
Di saat Tia sedang berbicara serius dengan Kevin tiba-tiba pintu di buka,Sita datang membawa tiga cup coffe di atas mampan dan banyak camilan menggantung di tangannya."Ta..Da..Aku datang!Lihatlah apa yang aku bawa!"ucap Sita sembari menenteng plastik di tangannya.Mata Tia membinar saat melihat camilan itu,dengan cepat ia berdiri dan menghampiri Sita.
"Wah,banyak sekali?Apa ini untukku?tanya Tia senang membuat Kevin tersenyum melihat mereka berdua.Sita memberikan plastik putih yang berisi camilan itu untuk Tia.
"Tentu saja,buat bumil apa pun akan ku lakukan"ucap Sita senang.
"Terima kasih Sita,tapi ini gratis bukan!"Tia melirik Sita sambil tersenyum.
"Gratis,cuma"ucap Sita terhenti saat menghampiri Kevin dan meletakkan satu cup coffe di mejanya.
"Ini untukmu"ucap Sita menatap Kevin dengan gugup dan Kevinpun hanya mengangguk saja.
__ADS_1
"Cuma,apa"tanya Tia karena Sita tidak meneruskan perkataannya.
"Lihatlah ke depan"ucap Sita sembari menunjuk ke arah pintu.Karena penasaran Tia pun berjalan menuju pintu dan membukanya.Tia tersenyum saat melihat suaminya tengah berdiri dan berbincang dengan salah satu staf nya Tia yang sedang menunduk di depannya.Tia sedikit berlari dan memeluk Brian dari belakang membuat Brian tersenyum.Karyawan itu pun terlihat tersenyum kemudian melangkah mundur meninggalkan atasannya.
"Sayang,kenapa gak bilang kalau mau datang"ucap Tia manja namun masih memeluk Brian dari belakang.
"Aku langsung kemari begitu melihat panggilan tak terjawab banyak sekali,kemudian aku menelpon kembali namun tidak diangkat lalu aku menenpon Sita yang kebetulan sedang ada di supermarket katanya mau beli camilan untukmu,jadi sekalian aku suruh dia belikan yang banyak untukmu"ucap Brian sembari membalikkan tubuhnya dan melihat wajah Tia dengan gemas.
"Terima kasih untuk camilannya sayang,aku sendiri tidak tahu apa aku sekarang lagi ngidam,tapi aku merasa tidak bisa jauh darimu"ucap Tia pelan membuat Brian tersenyum senang.Tia mengajak Brian masuk ke ruangannya dan menyuruhnya duduk di sofa.Kevin dan Sita memilih keluar karena tidak ingin mengganggu mereka.
"Kenapa mukamu itu"tanya Kevin saat melihat wajah Sita lesuh.
__ADS_1
"Mereka sangat romantis,aku jadi merasa iri.Kapan aku bisa mendapat pasangan romantis seperti itu.Di cintai pria yang memcintaiku,di perhatikan,di sayang,di manja"ucap Sita asal membuat Kevin menjitak keningnya Sita.
"Sadar!Jangan banyak menghayal"ucap Kevin dan berlalu meninggalkan Sita yang masih berdiri sambil mengusap keningnya.Kevin berjalan sembari berbicara di ponselnya dan dengan cepat ia melangkahkan kakinya.
"Kevin tunggu"panggil Sita namun tidak di hiraukan.Sita mengikuti Kevin hingga ke taman dan melihat pria itu sedang duduk di samping seorang wanita.Sita menghentikan langkahnya saat Wanita itu menyentuh pipi Kevin kemudian menciumnya namun Kevin hanya diam saja.
"Apa wanita itu tunangannya?pantas saja Kevin tidak melirikku tunangannya saja cantik banget"gumam Sita masih berdiri mematung melihat Kevin dan tunangannya.
"Mengapa sakit sekali melihatmu berdua dengannya,Sita ayolah kuatkan hatimu!"Sita menyemangati dirinya namun air matanya tidak mau berhenti mengalir.Wanita itu kembali mencium bibir Kevin namun kali ini Kevin membalasnya dangan memainkan lidahnya di dalam sedikit lama membuat wanita itu tersenyum.Kevin melakukannya karena melihat pantulan Sita dari kaca jendela yang terbuka.Karena tidak tahan melihat Kevin di cium oleh wanita lain Sita pun memilih pergi meninggalkan mereka seraya menghapus air matanya.
"Maafkan aku!"batin Kevin saat melihat Sita sudah pergi meninggalkannya.
__ADS_1