
Sudah tiga hari berturut turut Siska mendatangi kantor Brian,namun Siska belum bisa bertemu Brian.Siska sudah menelpon ponsel Brian dari nomor nya yang lain namun Brian belum menghubungi nya kembali karena Brian tidak tau jika Siska mengubungi nya karena pada saat itu Tia lah yang menjawab ponsel Brian.Brian lupa jika Siska mempunyai dua nomor di ponsel nya.Hari ini Siska kembali lagi ke kantor Brian Siska yakin hari ini Brian akan datang ke kantor nya namun Brian tak kunjung datang,karena mereka masih di perjalanan pulang dari rumah kakek Brian.
"Katanya ada nomor pak Brian sama Nyonya menir itu!tapi kenapa dia selalu datang kemari"bisik seorang resepsionis dengan teman di samping nya,pasalnya mereka sampai jengah tiap hari melihat wajah angkuh Siska datang ke kantor itu.
"Mungkin dia selingkuhan pak bos ya.. kan"kedua resepsionis itu saling berbisik."atau pacar nya pak Bos,eehh...padahal istri nya pak bos cantik banget loh"ujar mereka lagi.namun tiba tiba Siska datang.
"Hei...kalian berdua!"panggil Siska,membuat kedua resepsionis itu sampai terkejut.
"Astaga,hmm Nyonya apa ada yang bisa kami bantu"ucap seorang resepsionis itu sembari memegang dada nya yang serasa mau copot.
__ADS_1
"Aku tau kalian menggosip kan aku tadi,tapi gak masalah buat aku karena hari ini aku lagi baik"ucap Siska berdiri di depan kedua resepsionis itu sambil mengetuk ketuk meja di depan nya.
"Kalian tau,setelah Brian datang!orang yang pertama ku pecat adalah kalian berdua"ucap Siska lagi sambil mencondongkan wajah nya dan tersenyum sinis menunjuk kedua resepsionis itu dengan jari telunjuk nya yang lentik.Kedua resepsionis itu menelan saliva nya dengan susah payah sambil menunduk.Pikiran mereka sudah traveling ke mana mana membayangkan susah nya mencari pekerjaan.
"Ya sudah,aku hanya mengingat kan saja,besok aku akan datang lagi,pastikan kalian menyambut ku dengan ramah dan senyum yang lebar."ucap Siska berlalu keluar dari kantor Brian berjalan dengan anggun nya.Meninggalkan kedua resepsionis itu dengan tersenyum puas.
"Menyebalkan"ucap siska pelan.
"Rudi,seperti nya aku akan lama di sini,masih banyak pekerjaan ku di sini aku sudah mengambil job pemotretan besok dan uang mu sudah ku transfer"Siska mengubungi asisten nya yang masih di Jerman.Ketika siska sudah di dalam mobil.
__ADS_1
"Bagaimana dengan pekerjaan mu di sini"tanya Rudi.
"Untuk sementara berikan saja pada Tere."ucap Siska.
"Dan aku harap kau secepat nya menyusul ku"ujar Siska lagi dan menutup ponsel nya mengakhiri panggilan nya.
"Bagaimana jika aku pulang ke rumah situa bangka itu,apa mereka akan menerima ku lagi"gumam Siska.
"Nenek dan Merabela,aku juga tidak ingin menemui mereka "Siska lagi lagi bicara sendiri.
__ADS_1
"Mbak...sudah sampai"ucap sopir taxi itu membuat Siska tersadar akan pikiran nya.
"Oh....baik lah"Siska pun turun dari taxi itu.Siska berjalan masuk ke apartment nya,kemudian Siska memilih berbaring di kamar nya sambil menelpon seseorang lagi.