
Brian yang melihat keadaan sang kakek sangat lemah berusaha untuk kuat menahan air matanya.
"Kakek,Brian datang"ucap nya menatap sang kakek dengan sendu sambil menggemgam tangan kakek nya yang tidak terpasang jarum infus.Tidak ada respon apa pun dari sang kakek ketika Brian memanggil nya.
"Hei,kenapa sedih lihat lah kakek sedang tidur"hibur Tia yang dari tadi hanya menatap Brian lalu mengusap punggung nya Brian.Brian pun hanya menggeleng kan kepala nya,lalu Widia datang menghampiri mereka membawa selimut kecil berwarna biru.
"Brian kalian pasti sudah lelah sebaik nya kalian pulang ke rumah saja untuk istirahat biar mama yang jaga kakek"ucap Widia.
"Ma,Brian di sini aja sebaiknya mama saja yang istirahat,mama pasti mengantuk"jawab Brian tanpa melihat mamanya pandangan nya tak lepas dari sang kakek yang tertidur.
"Ya sudah mama istirahat ,sayang kamu istirahat juga ya"ucap Widia pada menantunya lalu memberikan selimut kecil tadi pada Tia.
__ADS_1
"Nanti saja ma,Tia belum ngantuk tadi Tia di mobil udah tidur,Tia temani Brian saja ya"ucap Tia.
"Baik lah nak"jawab Widia lalu berjalan menuju tempat tidur di ruang itu juga.Widia pun tertidur menyusul sang suami yang sudah di alam mimpi.Ruang rawat kakek Brian memang sangat luas semua nya lengkap bahkan melebihi sebuah hotel mewah.Roni juga sudah tertidur di sofa dengan selimut menutupi seluruh badan nya hingga kepala hanya Brian dan Tia yang menjaga sang kakek.
"Brian ini minum lah"ucap Tia memberikan segelas kopi untuk Brian.
"Terima kasih"ucap Brian,mengambil kopi dari tangan Tia, lalu Tia pun ingin duduk lagi di sebelah ranjang sang kakek namun Brian memanggil nya dan menarik tangan Tia agar duduk di samping nya.
"Lebih dekat"ucap nya lagi.Tia pun semakin mendekat.
"Kalau ngantuk jangan di tahan"ucap Brian memandang wajah Tia yang tampak sayup dan Brian menepuk paha nya agar Tia berbaring,Tia pun menurut merebah kan kepala nya di paha Brian lalu menarik selimut hingga leher nya. Brian pun mengelus pipi Tia dengan lembut.
__ADS_1
"Tidur lah"ucap Brian namun Tia hanya menatap nya.
"Kenapa"ucap nya lagi.Lalu Brian pun menunduk dan mencium bibir Tia,cukup lama Brian melakukan nya karena Tia pun membalas ciuman Brian.Mata mereka bertemu saat Brian melepas ciuman nya.
"Aku mencintai mu"ucap Brian lembut,namun Tia hanya diam.Pandangan Brian mulai berkabut gairah lalu Brian kembali melahap bibir Tia dan mengabsen seluruh yang di dalam nya,hingga suara batuk seseorang menghentikan ciuman mereka,Brian pun melihat siapa yang terbatuk ternyata Roni yang tidur di sofa dengan di tutupi oleh selimut hingga kepala nya.
"Hah,sesak sekali"umpat Roni lalu menendang selimut nya namun matanya masih terpejam.Brian pun bernafas lega karena tidak ada yang melihat mereka.
"Tidur lah,besok kita lanjut kan"ucap Brian tersenyum dan Tia juga tersenyum.
"Aku tidur ya selamat malam"ucap Tia memejamkan mata nya.
__ADS_1
"Selamat tidur"ucap Brian sambil mengusap rambut Tia agar Tia tertidur lalu melihat jam tangan nya sudah menunjuk pukul empat subuh.Brian juga ikut tertidur menyandar kan kepala nya di kursi setelah melihat kakek nya yang masih tertidur.