
Kehadiran Dena mampu mengusik hati seorang Siska.Pilih kasih itu yang dapat di rasakan oleh Siska.
"Kau mengusirku?siapa kau yang berani mengusirku Dena?kau jangan pernah ikut campur masalah ku.Pergi sana masuk ke kamar mu.Dasar kutu buku!"ucap Siska.
Siska mendorong Dena yang ingin memapah papa nya.
"Kak,apa yang kau lakukan?papa lagi sakit kak!"ucap Dena berusaha menarik tangan Siska.Namun Siska mendorong nya kembali hingga kepalanya terbentur dinding.
"Siska hentikan nak!"ucap Yana.
"Siska kau memang tidak tahu diri.Kau...bu..kan..a..nak..ku"ucap Yogi berbata bata menahan sesak di dada nya.
"Apa maksud mu,kalau aku bukan anak kalian?"tanya Siska sambil menarik kerah baju Yogi yang sudah tidak berdaya.
"Siska kau sudah keterlaluan.Selama ini kami sudah diam saja karena ulah mu.Mulai sekarang aku melepas nama Kusuma di belakang nama mu,jadi pergilah cari orang tua kandung mu"ucap Yana menunduk sambil mengusap kepala Dena yang berdarah.
"Orang tua kandung ku?"tanya Siska lagi tanpa melepas tangan nya.
"Ya..kau bukan anak kandung kami.Kau kami adopsi dari Panti Asuhan yang sama tempat anak mu tinggal sekarang."Ucap Yana lagi membuat Siska mematung dan melepaskan tangan nya dari leher baju Yogi.
"Mah..panggil ambulans.Papa sudah kesakitan."ucap Dena tanpa perdulikan luka nya.Kemudian Yana berlari mengambil ponsel nya yang terletak di meja makan.Menghubungi mobil ambulans.
__ADS_1
Siska berjalan sempoyongan keluar dari rumah itu tanpa peduli kekacauan yang sudah di perbuat.Yogi Kusuma sudah di bawa ke rumah sakit oleh Yana dan Dena.
"Orang tua kandung ku?aku bukan anak mereka?"ucap Siska terus menerus sambil berjalan tanpa arah.
"Non..Siska! mau kemana,mobil nya ada di sana"teriak pak Satpam itu bingung.Namun mampu menyadarkan Siska karena suaranya sangat kuat.Siska menatap tajam Satpam itu dan membuat nya ketakutan.
"Terima kasih pak"tanpa di duga Siska mengucapkan terima kasih untuk pertama kali pada Satpam itu.Kemudian Siska masuk ke mobil nya dan pergi meninggalkan rumah itu dengan perasaan hampa.
Drrtttt...ponsel Tia berdering saat Tia sedang memakaikan baju Bela karena baru selesai mandi.
"Hallo...Dery!bagaimana apa ada kabar baru"tanya Tia menghidupkan mengeras suara sambil menyelesaikan memakaikan baju Bela.
"Ini baru kabar baik Dery.Aku senang mendengarnya! aku akan memberikan bonusmu.Dan apa harus besok menemuinya,tidak bisa kah sekarang saja!ucap Tia senang.
"Aku butuh istirahat jadi kita tunggu besok saja"ucap Dery.
"Bagaimana jika kau berikan alamatnya pada ku.Aku akan menemuinya sendiri"ucap Tia.
"Bagaimana jika dia berbahaya.Tidak boleh,kita besok akan pergi bersama jadi luangkan waktumu besok saja"ucap Dery meyakinkan Tia.
"Baiklah...dah sampai jumpa besok"ucap Tia menutup panggilan nya.
__ADS_1
"mommy...Bela mau susu"ucap Bela sudah berjalan naik ke atas ranjang nya sambil menyeret sebuah bantal lalu berbaring.
"Akan mommy buatkan.Jadi tunggu sebentar yah"ucap Tia sambil menyusun bantal di samping Bela lalu mengecup pipi Bela dengan gemas.
"Bela mau bobok"ucap Bela lagi.Lalu Tia beranjak dan membuat susu untuk Bela.
"Susu nya sudah siap"ucap Tia memberikan segelas susu untuk Bela lalu meminumnya.
"Telima kacih mommy"ucap Bela menghabiskan susunya.
Terimah kasih sudah baca karya autor receh ini.Semoga suka cerita nya yah.
Jangan lupa kasih like dan komen,jadikan favorit juga yah.
Autor akan usahakan up date tiap hari.Namun waktu nya tidak bisa di pastikan karena autor masih sibuk Revisi ulang karena banyak tipo dan PUEBI nya masih banyak yang harus di perbaiki jadi harap bersabar menunggu ceritanya.
Terima kasih
Terima kasih
Terima kasih.
__ADS_1