
Pandangan semua yang ada di ruangan itu mengarah ke pintu yang tiba tiba terbuka.Begitu juga Brian yang menatap Tia tajam dan rahang nya mengeras tampak geram karena ada yang mengganggu nya saat serius bekerja.Dan yang di tatap pun menunduk kan kepala.
"Maaf saya salah ruangan"belum sempat menutup pintu suara Brian menghentikan langkah nya.
"Tunggu..enak saja kamu sudah mengacaukan konsentrasi saya, kamu mau pergi gitu saja" ujar nya dan menyuruh para staf nya kembali ke ruangan masing masing.Kini hanya mereka berdua di ruangan itu.
"Ada apa"Brian menatap Tia dari atas hingga ke bawah.dan Tia yang di tatap pun merasa risih.
"Apa maksud mu!kamu bilang aku menerima lamaran mu?sejak kapan kamu melamar ku".Berusaha tenang agar tidak terlihat gugup.Entah mengapa Tia setiap melihat mata Brian jantung nya berdegup kencang.
"Ooh jadi kamu ingin ku lamar?"senyum nya menyungging
sedikit bibir nya terangkat ke samping.
"Bukan begitu!aku hanya bertanya"jawab Tia.
"Aaaa....Kenapa aku terlihat bodoh sih!"gumam Tia sembari meremas tali tas nya.
"Baik lah nanti malam aku dan keluarga ku akan datang ke rumah melamar mu"ujar Brian.
__ADS_1
"Hah!kenapa jadi gini si"Tia bingung harus bilang apa.
"Aku permisi"Tia berdiri dan pamit keluar dari ruangan Brian.Brian sedikit menyungging kan bibir nya dan diam saja melihat Tia pergi dan menghilang dari pandangan nya.Sesaat kemudian Roni masuk membawa berkas di tangan nya.
"Dari mana saja kamu kenapa baru datang dan mana hape ku"mengulurkan tangan meminta benda pipih idaman nya itu.
"Maaf apa meeting nya sudah selesai,kenapa cepat sekali"Roni balik bertanya.
"Sudah ku tunda besok buat jadwal lagi selesai makan siang,mana hape ku"tangan Brian sudah pegal dari tadi belum juga di kasih Roni.
"Ini tadi ada yang nelpon namanya calon istri,cih!sejak kapan ada wanita yang kau seriusi"Roni memberikan ponsel milik Brian dan menatap Brian penuh selidik.
"Apa kau lupa tuan yang terhormat!tadi aku di suruh apa,kau menyuruh ku ke lantai delapan dan sekretaris mu menemaniku"tampak kesal Roni menjelaskan nya.
"Siapa dia"Roni tampak penasaran.
"Wanita yang di jodoh kan orang tua ku"jawab Brian.
"Tumben mau,biasa nya langsung kabur kamu ke Jerman"Roni masih penasaran.
__ADS_1
"Gak bisa nolak lagi,dan gak akan kabur lagi"ujar nya lagi.
"Terus yang di Jerman itu mau kamu apakan"selidik Roni.
"Maksud mu,apa kau mengetahui nya"Brian terkejut dengan apa yang di katakan Roni.
"Apa yang tidak ku ketahui tetang mu,dan semua permasalahan mu dengan nya aku juga tau"Brian menelan saliva nya dengan susah payah.
"Aku adalah kakak yang baik bukan!aku akan membantu mu"ujar nya lagi.
"Apa mama dan papa juga sudah tau"selidik Brian.
"Apa kau tak mengenal papa,seperti apa kekuatan nya,justru karena papa aku menyelidiki mu"lemas sudah Brian mendengar nya.Brian tidak tau bahwa selama di Jerman,Wanda Alexander menempatkan beberapa orang kepercayaan nya untuk tinggal di Jerman agar bisa mengawasi Brian.
"Jadi ini sebab nya papa meminta ku pulang"sahut nya pelan.
"Jika papa sudah tau aku sudah menikah kenapa papa masih menjodohkan ku"ujar nya lagi.
"Pernikahan mu tidak sah.karena tidak ada wali mu yang hadir,dan pernikahan mu juga belum tercatat di catatan sipil,karena itu kami menganggap pernikahan mu tidak pernah ada.Dan mama sangat senang karena kau pulang tidak membawa istri mu"jelas Roni.
__ADS_1