
Beberapa saat kemudian kakek Brian terbangun,mereka pun berbicara dengan santai dan bercanda,Tia menyuapi kakek Brian dengan telaten setelah itu memberikan nya minum obat.
"Terima kasih nak"ucap kakek Brian pelan sambil mengusap mulut nya dengan sebuah tisu.Setelah itu Tia merapikan ruangan kakek Brian sementara Brian dan kakek nya tengah berbincang,tampak raut wajah Brian berubah karena kakek Brian mengungkit masalah nya yang belum selesai dengan wanita yang bernama Siska.
"Brian jangan pernah menunda nya,segera beritahu istri mu"ucap kakek Brian pelan.
"Kakek aku tidak tau dari mana harus memberitahu nya terlebih dahulu,aku takut Tia akan meninggalkan aku"ucap Brian sambil melirik istri nya yang tengah menjemur handuk kecil di balkon.
"Aku kenal Tia dengan baik,lebih baik jujur sekarang dari pada dia tau dari orang lain"ucap kakek Brian lagi.
"Kakek"ucap Brian terhenti karena Tia berjalan ke arah ranjang.
__ADS_1
"Serius sekali kek,ada apa"tanya Tia.
"Kemari lah"ajak kakek Brian menepuk ujung ranjang nya agar Tia mendekat.Kemudian Tia mendekat dan duduk di samping Brian.
"Kalian lihat kakek sudah tidak bisa berjalan lagi,kakek hanya duduk dan berbaring saja,entah kapan Tuhan akan menjemput kakek"ucap kakek Brian.
"Kenapa kakek bicara seperti itu"ucap Tia pelan sambil mengusap punggung tangan kakek Brian.
"Tia sayang,kita tidak tau kapan Tuhan akan ambil nyawa kita,tapi kakek sudah siap sekarang karena kakek sudah tenang.Cucu kakek sudah menikah dengan wanita pilihan kakek yaitu kamu.Jadilah wanita yang kuat,apa pun yang terjadi"ucap Willy kakek Brian dengan tenang membuat Tia terisak dari ingin menangis mendengar perkataan kakek.
"Tia sayang,jika kakek sudah tiada,sering sering lah jiarah ke makam kakek ya,bawakan kakek sebatang rokok dan nyalakan lah di samping makam kakek"ucap kakek Brian membuat Brian melongo.
__ADS_1
"Sejak kapan kakek merokok"tanya Brian.
"Kamu tahu Brian!Ketika nenek mu dulu marah sama kakek atau ketika kakek gelisah,kakek sering merokok diam-diam tanpa sepengetahuan nenek mu"ucap kakek Brian tersenyum mengingat masa lalu nya namun Tia menatap kakek Brian dengan gelisah.
"Perasaan ku tidak enak,ada apa ini"gumam Tia.
"Brian,Tia,kakek mau tidur,tolong bantu kakek untuk berbaring"pinta kakek Brian.Mereka pun membantu membaringkan kakek Brian setelah itu kakek Brian pun tertidur.
"Sayang,aku mau ke ruangan Reno dulu ya,tadi dokter bilang dia sudah bisa pulang hari ini"ucap Brian namun Tia hanya mengangguk.Brian pergi ke ruangan Reno dan masuk setelah mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Bagaimana sudah siap pulang,tante bilang kamu tinggal sama mama dulu"tanya Brian begitu masuk ke ruangan Reno
__ADS_1
"Sebelum pulang,kita ke ruangan kakek saja sembari menunggu kak Roni"ucap Brian lagi.
"Iya"ucap Reno sambil berjalan pelan keluar.Melangkahkan kaki nya menuju ruangan kakek Brian dan membuka pintu lalu masuk di susul oleh Brian di belakang nya.Senyum Reno terbit ketika melihat Tia sedang duduk di samping kakek Brian sambil sibuk membalas pesan dari sahabat nya Tika Miranda membuat Reno berjalan ke arah nya dan menyapa Tia dengan tersenyum.