
Dinginnya malam yang mencekam hingga menusuk sampai kesendi-sendi di tambah lagi dengan lampu yang hanya menyala dengan redup tampak Roni sedang meringkuk di sofa ruang tamu menahan dinginnya udara malam hari tanpa sehelai selimut.
"Sial!Dingin sekali,aku tidak tahan"umpat Roni sembari berjalan menuju kamar Sefi.Mencoba membuka kamar Sefi namun terkunci dan lagi-lagi Roni mengumpat dalam hati.Roni berusaha mencari jalan keluar dengan melompat pada jendela kamar Sefi yang kebetulan tidak terkunci karena kecerobohan Sefi yang membuka jendela itu tadi sebelum tidur untuk menghirup udara malam.Senyum Roni terbit tak kala melihat Sefi tengah terlelap sembari memeluk bantal gulingnya.Dengan perlahan Roni naik ke atas ranjang dan menyingkirkan bantal guling itu dan masuk ke dalam selimut kemudian memeluk Sefi dengan erat seraya menatap wajah Sefi yang tanpa di sadari mulai mengecup bibir Sefi dengan lembut.
"Ah nyaman nya!Tidurmu nyenyak sekali sementara aku kedinginan di luar sana"ucap Roni pelan.
"Rio,kamu dimana?Rio,bangunlah jangan tinggalin aku sendiri"ucap Sefi pelan dengan mata terpejam membuat Roni menatapnya tajam."Rio?Siapa dia?"Gumam Roni.
__ADS_1
"Rio,jangan pergi"Sefi menggigau kembali membuat Roni langsung melahap bibir mungil itu karena sudah berani membuatnya marah.Sefi terbangun saat merasakan ada yang menempel di bibirnya dan sesuatu sudah menghimpitnya dengan erat,karena satu kaki Roni sudah menindih tubuh Sefi.
"Kak!Apa yang sedang kakak lakukan"ucap Sefi berusaha melepaskan diri dari dekapan Roni namun bukannya lepas malah semakin menempel.
"Sefi,kau hanya milikku seorang!Hanya milikku"ucap Roni tidak peduli Sefi yang kebingungan seraya melepas tangan Roni dari pinggangnya.
"Aku hanya ingin menghabiskan malam ini dengan mu,di luar sangat dingin aku jadi tidak bisa tidur"ucap Roni sambil mengecup seluruh wajah Sefi dengan mesra.Tangan Roni yang dingin sudah mulai terasa hangat karena tangan itu menyusup masuk pada ke dua benda kenyal itu walaupun masih terbungkus oleh penghalangnya.Bibir Roni tidak tinggal diam kembali ia mencium dan mengabsen seluruh yang ada di wajah Sefi membuat Sefi ikut terbuai.Satu-persatu pakaian mereka sudah terbuka,Roni melemparnya ke sembarang arah.Dengan perlahan Roni menarik selimut hingga menutupi tubuh mereka yang sudah polos,mengukung tubuh polos itu di bawahnya sembari menatap mata Sefi dengan intens mengharap persetujuan darinya.
__ADS_1
"Kita hanya pemanasan saja supaya tubuh ini terasa semakin hangat,aku janji tidak akan melakukannya sebelum kita menikah"ucap Roni pelan.
"Kakak janji jangan melewati batas!"tanya Sefi dan Ronipun menganggukkan kepalanya dengan cepat.Roni masuk ke dalam selimut dan menyusuri setiap incinya hingga meninggalkan jejak kepemilikan pada tubuh Sefi.Sefi membungkam mulutnya dengan kedua tangannya di saat merasakan sesuatu tengah mengecap irisan buah sawonya hingga membuatnya merasa terbang melayang.Irisan buah sawo itu di buka dan di celupkan oleh Roni dengan lidahnya,menghisapnya dengan lembut hingga mengeluarkan getah yang berwarna putih.Senyum Roni terbit tak kala melihat wajah Sefi yang merah merona karena menahan malu.
"Bagaimana?Apa mau di teruskan?tanya Roni seraya bangkit naik ke atas mensejajarkan tubuhnya ke atas dan kembali memeluk Sefi dengan mesra.Sefi menggeleng kemudian memeluk Roni dan menyembunyikan wajah merahnya pada leher Roni.
"Tidurlah,aku sekarang sudah merasa hangat"ucap Roni mengecup kening Sefi dan akhirnya mereka terlelap bersama,menarik selimut itu hingga punggung mereka tertutup namun di dalam selimut itu mereka masih sama-sama polos tidak memakai apapun.
__ADS_1