
Setelah selesai berbicara dengan Siska di depan pintu kamarnya,Tia kembali masuk meninggalkan Siska masih berdiri di depan kamarnya.Tia tidak mengijinkannya masuk karena tidak ingin Brian marah padanya.Tia membuka lemari pakaian nya dan mencari gaun nya untuk Siska memilih gaun yang belum pernah di pakainya kemudian mencari sepatu juga tasnya.Melihat Tia sibuk dengan kegiatannya Brian yang tadinya tidak mau tahu akhirnya angkat bicara.
"Sayang...Kamu mau kemana?Kita sudah sepakat bukan,hari ini kita tidak bekerja!"ucap Brian menghampiri Tia yang sedang jongkok sambil memilih sepatunya.
"Siapa bilang aku mau pergi!Ini tuh mau buat Siska!"ucap Tia seraya membawa semuanya keluar yang di minta Siska.Brian mengikutinya dengan penasaran sampai di depan pintu kamarnya dan ternyata Siska masih di situ sambil duduk berjongkok karena terlalu lama menunggu Tia keluar dari kamarnya.
"Mengapa lama sekali,sampai pegal kaki ku"ucap Siska dengan menepuk-nepuk kakinya.
"Ini..Ambillah!"Tia memberikan yang di bawanya tadi pada Siska.Brian hanya diam memperhatikan mereka berdua dengan wajah datarnya.
"Apa semuanya sudah disini!Oyah aku akan butuh bantuan mu sekali lagi,tapi nanti setelah aku selesai mandi.Tia kau harus mendandaniku juga"ucap Siska seraya membawa semua yang di berikan Tia.
__ADS_1
"Bisa jelaskan padaku!"ucap Brian setelah melihat Siska pergi ke kamarnya.
"Sayang...Jangan ikut campur masalahnya.Biarkan dia melakukan yang terbaik bagi hidupnya"ucap Tia seraya menutup kembali pintu kamarnya.
"Wanita itu tidak pernah melakukan hal yang baik.Apa dia mengancammu sehingga memberikan apa yang dia minta"selidik Brian sambil mengikuti Tia duduk di atas ranjang.
"Jangan berpikiran buruk tentangnya.Aku yakin dia orang yang baik,hanya saja kehidupan dan gengsinya terlalu tinggi apalagi dengan tuntutan pekerjaannya saja menjadikan dia seperti itu.Jika dia mengancamku buat apa dia meminta pakaianku.Dia akan meminta uang agar bisa membeli segalanya"ucap Tia sambil mengelus tangan Brian.
Sementara di kamar Siska sudah selesai mandi dan memakai pakaiannya.Senyum nya merekah saat melihat pantulan dirinya di cermin sambil memutar tubuhnya berulang kali."Siska!Kamu memang sangat cantik dan sempurna"ucapnya sambil tersenyum.Siska keluar dari kamarnya dan memanggil Uci kemudian menyuruhnya memanggil Tia.Tia pun datang dengan membawa alat riasannya dan mendandani Siska layaknya seorang putri tak lupa juga Tia memberikan perhiasannya di pakai oleh Siska.
"Cantik sekali Tia...Apa ini untukku?"ucap Siska dengan mata sudah berkaca-kaca sambil meraba perhiasan yang di pakai di lehernya danTia hanya mengangguk saja.
__ADS_1
"Terima kasih Tia!Kamu ternyata baik banget!"ucap Siska sambil memeluk Tia.
"Ya sudah..Sekarang kamu berangkat karena sudah di tunggu.Apa sekarang aku boleh tahu siapa dia?"tanya Tia sembari melepas pelukannya kemudian mereka berjalan keluar rumah.
"Setelah kencan ku berhasil,aku akan memberitahumu"ucap Siska kemudian pamit padaTia dan menemui pria idamannya yang sudah menunggu di dalam mobil.Siska masuk ke dalam mobil dengan tersenyum senang seraya melambaikan tangannya pada Tia yang masih setia melihatnya pergi,sebenarnya Tia penasaran akan wajah pria itu namun Tia tidak berhasil melihat wajahnya karena pria itu tidak keluar dari mobilnya.
Terima kasih masih setia baca dan menunggu update karya author receh ini.Kasih like sama komen yah...Jangan lupa langsung tekan tombol favorit.
Terima kasih.
Terima kasih.
__ADS_1
Terima kasih.