Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 48


__ADS_3

Kedua orang tua Brian dan Roni juga Reno begitu sampai mereka langsung menuju ruangan kakek Brian.Tangisan pilu terdengar dari mamanya Brian,Widia menangis di samping jasad mertua nya itu,rasa kehilangan sangat terasa baginya,bagaimana tidak Widiia lah yang sudah merawat mertua nya itu sejak mertua perempuan nya meninggalkan.Widia yang seorang anak yatim piatu mendapat kasih sayang dari kedua orang tua Wanda Alexander.


"Papa..Kenapa kau tidak meninggalkan sepatah kata pun untuk ku.Papa bilang aku adalah putri mu satu satu nya,tapi mana...Pa...!"tangis pilu Widia membuat semua ikut menangis.Brian masih memeluk Tia istri nya,dan Wanda berusaha menenangkan istri nya itu.


Reno dan Roni keluar untuk mengurus administrasi supaya mereka dapat membawa kakek Brian pulang agar bisa di makamkan.


"Permisi kami harus membawa nya"ucap seorang dokter dan beberapa perawat ikut mendorong masuk ke dalam ambulance hanya Brian dan Reno ikut masuk kedalam ambulance itu.Sementara Widia dan Wanda juga Tia masuk ke mobil yang di bawa Roni.Mereka pun mengikuti nya hingga sampai ke kediaman Alexander.


Begitu sampai di kediaman Alexander,peti jasad kakek Brian pun di bawa masuk ke rumah,di dalam rumah sudah banyak orang yang datang melayat baik dari media,rekan bisnis juga para tetangga.

__ADS_1


"Besok penguburan papa,kami masih menunggu kerabat datang,karena mereka butuh waktu untuk kesini"ucap Wanda Alexander pada beberapa teman media yang meliput nya di temani oleh Brian dan Reno.


Begitu sampai di rumah Tia langsung ke kamar nya untuk mandi dan mengganti pakaian nya dengan warna hitam.Brian pun menyusul nya setelah menemani papa nya tadi.


"Sayang"panggil Brian,saat itu Tia sedang menghubungi keluarga nya agar segera datang.


"Iya"jawab Tia menoleh ke arah Brian.


"Ya baru selesai,mereka sudah berangkat dari rumah,ternyata kak Roni sudah memberitahu lebih dulu"ucap Tia.Brian pun mengangguk.

__ADS_1


"Sayang..Siapkan pakaian ku.Aku mau mandi sebentar"ucap Brian,sebelum pergi mandi,Brian mengecup bibir Tia dengan lembut.


"Cepat lah mandi,akan aku siapkan pakaian mu,tapi aku duluan turun mau temani mama"ucap Tia.Brian pun mengangguk dan pergi mandi sementara Tia menyiapkan pakaian Brian,lalu turun kebawah menemui mama Widia yang masih duduk di samping peti jasad kakek Brian.


"Ma.."Tia ikut duduk di samping mama Widia dan mengusap punggung mertua nya itu,Widia yang menoleh melihat siapa yang mengusap punggung nya itu pun merasa bersalah.


"Sayang...Maafin mama sampai lupa sama kamu,kamu baik baik saja kan"ucap Widia memeluk menantu nya itu.Widia sangat khawatir tadi ketika di mobil Widia sempat melihat Tia muntah karena tidak kuat dengan bau mobil apa lagi tadi sempat mencium bau formalin.Namun widia yang masih lemas tidak mampu membantu menantu nya itu walaupun hanya mengambil tisu.


"Tia udah gak apa apa ma"ucap Tia menatap mertua nya itu lalu menghapus air matanya.

__ADS_1


"Ma,jangan menangis lagi,kakek sudah tenang di sana"ucap Tia lembut,memberi semangat pada mertua nya sementara dia sendiri juga menangis,dasar konyol,mereka berdua jadi sama sama menangis.


__ADS_2