
Jangan lupa kasih like dan komen setelah membaca yah,biar author semakin semangat update terus.
Selamat membaca..
Setelah semua selesai makan malam,mereka pun tampak duduk kembali bersama di ruang tamu.Keluarga Mahendra cukup betah berlama-lama di rumah Brian tapi tidak dengan Lidya.Walaupun Lidya asyik dengan ponselnya sendiri tapi dalam diam ia selalu mendengarkan apa yang di bicarakan orang tuanya.Sesekali matanya melirik ke arah pintu melihat siapa lagi yang akan datang kerumah itu.
"Banyak sekali wanita tinggal di rumah ini,ada Siska,Sefi,Revi.Dea,dan satu lagi ini yang baru datang siapa lagi coba"batin Lidya melihat semua wanita itu yang sedang berbincang di ruang keluarga.
"Tante Widia,Tika kangen banget sama tante"Tika memeluk Widia begitu sampai dan langsung masuk ke ruang keluarga yang memang tidak ada pembatas dengan ruang tamu.
"Tante juga kangen sama kamu,Tika"balas Widia.Tika datang menemui Widia saat begitu tahu jika Widia akan datang mengunjungi rumah Brian.
"Oh,jadi dia namanya Tika"batin Lidya lagi.
"Pah,aku boleh bicara berdua dengannya?"Lidya berdiri dan menatap Roni membuatnya terkejut.
"Tentu saja sayang"ucap Candra senang.
"Itu ide yang bagus sayang supaya kalian saling mengenal,Roni bawa Lidya ke taman belakang kalian harus saling mengenal lebih dekat lagi"ucap Wanda menyuruh Roni membawa Lidya.
"Baiklah hanya ke taman saja,aku yakin Sefi tidak akan salah paham"gumam Roni dan langsung mengajak Lidya ke taman belakang.Melihat Roni berdiri dan berjalan bersama Lidya menuju taman belakang,Sefi langsung berdiri juga dan pergi pamit keluar.
"Tante,Sefi pamit mau keluar karena mau kerumah teman"pamit Sefi pada Widia.
__ADS_1
"Biar di antar supir yah,karena ini sudah malam"ucap Widia dan Sefi langsung setuju.
"Kak Brian"panggil Sefi begitu melihat Brian ingin bergabung ke ruang tamu menemani papanya bicara dengan Candra Mahendra.
"Sefi,ada apa"ucap Brian.
"Kasih duit dong,Sefi mau keluar sebentar"ucap Sefi dan Brian menatapnya sesaat sambil memikirkan sesuatu.Dan kemudian melirik Tia istrinya yang sudah menatapnya.
"Hmm,minta sama kakak iparmu yah,dompetku ada di kamar"ucap Brian sambil menepuk saku celananya.
"Ini,tante kasih kamu uang saku"Widia langsung memberi uang saku ke tangan Sefi karena tidak ingin menantunya itu kelelahan naik ke lantai dua dan turun lagi hanya untuk mengambil dompet Brian.
"Terima kasih tanteku sayang yang baik hati"ucap Sefi senang.
"Aku pamit yah,tante"pamit Sefi kemudian mengambil tasnya dan pergi di antar oleh supir.Setengah jam setelah kepergian Sefi,Roni dan Lidya pun kembali dari taman belakang.
"Baiklah,kita pamit dulu yah.Terima kasih untuk jamuan makan malamnya,lain kali kalian yang akan datang ke rumah kami setelah pertunangan anak kita"ucap Linda pamit kepada keluarga Alexander.Yah,mereka sudah memutuskan akan melangsungkan pertunagan tiga hari lagi walaupun Roni belum menjawab keputusannya,karena Wanda mengira Roni ada rasa pada Lidya sebab Roni mau mengajaknya tadi bicara di taman belakang tanpa tahu apa yang di bicarakan mereka berdua.Setelah keluarga Mahendra pergi Roni pun pamit masuk ke kamarnya untuk istirahat tanpa tahu jika Sefi pergi ke rumah temannya.
"Aku akan bicara padamu besok saja,karena aku sangat lelah hari ini"ucap Roni bicara sendiri sambil membuka bajunya dan melemparkannya begitu saja.Naik ke tempat tidur dari langsung berbaring hingga terlelap.
Sementara itu di dalam kamar Brian tampak sedang berjalan ke sana kemari sebab menunggu istrinya itu belum juga ada tanda-tanda ingin masuk ke kamar.Tia masih asyik berbincang dengan para wanita yang ada di rumah itu tanpa peduli suaminya sudah menunggunya di kamar.Sesekali terdengar suara tawa cekikikan dari mereka di mana yang dominan bicara adalah Widia sang mama mertua yang bercerita hingga membuat semua tertawa.
"Tika,jika Reno belum ada kekasihnya apa kamu mau tante jodohkan dengannya?"tanya Widia di sela-sela tawanya.Karena Tika mengadu padanya jika dia sudah putus dari Dean.
__ADS_1
"Tante,Tika untuk saat ini belum memikirkan untuk pacaran lagi,karena Tika mau fokus sama kerjaan"ucap Tika sambil menyeruput tehnya.
"Siska,bagaimana dengan mu.Kapan kamu akan menikah lagi,apa belum bisa move on dari Brian anak tante yang tampan itu" Widia sengaja mulai memprovokasi Tia.Apakah Tia akan cemburu nantinya?
"Anak tante memang sangat tampan,tapi jika rasa cinta itu sudah hilang mau gimana lagi"balas Siska membuat Widia kecewa karena Siska tidak bisa di ajak kerja sama.
"Ma"panggil Brian tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya.
"Brian,kenapa belum tidur"ucap Widia heran begitu juga Tia istrinya.Kedua wanita itu saling bertatapan.
"Aku mau tidur di pangkuan mama saja"ucap Brian merebahkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di kaki Widia.
"Bayi besarku,pergilah ke kamar mu.Tia bawa suamimu ke kamar"ucap Widia sambil menepuk bokong Brian membuat semuanya tertawa.
"Mama,kenapa memukulku?"Brian langsung berdiri sambil mengelus bokongnya.
"Kamu itu yah,sudah mau jadi bapak-bapak masih saja tidur di pangkuan mama"ucap Widia sambil berdiri.
"Semuanya putri -putri cantikku,mama mau istirahat dulu yah,selamat malam semuanya"ucap Widia pamit dan pergi ke kamarnya.
"Selamat malam juga tante"ucap mereka bersamaan namun mata mereka tertuju pada Tia yang sedang membujuk Brian dan menarik tangannya untuk ikut masuk ke kamar.
Salam sehat untuk kita semua.
__ADS_1
Kasih like sama komennya yah.
Terima kasih.