap Bela dengan pelan.
"Apa kalian mendengarkan nya?"ucap Brian seraya mendekati Tia.
"Sayang, mama minta maaf.mama tidak bisa menikah dengan nya"ucap Siska kemudian pergi meninggalkan mereka semua.
__ADS_1
"Siska,apa yang kau katakan.Jangan pernah kau menyesal jika aku membawa Bela pergi jauh dari mu"teriak Fardan dengan keras.
Bersambung..