
Setelah enam belas jam lebih,perjalanan dari Berlin ke Indonesia.Seorang wanita cantik berambut pendek sebahu terlihat keluar dari bandara itu sambil menyeret koper nya.Ia tampak kelelahan sambil mengubungi seseorang untuk mencari kan nya apartment untuk nya Siska berencana untuk tinggal di apartment.Dan tidak berapa lama kemudian ia naik ke dalam sebuah taxi.Hingga sampai lah di sebuah apartment,Siska turun dari taxi membawa koper nya menuju lantai tiga dan menekan bel dan seorang wanita membuka pintu apartment itu menyuruh nya masuk lalu mereka duduk sambil berbincang.
"Aku belum bisa mencari kan apartment untuk mu,apa lagi di daerah dekat dengan Alexander grup,sangat sulit"ucap Devi.
"Tidak apa,aku akan cari sendiri nanti,tapi aku di sini dulu sampai dapat apartment yang cocok untuk ku."ujar Siska.Devi hanya mengangguk saja.
"Mengapa kau tidak kembali ke rumah orang tua mu saja".tanya Devi.
Devi adalah teman Siska ketika di Jakarta dulu.Devi mengenal Siska sejak masih sekolah berkat Devi lah Siska bisa pergi ke Jerman.
"Suatu saat aku pasti kembali ke rumah orang tua ku"ujar Siska sambil merebahkan tubuh nya di sofa panjang itu.
"Aku kesini ingin membawa kembali milik ku"ujar Siska lagi sambil memejam kan mata nya.
__ADS_1
"Baik lah tapi kamu tidak bisa lama di sini,sekali seminggu suamiku pulang"ucap Devi.
"Aku mengerti"ucap Siska.Dan Devi pun mengijinkan Siska untuk tinggal di apartment nya.
Sementara itu di panti,hari sudah sore Tia tampak ingin pulang setelah mengajak bu Retno bicara panjang lebar sambil memangku Bea Tia menunggu Brian menjemput nya.Sesekali Tia melihat ponsel nya namun tak ada panggilan dari orang yang di tunggu nya.
"Apa harus aku yang telpon duluan,menyebalkan sekali!Tadi dia yang udah janji mau jemput"gumam Tia memandang ponsel nya namun sesaat kemudian ponselnya berdering.
"Hallo kamu di mana"jawab Tia.
"Bu nanti sekretaris ku Sita yang akan menjemput motor itu,ini kunci nya tolong berikan ya bu"ucap Tia memberikan kunci motor Sita pada bu Retno.
"Baik lah nak,nanti ibu berikan"ucap bu Retno menerima kunci dari tangan Tia.
__ADS_1
"Bela sayang aunty mau pulang,Bela harus makan banyak ya,biar sehat"ucap Tia mengusap pipi Bela.
"Iyah aunty tapi janji ya,aunty bakalan lihat Bela terus.aunty tahu Bela kesepian di sini"ucap Bela.
"Kenapa kesepian kan ada bu Retno,mbak Siti sama teman teman yang lain"ucap Tia.
"Bela mau nya aunty yang temani,Bela gak mau yang lain"ucap Bela.
"Yah sudah aunty janji deh bakalan sering kemari,kan aunty sayang sama Bela udah kayak anak sendiri"ucap Tia.
"Bela juga sayang aunty,Bela boleh panggil aunty dengan mommy saja"ucap Bela namun Tia diam mata nya berkaca kaca lalu memeluk Bela.
"Anak ini memang sangat merindukan ibu nya,anak baik aunty menyayangi mu"gumam Tia.
__ADS_1
"Boleh dong sayang,boleh banget,mulai sekarang panggil aunty Tia dengan mommy Tia ya"ujar Tia sambil merenggangkan sedikit pelukan nya agar dapat melihat wajah Bela lalu Tia mencium kening Bela berulang ulang.bu Retno yang menyaksikan mereka berdua pun ikut terharu.
"Ada apa ini"suara berat itu mengejut kan mereka yang masih bertatapan menghapus air mata masing masing.