Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 77


__ADS_3

Suasana di dalam kediaman Alexander hari ini sudah terlihat sangat ramai.Para keluarga dan undangan sudah berdatangan.Banyak terlihat anak anak yang bermain di taman yang di khusus kan buat anak anak.Acara pun di mulai dengan sangat hikmat karena selama acara di mulai pandangan semua orang tertuju pada intinya acara.Sekarang Bela sudah sah menjadi anak angkat nya Tia dan Brian.


"Kemana dia?Kenapa belum juga datang"gumam Tia sambil melihat ke arah pintu masuk.


"Sayang ada apa?Kamu menunggu seseorang"tanya Brian penasaran.Namun Tia hanya mengangguk.


"Keponakan aunty kemari lah biar aunty gendong".Tika datang menghampiri mereka yang sedahg duduk sambil berbicara.


"Kita akan ketaman melihat teman teman mu".ucap Tika saat ingin menggendong Bela.


"Hati hati Tika.Tetap jaga dia saat bermain"ucap Tia dan Tika pun membawa Bela ke taman untuk bermain.


"Sayang kalian di sini?Bela mana"tanya Widia.


"Di taman ma.."ucap Brian.


"Ohh..sayang ada seorang wanita baru datang.Katanya itu teman kamu,samperin sana".ucap Widia lagi.Karena ketika widia tadi melihat Uci berbicara dengan seorang tamu,Widia berpikir jika itu teman nya Tia


"Aku lihat dulu yah"ucap Tia permisi meninggalkan Brian dan mama mertua nya.Tia berjalan sambil mencari Siska di antara tamu yang datang.


"Hai..selamat yah"ucap Siska sambil mengulurkan tangan nya saat Tia menghampiri nya masih di dekat ambang pintu.


"Terima kasih.Ayo masuk lah aku akan perkenalkan kamu dengan suamiku,tapi sebelum itu kamu harus mencicipi hidangan nya dulu,aku akan suruh pelayan melayanimu"ucap Tia mengajak Siska mengikuti nya untuk duduk di meja yang sudah di sediakan.


"Aku akan ke taman,kamu tunggu di sini sebentar "ucap Tia lagi.Siska pun duduk dengan santai tanpa tahu jika seseorang sudah memperhatikan nya sejak tadi.


"Pergilah aku juga lagi menunggu teman ku,dia juga berjanji akan menemaniku datang ke sini"ucap Siska sambil menikmati makanan nya.Tia pun pergi ketaman namun sebelum ke taman Tia masuk ke dapur terlebih dahulu untuk membuatkan susu untuk Bela.


" Kamu ikut aku!"ucap Brian begitu sampai di meja tempat Siska duduk.

__ADS_1


"Brian!Kau di sini..ya ampun Beb aku gak nyangka loh bakalan ketemu kamu di sini juga"ucap Siska.Namun belum beranjak dari duduk nya.


"Aku bilang ikut aku sekarang!Atau aku akan menyeretmu keluar dari tempat ini"ucap Brian dengan dingin menatap Siska tajam.Siska pun mengikuti Brian ke salah satu tempat yang sepi.Dan seorang pria pun mengikuti nya juga dari kejauhan.


"Aku sudah pernah bilang jangan pernah muncul lagi di hadapan ku,apa kau lupa"ucap Brian sambil menarik tangan Siska dan membenturkan nya ke dinding.


"Aku tidak muncul di hadapan mu,kamu yang muncul di hadapan ku,aku kemari hanya memenuhi undangan yang punya acara ini.Jadi kenapa kamu yang keberatan?"ucap Siska.


"Apa maksud mu Tia yang mengundangmu,jangan banyak alasan kamu.Aku tahu apa maksud mu!Bagaimana mungkin istriku mengenalmu"ucap Brian.


"Wah..apa ini suatu kebetulan.Jadi Tia itu istri ke dua mu.Itu artinya dia adalah madu ku?Apa dia sudah tahu jika dia adalah istri kedua mu?Bagaimana jika dia mengetahuinya sekarang"ucap Siska tersenyum sinis.


"Jaga ucapan mu Siska.Kita tidak ada hubungan apa apa lagi,jadi jangan pernah ikut campur masalah ku"ucap Brian mengepalkan tangan nya.


"Kau benar benar pengecut Brian.Aku tidak akan pernah tinggal diam karena kau adalah milikku,baik Tia istrimu itu tidak akan pernah bisa merebutmu dari ku"ucap Siska.


"Sayang"panggil Brian dan ingin menghampiri istri nya itu namun dengan cepat Tia mengangkat tangan nya.Tia sudah mendengar semua apa yang di ucapkan Siska dalam diam Tia menangis sambil menutup mulut nya.Menyenderkan tubuh nya yang lemas di dinding sambil mendengarkan pembicaraan Brian dan Siska.


"Berhenti di situ,jangan mendekat!ucap Tia dengan air mata hampir lolos begitu saja dengan cepat ia mengusapnya.


"Kalian berdua pergilah!Atau aku yang akan keluar dari rumah ini"ucap Tia pelan.


"Sayang..biar aku jelaskan"ucap Brian.


"Keluarlah....Aku bilang kalian berdua keluar!ucap Tia meninggikan suaranya.


"Aaaakkk...Tia aku mohon dengarkan aku"ucap Brian sambil mengambil satu gelas kaca yang ada di meja dan melemparkan ke arah Siska membuat Siska terkejut.Tamu undangan yang hadir sontak melihat ke arah mereka,begitu juga Rosa yang melihat putrinya ada di situ.Rosa dan Widia menghampiri Tia dan memeluk nya.Roni pun datang dan berusaha menyuruh para undangan pulang.


"Maaf semuanya,sepertinya ada acaranya sudah selesai.Saya mewakili keluarga minta maaf menyuruh kalian semua agar pulang"Roni di bantu oleh Reno menangani para undangan.

__ADS_1


"Sayang ada apa"tanya Widia sambil memeluk menantu nya itu.


"Mereka ma..Brian sudah membohongi ku"ucap Tia sambil menangis tak kuasa lagi menahan tangis nya.


Deg


Widia menatap Siska yang masih berdiri dengan senyum sinis nya.Kemudian menatap Brian yang sudah terduduk di lantai.Widia langsung mengerti apa yang terjadi,begitu juga Wanda dan langsung menyuruh Roni membawa Siska keluar dari rumah itu.


"Brian ada apa ini "Johan pun menghampiri Brian.Namun Brian masih terdiam.


"Pah..Bawa aku pergi dari sini"ucap Tia menatap Johan.


"Tidak!Sayang kau tidak boleh pergi dari rumah ini"ucap Brian.


"Ma..bawa menantu kita ke kamar nya"ucap Wanda menyuruh istri nya.Widia pun membawa Tia ke kamarnya di bantu oleh Rosa.


"Aku sudah bilang cepat selesikan masalah mu,kenapa sekarang kau belum juga menyelesaikan nya"ucap Wanda marah dan menghajar Brian bertubi tubi namun Brian hanya diam.


"Wanda sudah kasihan menantu ku,kenapa kau menghajarnya"ucap Johan merelai Wanda yang masih memukul Brian.Setelah merasa puas memukul Brian Wanda pun terduduk.


"Ayo kita bicara"ucap Wanda pada besan nya itu.


"Roni...Panggilkan semua keluarga juga mama mu kita bicara di ruang tamu.Kamu juga ikut"ucap Wanda berbicara pada Roni sambil menatap Brian.Wanda dan Johan pun pergi meninggalkan Brian yang sudah tak berdaya.Brian berdiri sambil menahan sakitnya dan berusahan berjalan ke ruang tamu.


Terima kasih sudah setia baca karya autor yang receh ini.


Kasih komen juga like nya yah...gak berani malak kopi karena autor sadar diri karya autor masih di bawa standar para pembaca yang sudah berpengalaman membaca karya karya yang lebih bagus lagi.Semoga autor bisa seperti autor yang lain yang bisa menyenangkan para pembaca nya dengan menghadirkan novel yang terbaik.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2