
Jangan lupa tinggalkan like dan komen.
Happy reading..!
Di kediaman Alexander.
Tia meluruskan kakinya di sofa sambil menyaksikan siaran berita di televisi sambil melirik beberapa kali ke arah jam dinding.Sementara kedua mertuanya sudah masuk ke kamar mereka untuk beristirahat.
"Lama sekali pulangnya"gumam Tia menanti Brian yang tak kunjung pulang dari kantor.
"Non Tia,kenapa belum tidur?"tanya Uci karena ia ingin memeriksa pintu rumah yang belum di kunci.
"Nunggu Brian,kenapa dia lama sekali pulangnya"ucap Tia dengan pelan.
"Mungkin lagi sibuk tuan Brian,Non Tia tidur saja nanti Uci bangunkan kalau tuan Brian sudah pulang."ucap Uci masih berdiri di samping Tia.
"Ya sudah,aku ke kamar yah"ujar Tia pada akhirnya karena ia tidak sanggup lagi menahan matanya yang sudah terasa berat.Tia berjalan menaiki anak tangga satu persatu sambil memegang perutnya.Tia masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya hingga terlelap.
Sementara itu di sebuah club malam tampak Brian sudah cemas ingin pulang secepatnya berulang kali ia menolak minuman dari tangan wanita yang di sampingnya.Brian sangat menyesal sudah menuruti keinginan dari beberapa teman-temannya untuk minum bersama apa lagi ada wanita penghibur juga yang menemani mereka.
"Brian,apa kamu sudah tobat untuk tidak menyentuh minuman itu sedikitpun.Apakah menikah itu menyenangkan"seru seorang teman Brian yang bernama Haikal.
"Bagaimana jika kita habiskan malam ini untuk bersenang-senang"
"Haikal,tunjukkan padaku wanita yang lebih hot lagi"ujar yang teman Brian yang lainnya.
"Ayo,tuang lagi minuman itu ke dalam gelasnya"suruh Haikal pada seorang wanita di samping Brian.
"Cukup.Haikal,sebaiknya aku pulang.Ada istriku menunggu di rumah aku sangat mengkhawatirkannya."ucap Brian pada akhirnya.
__ADS_1
Brian langsung berdiri dan meninggalkan teman-temannya tanpa peduli suara teriakan temannya itu memanggilnya.
"Sial,hais bau sekali"umpat Brian begitu masuk di mobil dan mencium aroma pakaiannya.
"Bagaimana jika Tia tahu aku pergi ke club malam"ucap Brian lagi dengan rasa bersalahnya.Mobil Brian melaju dengan cepat karena hari sudah larut malam jalan juga sudah tampak sepi dan renggang.Brian sampai di rumah dan memarkirkan mobilnya di bagasi.Terlihat Uci membukakan pintu untuknya.Brian masuk ke dalam rumah dengan rasa gugup sembari mencium aroma pakaiannya berulang kali.
"Apa Tia sudah tidur"gumam Brian saat membuka pintu kamarnya dengan pelan.Brian melihat hanya lampu tidur yang menyala dan pendangannya menuju ke arah tempat tidur ia melihat Tia sudah terlelap seraya memeluk bantal gulingnya.
"Huh,aman"ucap Brian sambil mengelus dadanya, kemudian ia melangkah menuju kamar mandi dengan pelan agar tidak terdengar oleh istrinya itu.Brian membuka bajunya kemudian ia mandi untuk menghilangkan bau alkohol yang di minumnya.
Setelah selesai mandi dan di rasa bau alkohol tidak terlalu pekat ia pun memakai pakaiannya kemudian ikut berbaring di samping Tia.Brian menatap wajah istrinya itu dengan tersenyum karena Tia tertidur sangat nyenyak.
"Tidur yang nyenyak sayang,jangan bangunkan papa untuk malam ini,karena papa sangat lelah"ucap Brian sambil mengelus perut Tia dengan lembut.Brian tertidur sambil memeluk Tia dengan erat.Namun baru saja ia terlena dengan mimpi indahnya tiba-tiba ia merasakan tubuhnya di goyang dengan sangat kencang.
"Sayang,bangun..Ayo bangun"seru Tia seraya meniup kelopak mata Brian.
"Apa sudah pagi sayang?cepat sekali paginya"tanya Brian namun masih menutup matanya.
"Kalau masih jam tiga kenapa harus di bangunkan sekarang si"ucap Brian dengan rasa kantuknya.
"Sayang,aku lapar"renggek Tia sambil bangun dan duduk di atas tempat tidur itu.
"Astaga,aku rasa aku baru saja tidur"gumam Brian yang pada akhirnya ikut duduk.
"Sayang,boleh tidak aku tidak usah masak.Aku buatkan roti sama susu yah."rayu Brian karena ia sangat malas untuk bergerak.Tia tampak berpikir kemudian menganggukkan kepalanya.
"Aku tunggu di kamar saja yah,cepat buatkan susu sama roti"ucap Tia sambil mendorong tubuh Brian dari tempat tidur.Brian langsung pergi kedapur dan membuatkan susu dan roti untuk Tia namun ia di kejutkan lagi oleh Widia yang menyusulnya ke dapur.
"Brian,kamu masak lagi nak"tanya Widia.
__ADS_1
"Ma,bantu Brian dong.Bawakan ini ke kamar,Brian gak sanggup menahan kantuk dan Brian takut jika nanti tumpah"ucap Brian sambil menutup mulutnya karena ia beberapa kali terlihat menguap.
Widia membawa mampan dan mengikuti Brian masuk kedalam kamarnya.Di dalam kamar terlihat Tia sedang menyandarkan kepalanya pada bantal yang ia susun agar bisa menopang pinggangnya.Melihat Widia masuk Tia pun langsung bangkit dari tempat tidurnya.
"Kenapa jadi mama yang bawa"ujar Tia yang merasa sungkan.
"Gak apa-apa sayang,kebetulan memang mama tadi bangun"ucap Widia sambil meletakan mampan yang di bawanya.Brian langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan langsung terlelap.
"Mama temani kamu makan rotinya yah"ucap Widia karena merasa kasihan pada menantunya itu ia tidak tega meninggalkan Tia sendiri sementara suaminya sudah terlelap.
"Kamu nangis,kenapa sayang?Apa kamu ada masalah sama Brian?"tanya Widia saat Tia dengan susah payah menelan rotinya dengan menunduk sambil menghapus air matanya.
Tia menggeleng karena tak ingin mertuanya itu merasa khawatir.
Widia mendekat dan memeluk Tia sambil mengusap pipi Tia dengan lembut.
"Ma,kenapa Tia ngidamnya tengah malam.Banyak wanita di luar sana ngidamnya siang atau pagi.Tia kasihan sama Brian harus bangun tengah malam dan nuruti ke inginan Tia"ucap Tia di pelukan Widia.
"Kamu jalani saja dengan senang dan bahagia sayang,karena banyak wanita di luar sana yang menginginkan hal seperti yang kamu rasakan sekarang.Dan hormon se orang ibu hamil itu berbeda-beda gak ada yang sama.Kamu tenang saja mama akan tinggal di sini untuk mengurus kamu semampu mama,sebelum papa mengajak mama pulang lagi ke rumah kita yang di kota X."ucap Widia agar Tia merasa tenang.
"Sekarang,kamu minum susunya dan habiskan rotinya.Setelah itu tidur yang nyenyak yah"ucap Widia sembari memberikan susu dan roti itu lagi.Tia menghabiskan semuanya tanpa tersisa sedikitpun kemudian naik ke atas tempat tidur.
Widia menarik selimut Tia dan menyelimuti anak dan menantunya itu kemudian mengecup kening Tia dengan lembut.
"Selamat tidur sayang,mama keluar yah"ucap Widia.Tia menganggukkan kepalanya kemudian memejamkan matanya.Widia keluar dari kamar itu sambil menutup pintunya kemudian ia berjalan menuju kamarnya.
Kasih like dan komen nya yah,kasih coffe nya juga boleh biar author kuat begadang.
Author buat mertua yang baik di sini karena author gak suka sama paran mertua yang jahat.Author baik kan...hehehe..😊😊😊
__ADS_1
Terima kasih.